POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR
Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition ScienceJurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition SciencePengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam pengukuran antropometri sangat penting karena berdampak langsung terhadap kualitas data yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan terhadap perubahan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam pengukuran antropometri yang dilaksanakan dengan metode quasi-eksperimental terhadap 31 sampel di wilayah Puskesmas Nelle, Kabupaten Sikka. Materi pelatihan mencakup parameter antropometri balita dan langkah-langkah pengukurannya. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pengetahuan sebelum pelatihan sebesar 74,4 dan setelah pelatihan menjadi 90,3 dengan nilai uji Wilcoxon sebesar 0,000 (Asymp.Sig dua sisi). Rata-rata keterampilan sebelum pelatihan sebesar 51,7 dan setelah pelatihan meningkat menjadi 85,0 dengan nilai uji Wilcoxon 0,000 (Asymp.Sig dua sisi). Sebelum pelatihan, pengetahuan dan keterampilan kader masih rendah, antara lain karena ketidaktahuan terhadap nama dan fungsi alat serta prinsip dasar pengukuran, terutama dalam pengukuran panjang badan bayi. Kesalahan juga terjadi saat penimbangan karena tombol Unit Hold tidak ditekan sehingga hasil tidak terkunci. Pengukuran tinggi badan balita belum memastikan posisi tubuh sesuai dengan lima titik acuan pada alat. Pengukuran LILA juga belum akurat karena penentuan titik tengah lengan belum tepat. Hasil analisis menunjukkan adanya perubahan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan kader setelah pelatihan. Pelatihan antropometri terbukti cukup efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader.
Terdapat perbedaan yang bermakna pada pengetahuan dan keterampilan kader posyandu sebelum dan setelah pelatihan pengukuran antropometri di wilayah Puskesmas Nelle, Kabupaten Sikka.Pelatihan terbukti cukup efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader dengan efektivitas sebesar 68,1% dan keterampilan sebesar 69,7%.Meskipun terjadi peningkatan, masih ditemukan kesalahan teknis dalam praktik pengukuran antropometri yang perlu ditindaklanjuti melalui pelatihan lanjutan dan pendampingan rutin.
Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas pelatihan antropometri berbasis pendampingan berkelanjutan selama beberapa bulan untuk melihat ketahanan pengetahuan dan keterampilan kader dalam praktik sehari-hari di posyandu. Kedua, sebaiknya dikaji lebih dalam mengenai pengaruh usia dan tingkat pendidikan kader terhadap kemampuan menguasai teknik pengukuran antropometri, termasuk eksplorasi metode pelatihan yang lebih adaptif bagi kader dengan latar belakang pendidikan rendah. Ketiga, penting untuk mengevaluasi desain alat ukur antropometri kit terbaru dari sisi kemudahan penggunaan oleh kader lanjut usia atau yang awam teknologi, serta bagaimana modifikasi alat atau pelatihan bisa meningkatkan akurasi hasil pengukuran di lapangan. Penelitian-penelitian ini dapat mengisi celah dalam pemahaman tentang keberlanjutan peningkatan kualitas kader posyandu serta optimalisasi sistem pelatihan dan alat yang sesuai dengan karakteristik petugas lapangan. Dengan begitu, intervensi yang dilakukan tidak hanya efektif secara singkat tetapi juga berkelanjutan dan inklusif bagi seluruh kader, termasuk yang berusia lebih tua atau memiliki keterbatasan teknis. Fokus pada pendampingan, adaptasi metode pelatihan, dan penyederhanaan alat dapat menjadi kunci peningkatan kualitas data pertumbuhan anak di tingkat komunitas. Studi lanjutan yang menggabungkan ketiga aspek ini akan memberikan gambaran komprehensif tentang sistem pendukung ideal bagi kader posyandu dalam menjalankan tugas pentingnya.
- Efektivitas pelatihan kerja terhadap kinerja kader Posyandu | Darmiyanti | Jurnal Kebidanan. efektivitas... doi.org/10.26714/jk.9.2.2020.95-102Efektivitas pelatihan kerja terhadap kinerja kader Posyandu Darmiyanti Jurnal Kebidanan efektivitas doi 10 26714 jk 9 2 2020 95 102
- Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu dalam Pengukuran Antropometri di Kelurahan Cilandak... journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/4087Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu dalam Pengukuran Antropometri di Kelurahan Cilandak journal uhamka ac index php solma article view 4087
| File size | 325.66 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIBAUNIBA Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar wanita hamil dengan paritas primipara adalah 126 orang (52,1%).Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar wanita hamil dengan paritas primipara adalah 126 orang (52,1%).
