SMARTPUBLISHERSMARTPUBLISHER

Jurnal Ilmiah Manajemen dan AkuntansiJurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif. Meskipun telah diatur dalam berbagai peraturan nasional dan standar internasional seperti ISO 45001:2018, implementasi K3 di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tantangan dan strategi implementasi manajemen K3 melalui pendekatan tinjauan literatur terhadap delapan artikel ilmiah yang relevan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola, kendala, serta praktik terbaik dalam manajemen K3 di berbagai sektor industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergeseran paradigma dari pendekatan administratif menuju pendekatan strategis berbasis risiko merupakan kunci keberhasilan implementasi K3. Namun, hambatan struktural, budaya kerja yang lemah, serta pengawasan yang tidak memadai menjadi kendala utama. Beberapa strategi yang terbukti efektif antara lain kepemimpinan proaktif, pelatihan berbasis risiko, sistem pelaporan terbuka, serta integrasi K3 dengan sistem manajemen mutu dan lingkungan serta tanggung jawab sosial perusahaan. Dengan demikian, implementasi K3 yang efektif memerlukan pendekatan sistemik, komitmen manajemen, serta penguatan regulasi untuk menciptakan budaya kerja yang aman dan berkelanjutan.

Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.Penerapan K3 mengalami pergeseran paradigma dari pemenuhan kewajiban hukum menuju pendekatan proaktif dan sistemik berbasis standar internasional seperti ISO 45001.2018, yang menekankan integrasi strategis, partisipasi pekerja, dan perbaikan berkelanjutan.Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan struktural, budaya kerja rendah, serta pengawasan dan penegakan hukum yang lemah, terutama pada usaha mikro, kecil, dan menengah.

Pertama, perlu dilakukan penelitian mengenai efektivitas penerapan sistem pelaporan insiden tanpa sanksi di perusahaan-perusahaan berskala kecil dan menengah untuk mengetahui sejauh mana pendekatan tersebut mampu meningkatkan transparansi dan pembelajaran keselamatan di tengah keterbatasan sumber daya. Kedua, penting dikaji bagaimana integrasi sistem manajemen K3 dengan sistem ISO lainnya seperti ISO 9001 dan ISO 14001 dapat dioptimalkan melalui pendekatan digital yang terpadu, khususnya dalam bentuk platform berbasis aplikasi yang memungkinkan pemantauan risiko secara real-time di sektor konstruksi dan manufaktur. Ketiga, perlu dikembangkan model pelatihan K3 berbasis simulasi virtual yang disesuaikan dengan karakteristik sektor informal, guna mengevaluasi efektivitasnya dalam membangun kesadaran dan perilaku keselamatan kerja di kalangan pekerja yang memiliki akses terbatas terhadap pelatihan formal. Penelitian-penelitian ini dapat melengkapi temuan studi sebelumnya dengan fokus pada konteks yang lebih inklusif, pemanfaatan teknologi secara adaptif, serta pengembangan strategi yang berkelanjutan dan terukur di berbagai jenis organisasi.

Read online
File size411.7 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test