UNRAMUNRAM

Jurnal PepaduJurnal Pepadu

Lobster pasir (Panulirus homarus) merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi dengan permintaan besar di pasar lokal maupun internasional. Peningkatan kebutuhan tersebut menjadikan budidaya lobster pasir sebagai peluang usaha yang potensial dan menguntungkan bagi masyarakat pesisir di Dusun Ujung Betok. Dusun Ujung Betok merupakan wilayah pesisir yang memiliki potensi sumber daya laut dan ditetapkan sebagai kawasan budidaya lobster pasir di NTB. Masyarakat nelayannya memiliki Kelompok Usaha Bersama (KUB) Segare Lauq yang bergerak di bidang perikanan dan budidaya laut, terutama lobster. Kendala utama pembudidaya adalah kondisi benih yang tidak 100% sehat dan siap dibudidayakan, dengan tingkat kematian mencapai 50% dalam satu hingga dua hari pemeliharaan. Permasalahan ini dapat diatasi dengan karantina benih sebelum ditebar. Tim pengabdian melakukan sosialisasi dan pendampingan teknis pembuatan dan pemanfaatan wadah karantina berbentuk tabung dengan ketinggian 1,5 m, diameter 1 m, dan ukuran mata jaring 1 inch. Diharapkan wadah karantina dapat mendukung budidaya lobster untuk menghasilkan benih yang lebih sehat, seragam, dan siap dibudidayakan, serta memudahkan sortasi dan mengurangi stres pada lobster siap kirim. Kegiatan ini diharapkan meningkatkan kinerja IKU 5, yaitu pemanfaatan hasil kerja dosen oleh masyarakat.

Kegiatan sosialisasi dan pendampingan teknis menunjukkan bahwa wadah karantina sangat diperlukan untuk menampung benih lobster yang akan dibudidaya.Wadah karantina yang dibuat berukuran tinggi 1,5 meter dan diameter 1 meter dengan ukuran mata jaring 1 inch, terbukti mampu mendukung kegiatan budidaya lobster untuk menghasilkan benih yang lebih sehat dan seragam.Selain itu, wadah karantina juga berfungsi untuk menampung lobster pasca panen, mempermudah proses sortasi, dan mengurangi tingkat stres pada lobster sebelum pengiriman.

Berdasarkan hasil pengabdian ini, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada efektivitas wadah karantina terhadap tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan lobster pasir dalam berbagai kondisi lingkungan. Selain itu, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai desain wadah karantina yang lebih optimal, mempertimbangkan faktor-faktor seperti aerasi, sirkulasi air, dan kemudahan pembersihan. Penelitian selanjutnya juga dapat mengkaji pengaruh penggunaan probiotik atau bahan aditif lain dalam wadah karantina terhadap peningkatan kualitas benih lobster dan daya tahan terhadap penyakit. Pengembangan sistem monitoring kualitas air secara real-time di dalam wadah karantina juga dapat menjadi fokus penelitian, sehingga pembudidaya dapat mengambil tindakan preventif jika terjadi perubahan parameter kualitas air yang dapat membahayakan kesehatan lobster. Terakhir, penelitian mengenai aspek ekonomi dari penggunaan wadah karantina, termasuk analisis biaya-manfaat dan potensi peningkatan pendapatan pembudidaya, perlu dilakukan untuk memberikan gambaran yang komprehensif mengenai manfaat penerapan teknologi karantina dalam budidaya lobster pasir.

  1. Pemeliharaan Lobster Pasir (Panulirus Homarus) Menggunakan Keramba Jaring Dasar Di Perairan Selat Bali... doi.org/10.56630/jago.v5i1.704Pemeliharaan Lobster Pasir Panulirus Homarus Menggunakan Keramba Jaring Dasar Di Perairan Selat Bali doi 10 56630 jago v5i1 704
Read online
File size641.93 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test