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR 13; taste 4. 13; and overall acceptance 4. 10. The nutritional content per 100 g of P2 included 13.11 g of protein, 16,926.59 ppm of calcium, and 46. 713; taste 4. 13; and overall acceptance 4. 10. The nutritional content per 100 g of P2 included 13.11 g of protein, 16,926.59 ppm of calcium, and 46. 7
ITB ADITB AD Adaro Energy Indonesia (ADRO), PT. Indo Tambangraya Megah (ITMG), PT. Mitrabara Adiperdana (MBAP), PT. United Tractors (UNTR), PT. Baramulti SukessaranaAdaro Energy Indonesia (ADRO), PT. Indo Tambangraya Megah (ITMG), PT. Mitrabara Adiperdana (MBAP), PT. United Tractors (UNTR), PT. Baramulti Sukessarana
APTKLHIAPTKLHI Indonesia memiliki area lahan gambut tropis terluas di dunia. Penelitian ini menggunakan metode Electrical Resistivity Tomography (ERT) untuk menggambarkanIndonesia memiliki area lahan gambut tropis terluas di dunia. Penelitian ini menggunakan metode Electrical Resistivity Tomography (ERT) untuk menggambarkan
UKIUKI Selain energi fosil, yaitu minyak, gas, dan batubara, suplai energi juga berasal dari sumber-sumber energi terbarukan. Mikrohidro merupakan salah satuSelain energi fosil, yaitu minyak, gas, dan batubara, suplai energi juga berasal dari sumber-sumber energi terbarukan. Mikrohidro merupakan salah satu
YBPINDOYBPINDO Temuan ini memperkuat kontribusi penelitian dalam mengidentifikasi alternatif sumber energi terbarukan serta mengoptimalkan nilai ekonomis biji durianTemuan ini memperkuat kontribusi penelitian dalam mengidentifikasi alternatif sumber energi terbarukan serta mengoptimalkan nilai ekonomis biji durian
STAISKUTIMSTAISKUTIM Berdasarkan hasil implementasi EDS, sekolah mampu menghasilkan data dan bukti yang lengkap serta akurat untuk membuat rencana kerja sekolah yang lebihBerdasarkan hasil implementasi EDS, sekolah mampu menghasilkan data dan bukti yang lengkap serta akurat untuk membuat rencana kerja sekolah yang lebih
UNILAUNILA Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial, terdiri dari dua analisis faktor, faktor pertama adalah inokulasi Rhizobium dan faktor kedua adalahPenelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial, terdiri dari dua analisis faktor, faktor pertama adalah inokulasi Rhizobium dan faktor kedua adalah
Useful /
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Intervensi gizi dilakukan melalui pemberian diet oral khusus untuk penyakit ginjal kronik, yang terdiri dari tiga kali makan utama dan dua kali makananIntervensi gizi dilakukan melalui pemberian diet oral khusus untuk penyakit ginjal kronik, yang terdiri dari tiga kali makan utama dan dua kali makanan
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR In developing countries, children aged 0-5 are vulnerable to nutritional problems. Indonesia is one of the developing countries that has not yet been ableIn developing countries, children aged 0-5 are vulnerable to nutritional problems. Indonesia is one of the developing countries that has not yet been able
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk asupan nutrisi dan status gizi. Konsumsi energi yang memadai dan status gizi yang baikPrestasi belajar siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk asupan nutrisi dan status gizi. Konsumsi energi yang memadai dan status gizi yang baik
UNILAUNILA Nilai koefisien determinasi yang dihasilkan sebesar 60,2 %, hal ini berarti bahwa persamaan tersebut mampu menerangkan variabel‑variabel yang berpengaruhNilai koefisien determinasi yang dihasilkan sebesar 60,2 %, hal ini berarti bahwa persamaan tersebut mampu menerangkan variabel‑variabel yang berpengaruh