IAI TABAHIAI TABAH
Alamtara: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran IslamAlamtara: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran IslamPerkembangan media sosial telah mendorong perubahan signifikan dalam pola komunikasi masyarakat, termasuk dalam pembentukan opini publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial, khususnya Instagram, dalam membentuk opini publik melalui dinamika interaksi, penyebaran informasi, dan konstruksi makna yang terjadi di ruang digital. Dengan menggunakan metode kajian pustaka, penelitian ini menelaah berbagai temuan teoretis dan empiris terkait komunikasi politik, perilaku pengguna media sosial, serta mekanisme terbentuknya opini publik di era digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa Instagram tidak hanya berfungsi sebagai media berbagi visual, tetapi juga menjadi ruang diskursif yang mempengaruhi persepsi dan sikap pengguna melalui algoritma, konten yang viral, serta peran influencer sebagai aktor pembentuk opini. Temuan kajian juga menunjukkan bahwa pengguna cenderung membangun opini berdasarkan paparan berulang, kesesuaian nilai kelompok, dan kredibilitas sumber yang dikonstruksi secara sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran Instagram dalam pembentukan opini publik bersifat strategis dan kompleks karena dipengaruhi oleh interaksi teknologi, budaya digital, dan perilaku komunikasi pengguna. Kontribusi penelitian ini terletak pada pemetaan faktor-faktor kunci pembentukan opini publik di media sosial serta pentingnya literasi digital sebagai upaya meminimalkan distorsi informasi.
Penelitian ini menegaskan bahwa Instagram memiliki peran strategis dalam pembentukan opini publik melalui tiga mekanisme utama.interaksi visual, pengaturan algoritmik, dan pengaruh influencer sebagai aktor yang membingkai wacana.Interaksi visual menunjukkan bahwa konstruk makna sosial dibentuk melalui representasi simbolik yang memadukan aspek emosional dan kognitif pengguna.Algoritma berperan sebagai kurator informasi yang menentukan arah wacana dan memengaruhi sejauh mana pengguna terekspos pada perspektif berbeda.Sementara itu, influencer hadir sebagai opinion leader modern yang mengartikulasikan isu, membentuk narasi, dan mengkonstruksi opini melalui teknik visual storytelling serta validasi sosial.Ketiga temuan ini memperlihatkan bahwa pembentukan opini publik di Instagram merupakan hasil interaksi kompleks antara teknologi, budaya digital, dan tindakan komunikasi pengguna.Secara teoretis, penelitian ini berimplikasi pada penguatan pemahaman mengenai dinamika komunikasi politik digital, khususnya terkait bagaimana media sosial tidak hanya menjadi saluran informasi, tetapi juga ruang produksi makna dan konstruksi wacana.Secara praktis, penelitian ini menegaskan pentingnya literasi digital untuk meminimalkan risiko misinformasi, bias algoritmik, dan manipulasi opini yang dilakukan aktor digital secara tidak bertanggung jawab.Pemahaman terhadap mekanisme pembentukan opini publik di Instagram dapat membantu masyarakat, akademisi, dan pembuat kebijakan dalam merancang strategi komunikasi yang lebih etis, transparan, dan inklusif.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis komparatif antara platform media sosial yang berbeda dalam membentuk opini publik, khususnya dalam konteks Indonesia. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengaruh algoritma dari perspektif computational communication, serta memetakan jejaring influencer dalam dinamika pembentukan opini publik. Dengan menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif, seperti wawancara mendalam dan analisis konten langsung, penelitian dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana media sosial, khususnya Instagram, membentuk opini publik di era digital. Hal ini akan membantu dalam merancang strategi komunikasi yang lebih efektif dan bertanggung jawab, serta meningkatkan literasi digital masyarakat.
