JURNALDIALEKTIKAJURNALDIALEKTIKA

Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu SosialJurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial

Perubahan konstelasi geopolitik serta munculnya ancaman multi‑domain menuntut transformasi doktrin pertahanan yang dapat beradaptasi dengan dinamika strategis kontemporer. Artikel ini mengkaji peran kepemimpinan transformasional yang diperkaya dengan kemampuan adaptif dalam memobilisasi sumber daya manusia dan alam (HR‑SDA) untuk merancang doktrin pertahanan Indonesia yang responsif menuju Golden Indonesia 2045. Tujuan penelitian meliputi: (1) menganalisis karakteristik kepemimpinan transformasional dan adaptif yang relevan dengan mobilisasi HR‑SDA pada skala nasional; (2) membandingkan implikasi model kepemimpinan tersebut terhadap praktik pertahanan beberapa negara untuk memperoleh pelajaran yang dapat diadaptasi; dan (3) merumuskan desain model kepemimpinan strategis berbasis perjuangan, integritas, dan nilai‑nilai Pancasila. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi literatur dan analisis kebijakan, dipadukan dengan studi kasus komparatif untuk menelaah praktik di beberapa negara terpilih. Data sekunder dikumpulkan dari dokumen kebijakan nasional, publikasi akademik terkini, dan laporan institusi riset. Analisis dilakukan melalui analisis tematik, analisis dokumen, serta perbandingan lintas kasus untuk mengidentifikasi pola, mekanisme, dan risiko implementasi. Temuan menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional dengan visi strategis, pengaruh sebagai role model, stimulasi intelektual, serta perhatian individual, bila dipadukan dengan kepemimpinan adaptif, menciptakan kapasitas orkestrasi lintas sektor yang diperlukan untuk mobilisasi sumber daya manusia yang efektif. Perbandingan kasus mengungkap bahwa elemen percepatan teknologi dan fusi militer‑sipil dapat mempercepat modernisasi kemampuan, namun keberhasilan implementasi bergantung pada tata kelola transparan dan mekanisme kontrol sipil yang selaras dengan nilai‑nilai Pancasila. Berdasarkan sintesis tersebut, dirumuskan model kepemimpinan strategis yang terdiri dari enam pilar operasional (visi terintegrasi; orkestrasi sipil‑militer; pengembangan sumber daya manusia; integritas; pengambilan keputusan adaptif) beserta kerangka fase implementasi.

Penelitian ini menemukan bahwa kepemimpinan transformasional yang diperkaya dengan kemampuan adaptif menyediakan dasar yang kuat untuk memobilisasi sumber daya nasional secara efektif dalam rangka pembangunan doktrin pertahanan adaptif Indonesia menuju 2045.Model kepemimpinan strategis yang diusulkan, yang menggabungkan visi terintegrasi, orkestrasi sipil‑militer, pengembangan sumber daya manusia, integritas, dan pengambilan keputusan adaptif, menawarkan kerangka konseptual yang dapat diterapkan untuk reformasi doktrin pertahanan serta program mobilisasi sumber daya manusia dan alam.Peneliti merekomendasikan penggunaan metode campuran—wawancara mendalam dengan pemimpin militer/pembuat kebijakan, studi etnografi unit, serta survei kesiapan dan indikator R&D—untuk menguji secara empiris hubungan kausal antara praktik kepemimpinan transformasional dan hasil mobilisasi sumber daya dalam kondisi nyata.

Penelitian selanjutnya sebaiknya melakukan studi longitudinal di lapangan yang mengikuti implementasi model kepemimpinan strategis pada satuan TNI selama periode lima tahun, untuk mengukur dampaknya terhadap efektivitas mobilisasi sumber daya manusia dan alam serta keberlanjutan nilai‑nilai perjuangan dan integritas. Selanjutnya, diperlukan kajian komparatif terhadap mekanisme fusi sipil‑militer di negara‑negara ASEAN, dengan fokus pada bagaimana masing‑masing menyesuaikan model tersebut pada konteks nilai‑nilai kebangsaan dan Pancasila, sehingga dapat diidentifikasi praktik terbaik yang dapat diadopsi Indonesia. Selain itu, penelitian berbasis simulasi dan analisis skenario VUCA dapat menguji ketahanan doktrin pertahanan yang diusulkan di bawah berbagai ancaman multi‑domain, menilai efektivitas pengambilan keputusan adaptif serta kemampuan koordinasi lintas sektor. Ketiga arah studi ini akan melengkapi temuan saat ini, memberikan bukti empiris yang kuat, dan memperkuat dasar kebijakan untuk modernisasi pertahanan nasional. Studi longitudinal dapat menggunakan survei kesiapan tahunan dan analisis dokumen kebijakan, sedangkan kajian komparatif memanfaatkan wawancara dengan pejabat pertahanan serta analisis dokumen regulasi, dan simulasi dapat memanfaatkan model agent‑based untuk mensimulasikan interaksi antar sektor.

  1. Transformational leadership, well-being, morale, and readiness: The mediating role of empowerment: Military... tandfonline.com/doi/full/10.1080/08995605.2024.2319522Transformational leadership well being morale and readiness The mediating role of empowerment Military tandfonline doi full 10 1080 08995605 2024 2319522
Read online
File size297.64 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test