PENERBITPENERBIT

Jurnal Penelitian Agama HinduJurnal Penelitian Agama Hindu

Desa Tembok sebagai bagian dari Kabupaten Buleleng dihuni oleh masyarakat yang berbeda agama yaitu umat Hindu dan umat Islam. Hubungan kedua umat dari awal berjalan dengan nilai-nilai toleransi. Meskipun dalam beberapa kondisi sempat terjadi penurunan toleransi, namun hal tersebut diperkuat kembali dengan dilakukannya rekonstruksi toleransi beragama seperti silaturahmi pada saat hari raya keagamaan. Adapun tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran tentang pentingnya toleransi bagi masyarakat pluralisme seperti di Indonesia. Kegiatan-kegiatan yang bernuansa toleransi di Desa Tembok dapat dijadikan pertimbangan dalam memperkuat ikatan toleransi di wilayah tertentu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode kualitatif, dengan menggali fenomena yang terjadi di lapangan yang berkaitan dengan kehidupan sosial umat Hindu dan Islam di Desa Tembok.

Alasan rekonstruksi toleransi beragama Umat Hindu dan Islam di Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng disebabkan oleh pertama alasan budaya.Perbedaan budaya dapat saja memicu terjadinya konflik, sehingga pemahaman budaya sangat penting bagi generasi baru masyarakat Desa Tembok.Tidak dapat dipungkiri bahwa globalisasi menjadi hal yang terkadang memicu terjadinya perubahan sikap toleransi umat Hindu dan Islam, dimana kemajuan teknologi dalam bentuk media sosial telah mempengaruhi cara pikir setiap orang.Ada banyak informasi yang memicu perselisihan antarumat beragama yang dengan cepat dapat diakses.Adapun proses rekonstruksi toleransi beragama umat Hindu dan Islam dilakukan dalam perayaan hari raya keagamaan.Toleransi umat Islam dapat dilihat pada saat hari raya Galungan.Umat Islam datang secara bersama-sama ke pura desa untuk bersilaturahmi kepada umat Hindu yang sedang melaksanakan persembahyangan.Toleransi umat Hindu dapat dilihat pada saat hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.Silaturahmi dilakukan di Masjid Al-Ihsan Desa Tembok.Silaturahmi diakhiri dengan kegiatan magibung antara umat Hindu dan Islam.Implikasi rekonstruksi toleransi beragama Umat Hindu dan Islam di Desa Tembok, dilihat dari pertama, implikasi terhadap kehidupan sosial seperti kebersamaan pada perayaan hari kemerdekaan masing-masing umat bersinergi menampilkan budaya masing-masing.Kedua, seperti penghormatan umat Muslim terhadap budaya Hindu dapat dilihat dari peran serta umat Muslim dalam kegiatan ngayah dan ikut serta bergabung dalam mengembangkan budaya Tari Kecak.Ketiga, implikasi terhadap kehidupan beragama terlihat dalam perayaan Hari Raya Maulid Nabi, dimana umat Muslim membagi-bagikan bingkisan telur kepada umat Hindu.

Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian tentang bagaimana peran pemimpin desa dalam membangun kembali toleransi antara umat Hindu dan umat Islam di Desa Tembok. Kedua, penelitian tentang bagaimana budaya magibung dapat menjadi jembatan untuk memahami agama secara universal tentang kemanusiaan. Ketiga, penelitian tentang bagaimana tradisi ngejot dapat menjadi simbol kebersamaan umat Muslim dengan umat Hindu di Desa Tembok dan bagaimana tradisi ini dapat diperkuat dan dilestarikan.

Read online
File size326.82 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test