UNIMALUNIMAL

Acta Aquatica: Aquatic Sciences JournalActa Aquatica: Aquatic Sciences Journal

Ikan baung (Hemibagrus nemurus) merupakan salah satu komoditas ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan sudah banyak dibudidaya di daerah Provinsi Riau. Pakan yang diberikan belum memenuhi semua kandungan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan larva. Salah satu cara meningkatkan kualitas pakan yaitu diperkaya dengan minyak ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sumber minyak terbaik pada pengayaan pakan terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan larva ikan baung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September 2023 di Laboratorium Pembenihan dan Pemuliaan Ikan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu, P1 (pakan komersial), P2 (minyak ikan hiu 8%), P3 (minyak ikan patin 8%), P4 (minyak cumi-cumi 8%), P5 (minyak hati ikan cod 8%). Larva dipelihara selama 40 hari dengan padat tebar 5 ekor/liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengayaan pakan dengan sumber minyak berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan bobot mutlak, panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, dan kelulushidupan. Pengayaan pakan dengan minyak cumi-cumi menghasilkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya dengan bobot 0,71 g, panjang mutlak 3,06 cm, laju pertumbuhan spesifik 14,03%, dan kelulushidupan 68,00%. Respons larva terhadap pakan sangat agresif dan habis tidak bersisa. Parameter kualitas air selama penelitian masih dalam kategori baik untuk larva ikan baung dengan suhu 28,7-30,1°C, pH 6,5-6,8, dan oksigen terlarut 4,0-5,3 mg/l.

Pengayaan pakan dengan sumber minyak berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan bobot mutlak, panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, dan kelulushidupan larva ikan baung.Pengayaan pakan dengan minyak cumi-cumi menghasilkan pertumbuhan dan kelulushidupan terbesar dibandingkan dengan perlakuan lainnya.Respons larva terhadap pakan sangat agresif dan pakan yang diberikan cenderung habis tidak bersisa.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh penambahan minyak cumi-cumi pada pakan terhadap komposisi tubuh larva ikan baung, seperti kandungan lemak dan protein, untuk memahami mekanisme peningkatan pertumbuhan yang terjadi. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada optimasi dosis minyak cumi-cumi dalam pakan untuk mendapatkan hasil pertumbuhan dan kelulushidupan yang lebih maksimal, dengan mempertimbangkan biaya dan efisiensi penggunaan pakan. Ketiga, studi komparatif perlu dilakukan untuk membandingkan efektivitas minyak cumi-cumi dengan sumber minyak alternatif lainnya yang lebih mudah didapatkan dan lebih ekonomis, seperti minyak limbah pengolahan seafood, untuk mengembangkan formulasi pakan yang berkelanjutan dan terjangkau bagi pembudidaya ikan baung. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai pemanfaatan sumber minyak dalam meningkatkan produktivitas budidaya ikan baung.

  1. Acta Aquatica: Jurnal Ilmu Perikanan. feed enrichment different oil sources growth survival rate asian... ojs.unimal.ac.id/acta-aquatica/article/view/15999Acta Aquatica Jurnal Ilmu Perikanan feed enrichment different oil sources growth survival rate asian ojs unimal ac acta aquatica article view 15999
Read online
File size1.05 MB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test