JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD

Jurnal Akademika KimiaJurnal Akademika Kimia

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah model pembelajaran STEM memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan literasi ilmiah dan numerasi siswa pada materi laju reaksi. Populasi target adalah siswa kelas XI SMA Negeri 3 Medan (terdiri dari 9 kelas), dan dua kelas dipilih sebagai sampel melalui teknik purposive sampling. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi-eksperimen (penelitian semu), dengan desain Control Group Pretest-Posttest. Instrumen pengumpulan data adalah tes pilihan ganda (20 soal) yang dirancang untuk mengukur literasi ilmiah dan numerasi, dan telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji-t satu arah (right-tailed) dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa nilai t-hitung (7,367) lebih besar dari nilai t-tabel (1,688), yang mengarah pada penolakan hipotesis nol (H0) dan penerimaan hipotesis alternatif (Ha). Kesimpulannya, model pembelajaran STEM memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan kemampuan literasi ilmiah dan numerasi siswa dalam konteks laju reaksi.

Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran STEM memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan literasi ilmiah dan numerasi siswa terkait materi laju reaksi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran STEM dapat meningkatkan pemahaman konsep dan kemampuan perhitungan siswa dalam materi tersebut.Oleh karena itu, model pembelajaran STEM direkomendasikan untuk diterapkan dalam pembelajaran kimia guna meningkatkan kualitas pendidikan.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas model pembelajaran STEM dengan variasi pendekatan yang berbeda, seperti integrasi teknologi augmented reality (AR) atau virtual reality (VR) untuk memvisualisasikan konsep laju reaksi secara lebih interaktif. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan instrumen asesmen yang lebih komprehensif untuk mengukur kemampuan literasi ilmiah dan numerasi siswa secara holistik, termasuk kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasi model pembelajaran STEM, seperti pelatihan guru, ketersediaan sumber daya, dan dukungan sekolah, sehingga dapat dirumuskan strategi yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran STEM di berbagai konteks pendidikan.

Read online
File size428.6 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test