LMULMU

Buletin Profesi InsinyurBuletin Profesi Insinyur

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan geometri lereng tunggal dalam tambang nikel dengan mempertimbangkan kondisi statik dan dinamik, sehingga dapat mengurangi risiko kegagalan lereng dan kerusakan yang mungkin terjadi di tambang nikel. Implementasi geometri lereng yang optimal diharapkan dapat memaksimalkan produksi, mengurangi risiko longsoran, dan menekan biaya operasional lereng. Metode penelitian mencakup studi pustaka mengenai kondisi geologi daerah penelitian, pengambilan sampel, serta pengujian laboratorium untuk menentukan sifat fisik dan mekanik material penyusun lereng. Selanjutnya, dilakukan analisis geoteknik terhadap kestabilan lereng dalam kondisi statik dan dinamik guna menghasilkan rekomendasi desain yang sesuai dengan standar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa geometri lereng optimal pada litologi Limonit adalah tinggi 3 m dengan sudut 70° dan tinggi 6 m dengan sudut 65°. Untuk litologi Saprolit, geometri optimal adalah tinggi 3 m dengan sudut 70° dan tinggi 6 m dengan sudut 55°, sementara pada litologi Bedrock, tinggi 3 m dengan sudut 70° dan tinggi 6 m dengan sudut 70° merupakan konfigurasi yang paling stabil.

Geometri lereng tunggal yang paling optimal dan memenuhi persyaratan ESDM dalam kondisi statik maupun dinamik adalah sebagai berikut.litologi Limonit dengan tinggi 3 m pada sudut 70° dan tinggi 6 m pada sudut 65°.litologi Saprolit dengan tinggi 3 m pada sudut 70° dan tinggi 6 m pada sudut 55°.serta litologi Bedrock dengan tinggi 3 m pada sudut 70° dan tinggi 6 m pada sudut 70°.Untuk penelitian lanjut, disarankan untuk melakukan analisis yang lebih komprehensif terhadap stabilitas lereng keseluruhan, baik dalam kondisi statik maupun dinamik, guna memperkuat dan memperluas penelitian lereng keseluruhan pada tambang nikel yang sudah beroperasi juga perlu dilakukan untuk memastikan bahwa lereng tetap stabil dan tidak berpotensi longsor.Optimalisasi geometri lereng tunggal berdasarkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam perancangan lereng yang lebih aman dan efisien.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh variasi kondisi air tanah terhadap kestabilan lereng tambang nikel, mengingat air tanah merupakan salah satu faktor eksternal yang signifikan dalam memengaruhi kestabilan lereng. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model numerik yang lebih canggih untuk memprediksi perilaku lereng dalam kondisi dinamik, dengan mempertimbangkan interaksi antara beban gempa dan karakteristik material batuan yang kompleks. Ketiga, penting untuk melakukan analisis sensitivitas terhadap parameter-parameter input dalam model kestabilan lereng, guna mengidentifikasi parameter-parameter kunci yang paling berpengaruh terhadap hasil analisis dan memastikan keandalan desain lereng.

  1. Optimalisasi Geometri Lereng Tunggal Tambang Nikel dengan Kondisi Statik dan Dinamik | Buletin Profesi... doi.org/10.20527/bpi.v7i2.249Optimalisasi Geometri Lereng Tunggal Tambang Nikel dengan Kondisi Statik dan Dinamik Buletin Profesi doi 10 20527 bpi v7i2 249
Read online
File size444.15 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test