UNPAKUNPAK

Jurnal Abdimas FISIBJurnal Abdimas FISIB

Maraknya berbagai platform media digital memberikan banyak pilihan bagi masyarakat untuk mengakses berbagai informasi, terutama bagi generasi milenial. Gerakan Suka Baca (GSB) sebagai salah satu komunitas yang fokus pada literasi dan pendidikan anak-anak yang tidak memiliki akses untuk melakukan bimbingan belajar privat berbayar, khususnya dalam memanfaatkan teknologi digital. Meskipun dilakukan hanya di akhir pekan diharapkan dapat meminimalisir ketertinggalan anak-anak yang kurang mampu mendapatkan ilmu pengetahuan lebih baik. Aktivitas yang dilakukan ditargetkan pada anak-anak jalanan, kurang mampu, serta mereka yang tinggal di lokasi padat penduduk. Komunitas GSB membantu anak-anak untuk dapat mengakses informasi dan pengetahuan melalui media digital. Literasi digital harus dimulai sejak masih anak-anak sehingga mereka dapat memilah informasi yang tepat untuk usia mereka. Anak-anak cakap diharapkan tidak salah memilih konten yang tidak sesuai bahkan cenderung mengganggu perkembangan dan aktivitas mereka. Melalui Komunitas GSB, anak-anak memiliki wadah untuk mengembangkan minat dan bakat mereka dengan pendampingan dari para relawan GSB. Sebagai generasi penerus bangsa anak-anak diharapkan mampu mewujudkan generasi Indonesia yang cakap digital.

Berdasarkan kegiatan pengabdian masyarakat yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kemajuan teknologi informasi dan komunikasi harus diiringi dengan literasi digital dan kecakapan digital setiap orang.Anak-anak sebagai generasi penerus bangsa harus dipersiapkan dengan berbagai ilmu dan pengetahuan tentang pentingnya informasi dalam pengembangan diri.Kemampuan adopsi teknologi dan penggunaan teknologi dimanfaatkan untuk mendukung tercapainya masa depan yang diinginkan.Informasi dapat diperoleh melalui berbagai sumber, baik dari buku, maupun media lain seperti internet dan media sosial.

Berdasarkan latar belakang mengenai rendahnya literasi di Indonesia, khususnya pada anak-anak, serta keterbatasan ruang terbuka hijau yang berdampak pada perkembangan anak, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif mendalam untuk memahami lebih jauh bagaimana program GSB dapat diintegrasikan dengan kurikulum sekolah dasar, sehingga literasi digital menjadi bagian integral dari proses pembelajaran. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak jangka panjang partisipasi dalam GSB terhadap kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah pada anak-anak, dengan membandingkan kelompok anak yang mengikuti GSB dengan kelompok kontrol. Ketiga, penelitian eksploratif dapat dilakukan untuk mengidentifikasi model kolaborasi yang efektif antara GSB, pemerintah daerah, dan sektor swasta, dalam menyediakan akses ke sumber daya digital dan ruang belajar yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak di wilayah perkotaan yang padat penduduk. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang komprehensif tentang bagaimana meningkatkan literasi digital dan kesejahteraan anak-anak di Indonesia, serta mengembangkan model program yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di berbagai wilayah.

  1. The knowledge gap: Implications of leveling the playing field for low‐income and middle‐income... ila.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1598/RRQ.41.2.2The knowledge gap Implications of leveling the playing field for lowyAAAaincome and middleyAAAaincome ila onlinelibrary wiley doi 10 1598 RRQ 41 2 2
Read online
File size285.45 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test