WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS

West Science Law and Human RightsWest Science Law and Human Rights

Sistem Peradilan Pidana Malaysia, seperti banyak sistem lainnya di seluruh dunia, menghadapi tantangan dalam meminimalkan disparitas hukuman dalam kasus yang melibatkan pelanggaran serupa. Penelitian komprehensif ini menyelidiki isu disparitas hukuman yang kompleks, berupaya untuk memahami akar penyebabnya dan mengusulkan strategi praktis untuk mitigasi. Penelitian ini mengadopsi pendekatan multidisiplin, menggambar dari analisis hukum, studi kasus, dan data empiris untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap disparitas hukuman. Selanjutnya, penelitian ini menyajikan berbagai solusi potensial yang bertujuan untuk mengurangi disparitas hukuman dalam konteks Malaysia, termasuk menetapkan pedoman hukuman yang jelas; menerapkan Kecerdasan Buatan Penghakiman (AI judgment), dan menetapkan pengadilan khusus dalam sistem peradilan pidana. Penelitian komprehensif ini bercita-cita untuk berkontribusi secara signifikan pada diskusi yang sedang berlangsung mengenai praktik hukuman yang adil di Malaysia, memupuk sistem peradilan pidana yang lebih adil dan transparan untuk semua pemangku kepentingan.

Penelitian ini menyoroti bahwa disparitas hukuman dalam kasus-kasus serupa merupakan masalah umum dalam sistem peradilan pidana Malaysia.Hal ini disebabkan oleh perbedaan penerapan filosofi retributif dan rehabilitatif oleh hakim, serta kurangnya pedoman hukuman yang sistematis.Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini mengusulkan pembentukan Dewan Hukuman yang independen untuk menetapkan pedoman hukuman yang jelas dan konsisten, serta penerapan teknologi kecerdasan buatan untuk membantu hakim dalam membuat keputusan hukuman yang lebih adil dan transparan.Selain itu, pembentukan pengadilan khusus untuk menangani kasus-kasus tertentu, seperti kejahatan narkoba dan kejahatan lingkungan, dapat membantu memastikan bahwa kasus-kasus tersebut menerima penanganan yang tepat dan meningkatkan akurasi serta keadilan putusan.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi dampak penerapan AI dalam proses hukuman terhadap efisiensi dan keadilan sistem peradilan pidana. Penelitian ini dapat melibatkan studi kasus yang membandingkan putusan hukuman yang dibuat oleh hakim dengan dan tanpa bantuan AI. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pedoman hukuman yang lebih komprehensif dan adaptif, yang mempertimbangkan berbagai faktor seperti riwayat kriminal, keadaan kejahatan, dan dampak sosial. Model ini dapat diuji coba dalam beberapa wilayah di Malaysia untuk mengevaluasi efektivitasnya dalam mengurangi disparitas hukuman. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor sosial dan ekonomi yang berkontribusi terhadap disparitas hukuman, seperti perbedaan akses terhadap layanan hukum dan dukungan sosial. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk merancang intervensi yang menargetkan faktor-faktor tersebut dan mengurangi dampak negatifnya terhadap keadilan sistem peradilan pidana. Dengan menggabungkan ketiga saran penelitian ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap upaya peningkatan keadilan dan efisiensi sistem peradilan pidana Malaysia.

Read online
File size373.28 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test