YAYASANBHZYAYASANBHZ
I’tiqadiah: Jurnal Hukum dan Ilmu-ilmu KesyariahanI’tiqadiah: Jurnal Hukum dan Ilmu-ilmu KesyariahanPerkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk praktik keagamaan masyarakat Muslim di Indonesia. Penggunaan AI dalam bentuk aplikasi tanya jawab keislaman, pembuatan khutbah dan ceramah otomatis, penerjemahan teks keagamaan, serta asisten digital menimbulkan perdebatan normatif mengenai batas, legitimasi, dan implikasi hukumnya dalam perspektif Islam. Artikel ini menganalisis dengan menitikberatkan pada aspek normatif dan etis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif normatif-kritis melalui studi dokumen terhadap fatwa, pandangan ulama kontemporer, regulasi terkait teknologi digital, serta hasil-hasil penelitian sebelumnya mengenai AI dan agama. Analisis dilakukan menggunakan kerangka ushul fikih dan maqashid syariah untuk menilai kesesuaian penggunaan AI dengan prinsip-prinsip dasar hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum Islam pada prinsipnya bersikap terbuka terhadap pemanfaatan AI sebagai alat bantu keagamaan sepanjang tidak menggantikan otoritas keilmuan ulama, tidak menyalahi prinsip akidah, dan tidak menimbulkan kemudaratan. Namun demikian, penggunaan AI dalam praktik keagamaan menuntut pengawasan etis dan kejelasan batas normatif agar tidak terjadi reduksi makna agama dan otoritas keilmuan. Artikel ini menegaskan pentingnya pengembangan kerangka hukum Islam yang adaptif dan kritis dalam merespons teknologi kecerdasan buatan di Indonesia.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa hukum Islam menunjukkan sikap terbuka terhadap pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan sebagai sarana pendukung aktivitas keagamaan, selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar syariah.Penggunaan AI perlu dibatasi berdasarkan prinsip sadd al-dzariah dan maqashid al-sharīʿah, terutama dalam menjaga agama, akal, dan tanggung jawab moral.Pengembangan kerangka hukum Islam yang adaptif, kritis, dan kontekstual diperlukan untuk merespons kemajuan teknologi sekaligus menjaga integritas nilai-nilai keagamaan di Indonesia.
Berdasarkan analisis terhadap judul, abstrak, dan kesimpulan, serta mempertimbangkan bagian latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan dalam artikel ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah sebagai berikut: Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk merumuskan pedoman etika yang komprehensif mengenai penggunaan AI dalam praktik keagamaan di Indonesia, dengan melibatkan ulama, ahli teknologi, dan pemangku kepentingan lainnya. Pedoman ini harus mencakup aspek transparansi algoritma, akuntabilitas, dan perlindungan data pribadi. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk menganalisis respons hukum Islam terhadap AI di berbagai negara dengan konteks sosial dan budaya yang berbeda, guna mengidentifikasi praktik terbaik dan tantangan yang umum dihadapi. Ketiga, penelitian empiris perlu dilakukan untuk mengkaji dampak penggunaan AI terhadap pemahaman keagamaan, praktik ibadah, dan relasi sosial umat Islam di Indonesia, dengan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif untuk mendapatkan data yang valid dan representatif. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan hukum Islam kontemporer yang adaptif, relevan, dan berdaya guna dalam menghadapi tantangan era digital.
