ABDIMASABDIMAS

Jurnal Abdimas PeradabanJurnal Abdimas Peradaban

Fokus utama artikel ini adalah mengkaji wacana pendidikan Islam dari perspektif filosofi pemberdayaan. Sejalan dengan pandangan ini, artikel ini mengusulkan kerangka konseptual baru untuk pemberdayaan sebagai pengganti pandangan tradisional, yang mempertimbangkan pemberdayaan dalam hal pembangunan infrastruktur atau pergeseran kekuasaan dari yang kuat ke yang tidak berdaya. Artikel ini menyarankan bahwa pemberdayaan harus dilihat sebagai proses sosial yang membantu orang mendapatkan kendali atas hidup mereka dengan memungkinkan mereka untuk bertindak atas isu-isu penting bagi mereka. Dilihat dari sudut ini, pendidikan yang berupaya memberdayakan orang harus menjadi proses yang memberikan kebebasan dan sumber daya mendasar untuk memahami dunia dan memberikan kemampuan untuk mengubah dunia itu. Wacana pendidikan Islam kontemporer dievaluasi atas dasar ini untuk menentukan sejauh mana pendidik Islam terlibat dengan gagasan pemberdayaan yang diusulkan dalam artikel ini.

Artikel ini menyimpulkan bahwa pendidikan Islam perlu menciptakan lingkungan yang mendorong siswa untuk memahami dan mengubah dunia.Pemberdayaan, dalam konteks ini, melibatkan perlengkapan siswa dengan kemampuan untuk bertindak dan meningkatkan kehidupan masyarakat.Meskipun cendekiawan Muslim telah berkontribusi pada pemahaman tentang hubungan antara spiritualitas dan dunia, perhatian terhadap filosofi pemberdayaan masih kurang.Oleh karena itu, diperlukan modifikasi dalam wacana pendidikan Islam untuk memasukkan perspektif filosofis kontemporer yang relevan.

Berdasarkan analisis artikel ini, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada bagaimana lembaga pendidikan Islam dapat secara konkret mengintegrasikan prinsip-prinsip pemberdayaan ke dalam kurikulum dan praktik pengajaran mereka. Lebih lanjut, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana pendidikan Islam dapat mengatasi isu-isu sosial politik kontemporer seperti ketidaksetaraan ekonomi dan neokolonialisme, dengan memberdayakan siswa untuk menjadi agen perubahan sosial. Terakhir, studi komparatif dapat dilakukan untuk menganalisis efektivitas berbagai pendekatan pemberdayaan dalam konteks pendidikan Islam di berbagai negara, dengan mempertimbangkan faktor-faktor budaya dan sosial yang unik. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan pendidikan Islam yang lebih relevan, inklusif, dan transformatif, serta mampu menjawab tantangan-tantangan zaman.

Read online
File size261.58 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test