| File size | 207.63 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
UINUIN Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis teks. Data diperoleh melalui pembacaan mendalam terhadap naskah drama,Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis teks. Data diperoleh melalui pembacaan mendalam terhadap naskah drama,
UNSIKAUNSIKA Investigasi menemukan bahwa 48,21% konten budaya mengacu pada budaya sumber, 24,10% konten budaya mengacu pada budaya target, 23,21% konten budaya mengacuInvestigasi menemukan bahwa 48,21% konten budaya mengacu pada budaya sumber, 24,10% konten budaya mengacu pada budaya target, 23,21% konten budaya mengacu
IIESECOREIIESECORE Penggunaan media sosial oleh remaja yang semakin intens telah diikuti dengan peningkatan risiko cyberbullying, yaitu bentuk agresi daring yang dapat menggangguPenggunaan media sosial oleh remaja yang semakin intens telah diikuti dengan peningkatan risiko cyberbullying, yaitu bentuk agresi daring yang dapat mengganggu
IJSHSIJSHS Integrasi sistematis analisis kedua makna tersebut secara signifikan memperkuat kompetensi semantik mahasiswa dengan meningkatkan sensitivitas semantik,Integrasi sistematis analisis kedua makna tersebut secara signifikan memperkuat kompetensi semantik mahasiswa dengan meningkatkan sensitivitas semantik,
SUBSETSUBSET Isu gempa megathrust menjadi perhatian publik yang signifikan mengingat potensi dampaknya yang besar di wilayah Indonesia. Meningkatnya kesadaran dan kekhawatiranIsu gempa megathrust menjadi perhatian publik yang signifikan mengingat potensi dampaknya yang besar di wilayah Indonesia. Meningkatnya kesadaran dan kekhawatiran
PERADABANPUBLISHINGPERADABANPUBLISHING Identitas keislaman dibentuk secara dinamis melalui proses internalisasi nilai dan pengaruh lingkungan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hijabIdentitas keislaman dibentuk secara dinamis melalui proses internalisasi nilai dan pengaruh lingkungan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hijab
UIRUIR Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi religiusitas dan kematangan dalam membantu menghadapi Quarter-Life Crisis pada generasi milenial.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi religiusitas dan kematangan dalam membantu menghadapi Quarter-Life Crisis pada generasi milenial.
JAYABAYAJAYABAYA Umumnya tingkat literasi mahasiswa pada UU ITE sangat rendah hal ini dibuktikan mereka tidak tau bahkan tidak memahami UU tersebut. Tingkat penggunaanUmumnya tingkat literasi mahasiswa pada UU ITE sangat rendah hal ini dibuktikan mereka tidak tau bahkan tidak memahami UU tersebut. Tingkat penggunaan
Useful /
STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK Dari hasil ini, diharapkan siswa-siswi SMK Penerus Bangsa dapat memiliki keterampilan desain grafis yang akan berguna untuk masa depan mereka. KegiatanDari hasil ini, diharapkan siswa-siswi SMK Penerus Bangsa dapat memiliki keterampilan desain grafis yang akan berguna untuk masa depan mereka. Kegiatan
PANCASILAPANCASILA Work-Life Balance yang diterapkan pada PT Bank Syariah Indonesia Kantor Area Saharjo berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini membuktikanWork-Life Balance yang diterapkan pada PT Bank Syariah Indonesia Kantor Area Saharjo berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini membuktikan
UNSIAUNSIA Meningkatnya konsumen yang melakukan belanja online membuat bisnis ekspedisi ini semakin diminati. Tim PKM Prodi Manajemen UNSIA melakukan kegiatan yangMeningkatnya konsumen yang melakukan belanja online membuat bisnis ekspedisi ini semakin diminati. Tim PKM Prodi Manajemen UNSIA melakukan kegiatan yang
BIMABERILMUBIMABERILMU Tradisi ini sesuai dengan tujuan pembelajaran IPS yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik dalam merenungkan nilai-nilai budaya asli Indonesia.Tradisi ini sesuai dengan tujuan pembelajaran IPS yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik dalam merenungkan nilai-nilai budaya asli Indonesia.