PENERBITPENERBIT

Jurnal Penelitian Agama HinduJurnal Penelitian Agama Hindu

Perkembangan teknologi digital di era modern memiliki dampak signifikan terhadap perilaku dan karakter generasi muda, baik secara positif maupun negatif. Munculnya krisis moral, menurunnya etika sosial, serta kurangnya figur panutan menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembentukan karakter peserta didik. Pendidikan Agama Hindu memiliki potensi besar dalam menghadapi tantangan tersebut melalui ajaran Dharma yang kaya akan nilai-nilai etika dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada generasi muda di era digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik tinjauan pustaka, yang melibatkan pengkajian berbagai sumber literatur agama Hindu, kebijakan pendidikan, dan hasil penelitian sebelumnya yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Hindu mampu menanamkan nilai-nilai karakter seperti kejujuran (Satya), kedamaian (Ahimsa), disiplin (Tapa), tanggung jawab sosial (Yadnya), dan pengabdian spiritual (Bhakti) melalui pendekatan kontekstual adaptif yang memanfaatkan teknologi digital. Pemanfaatan media pembelajaran berbasis digital seperti video ceramah Dharma, e-learning keagamaan, dan aplikasi interaktif berbasis Hindu terbukti meningkatkan keterlibatan siswa dalam memahami dan menginternalisasi nilai-nilai karakter. Selain itu, keterlibatan guru, keluarga, dan masyarakat adat juga memperkuat penanaman nilai karakter secara kolektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pendidikan Agama Hindu memainkan peran strategis dalam membangun karakter moral dan spiritual generasi muda. Pemanfaatan teknologi secara positif serta sinergi antara lembaga pendidikan dan lingkungan sosial menjadi kunci keberhasilan penyampaian pendidikan karakter Hindu yang relevan dengan tantangan zaman.

Pendidikan Agama Hindu memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda di era digital yang penuh tantangan, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, non-kekerasan, disiplin, dan pengabdian spiritual.Pendekatan pembelajaran yang adaptif, kontekstual, dan memanfaatkan teknologi secara bijak mampu meningkatkan efektivitas penanaman nilai-nilai tersebut dalam kehidupan siswa.Namun, diperlukan strategi penguatan seperti pengembangan kurikulum yang responsif, peningkatan kompetensi guru dalam pemanfaatan teknologi, serta keterlibatan aktif keluarga dan masyarakat agar tercipta ekosistem pendidikan yang holistik.

Pertama, perlu dikaji bagaimana integrasi realitas virtual (VR) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dapat memperdalam pengalaman spiritual siswa, misalnya melalui simulasi kegiatan Yadnya atau kunjungan digital ke pura, untuk mengeksplorasi efektivitasnya dalam membangun rasa bhakti dan sradha di kalangan generasi muda. Kedua, penting untuk meneliti pengaruh penggunaan media sosial oleh keluarga Hindu terhadap penanaman nilai-nilai agama di rumah, khususnya dalam konteks digitalisasi komunikasi antaranggota keluarga, agar dapat dirancang strategi pendampingan berbasis keluarga yang lebih sesuai dengan dinamika zaman. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian tentang efektivitas model pembelajaran kolaboratif antara sekolah, masyarakat adat, dan tokoh agama dalam bentuk proyek berbasis nilai Tri Hita Karana yang dimanfaatkan melalui platform digital, guna memperkuat koherensi nilai antarlingkungan dan menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial yang berkelanjutan di tengah budaya instan. Temuan dari ketiga arah penelitian ini dapat menjadi dasar bagi transformasi Pendidikan Agama Hindu yang lebih menyeluruh, relevan, dan berdaya tahan terhadap perubahan zaman.

Read online
File size294.1 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test