| File size | 821.38 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
UNISMUH PALUUNISMUH PALU 081, p = 0. 250). PEOU significantly affected PU (β = 0. 617, p < 0. 001) and attitude (β = 0. 661, p < 0. 001). Attitudes towards CDSS greatly influenced081, p = 0. 250). PEOU significantly affected PU (β = 0. 617, p < 0. 001) and attitude (β = 0. 661, p < 0. 001). Attitudes towards CDSS greatly influenced
YAYASANBHZYAYASANBHZ Selain itu, persoalan perlindungan korban, terutama perempuan dan anak, menjadi titik krusial yang harus dijamin agar proses mediasi tidak menimbulkanSelain itu, persoalan perlindungan korban, terutama perempuan dan anak, menjadi titik krusial yang harus dijamin agar proses mediasi tidak menimbulkan
YAYASANBHZYAYASANBHZ UU Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan, pernikahan dipandang sebagai ikatan sakral yang membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan spiritual. PenelitianUU Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan, pernikahan dipandang sebagai ikatan sakral yang membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan spiritual. Penelitian
YAYASANBHZYAYASANBHZ Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, yang didukung oleh studi literatur terhadapPenelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, yang didukung oleh studi literatur terhadap
UNIRA MALANGUNIRA MALANG Penelitian ini menyoroti pentingnya fungsi manajemen dalam kinerja pegawai agar dapat meningkatkan kinerja secara efesifien dan efektif. Dengan adanyaPenelitian ini menyoroti pentingnya fungsi manajemen dalam kinerja pegawai agar dapat meningkatkan kinerja secara efesifien dan efektif. Dengan adanya
NUSANTARAGLOBALNUSANTARAGLOBAL Kegiatan edukasi diet dan senam kaki efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat lansia tentang pengelolaan diabetes melitus, ditunjukkan denganKegiatan edukasi diet dan senam kaki efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat lansia tentang pengelolaan diabetes melitus, ditunjukkan dengan
NUSANTARAGLOBALNUSANTARAGLOBAL Dari 40 responden diperoleh hasil kadar glukosa tertinggi 327 mg/dl dan terendah 56 mg/dl, kadar asam urat tertinggi 12,4 mg/dl dan terendah 3,0 mg/dl,Dari 40 responden diperoleh hasil kadar glukosa tertinggi 327 mg/dl dan terendah 56 mg/dl, kadar asam urat tertinggi 12,4 mg/dl dan terendah 3,0 mg/dl,
E JOURNALSANGKAKALAE JOURNALSANGKAKALA Dalam hubungan dengan etika terapan, misi yang holistik tidak sekedar mengejar pemenangan jiwa sebagai akhir dari kehidupan Kristen. Sebaliknya, pengutusanDalam hubungan dengan etika terapan, misi yang holistik tidak sekedar mengejar pemenangan jiwa sebagai akhir dari kehidupan Kristen. Sebaliknya, pengutusan
Useful /
UNISMUH PALUUNISMUH PALU Metode yang digunakan adalah survei yang ditujukan untuk layanan kesehatan. Kuesioner divalidasi oleh tim apoteker dan manajer rumah sakit. Hasil penelitianMetode yang digunakan adalah survei yang ditujukan untuk layanan kesehatan. Kuesioner divalidasi oleh tim apoteker dan manajer rumah sakit. Hasil penelitian
UNISMUH PALUUNISMUH PALU Inductive thematic analysis was used to address the research questions. Patients in pasung have generally had adequate access to PHCs with no charge forInductive thematic analysis was used to address the research questions. Patients in pasung have generally had adequate access to PHCs with no charge for
KWIKKIANGIEKWIKKIANGIE Teori yang terkandung dalam penelitian ini terdiri dari bank, saham, harga saham, likuiditas, profitabilitas, dan solvabilitas. Penelitian ini juga memilikiTeori yang terkandung dalam penelitian ini terdiri dari bank, saham, harga saham, likuiditas, profitabilitas, dan solvabilitas. Penelitian ini juga memiliki
E JOURNALSANGKAKALAE JOURNALSANGKAKALA Kedua: Kecenderungan indikator penanaman nilai-nilai kasih dan ikat janji pernikahan (X1) adalah sangat efektif dan dihasilkan lower and upper bound antaraKedua: Kecenderungan indikator penanaman nilai-nilai kasih dan ikat janji pernikahan (X1) adalah sangat efektif dan dihasilkan lower and upper bound antara