UIGMUIGM

Indonesian Global Journal Of Medical Research and DevelopmentIndonesian Global Journal Of Medical Research and Development

Latar Belakang: Pemakaian masker yang tidak tepat berdampak pada kesehatan kulit. Clay mask merupakan masker tanah liat karena menggunakan bahan seperti bentonit dan kaolin, clay mask juga mempunyai fungsi yang banyak bagi kulit yaitu seperti menyerap minyak pada kulit juga membantu mengatasi jerawat dan komedo, mampu menghidrasi kulit dengan baik dan melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dengan varisi konsentrasi kaolin dan bentonit yang menghasilkan clay mask serbuk biji kopi robusta (Coffea robusta) dengan karakteristik yang baik. Metode: Design penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium. Sediaan masker clay mask serbuk biji kopi robusta dibuat dengan menambahkan konsentrasi bentonit dan kaolin pada F1 10:35%, F2 20:25%, F3 25:20%, dan F4 35:10%. Uji karakteristik yang dilakukan yaitu organoleptis untuk mengetahui (warna, bau, tekstur), uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat, uji daya sebar, uji waktu kering. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa F1, F2, F3 dan F4 , organoleptis mempunyai warna abu-abu, mempunyai bau yang khas kopi serta mempunyai tekstur semi padat, homogenitas tidak adanya butiran kasar atau warna merata, nilai pH bekisar 5,1-5,3 memiliki pH yang sesuai, daya lekat, daya sebar, waktu kering yang sesuai dengan persyaratan masker clay mask.

Berdasarkan analisis data maka dapat disimpulkan bahwa Sediaan clay mask serbuk biji kopi robusta (Coffea robusta) memiliki sifat fisik yang baik, karena memenuhi syarat uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, dan uji waktu kering yang baik.Disarankan untuk peneliti selanjutnya diharapkan melakukan uji antioksidan, uji kelembaban, dan uji antibakteri pada sediaan clay mask serbuk biji kopi robusta (Coffea robusta) yang ingin dibuat.

Untuk penelitian lanjutan, direkomendasikan melakukan uji in vivo atau uji klinis untuk menilai perubahan barrier melalui parameter biologis seperti TEWL, ekspresi ceramide, atau pengukuran integritas protease, serta evaluasi efek terhadap mikrobiota kulit. Pendekatan ini akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai efek formulasi baik secara fisik maupun biologis. Selain itu, penelitian dapat dikembangkan dengan mengeksplorasi potensi serbuk biji kopi robusta sebagai bahan aktif dalam kosmetik, termasuk aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengoptimalkan formulasi clay mask dengan variasi konsentrasi kaolin dan bentonit, serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap sifat fisik dan aktivitas antioksidan. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan produk kosmetik alami yang efektif dan aman untuk perawatan kulit.

  1. The Scenario of Clays and Clay Minerals Use in Cosmetics/Dermocosmetics. scenario clays clay minerals... mdpi.com/2079-9284/11/1/7The Scenario of Clays and Clay Minerals Use in Cosmetics Dermocosmetics scenario clays clay minerals mdpi 2079 9284 11 1 7
Read online
File size133.32 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test