JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD

Jurnal Akademika KimiaJurnal Akademika Kimia

Penelitian ini membahas tentang laju pelepasan fosfat pada sorben Silika Gel (SG) dan Hibrida Amino Silika (ASH) menggunakan kinetik orde pertama pseudo-Lagergren dan kinetik orde kedua pseudo-Lagergren. Sintesis ASH dilakukan dengan menambahkan modifier 3-aminopropiltrietoksilsilan (APTES) ke natrium silikat dari Lumpur Lapindo. Pengikatan fosfat dilakukan pada 30 menit dengan kecepatan pengadukan 250 rpm. Analisis menggunakan spektrofotometer IR menunjukkan keberhasilan sintesis ASH yang ditunjukkan oleh munculnya gugus fungsional -NH2 dan -CH2 pada bilangan gelombang 1635 cm-1 dan 1473 cm-1. Dengan metode kontinu, sorben SG dan ASH yang telah mengikat fosfat kemudian didesorpsi pada berbagai waktu 2, 3, 4, 7, 8, dan 9 hari. Jumlah anion fosfat yang dilepaskan dari sorben SG dan ASH diuji menggunakan instrumen UV-Vis kemudian dilakukan pemodelan untuk menentukan laju pelepasan fosfat. Hasil desorpsi menunjukkan bahwa jumlah fosfat yang dilepaskan dari sorben ASH lebih sedikit daripada sorben SG. Melalui pemodelan, hasil pelepasan fosfat mengikuti Kinetik Orde Kedua Pseudo-Lagergren dengan QE eksperimen sebesar 0,22089 M/g untuk sorben SG dan 0,33333 M/g untuk sorben ASH.

Penelitian ini menunjukkan bahwa sintesis ASH berhasil dilakukan, ditandai dengan munculnya gugus fungsional -NH2 dan -CH2.Laju pelepasan fosfat pada sorben SG dan ASH mengikuti kinetika orde kedua pseudo-Lagergren, dengan nilai QE yang lebih tinggi pada sorben ASH dibandingkan SG.Hasil ini mengindikasikan potensi ASH sebagai material yang lebih efektif dalam aplikasi pelepasan fosfat terkontrol.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh variasi komposisi APTES terhadap karakteristik dan kinerja sorben ASH dalam mengikat dan melepaskan fosfat. Hal ini dapat dilakukan dengan memvariasikan rasio molar APTES terhadap natrium silikat selama sintesis, serta menganalisis pengaruhnya terhadap luas permukaan, ukuran pori, dan kerapatan gugus amino pada sorben. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada evaluasi kinerja sorben ASH dalam kondisi lingkungan yang lebih realistis, seperti pada media tanah dengan pH dan kandungan organik yang berbeda-beda. Hal ini penting untuk memahami bagaimana faktor-faktor lingkungan dapat mempengaruhi proses adsorpsi dan desorpsi fosfat. Ketiga, pengembangan sorben komposit yang menggabungkan ASH dengan material lain, seperti zeolit atau karbon aktif, dapat menjadi arah penelitian yang menarik. Kombinasi material ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas adsorpsi dan selektivitas sorben terhadap fosfat, serta meningkatkan stabilitas dan ketahanannya terhadap degradasi.

Read online
File size223.63 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test