UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Luka bakar merupakan kerusakan pada kulit atau jaringan yang disebabkan oleh suhu tinggi, radiasi, listrik, atau kontak dengan zat kimia. Penyembuhan luka bakar melibatkan fase inflamasi, proliferasi, dan remodeling. Infeksi dapat mengganggu penyembuhan luka bakar. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas madu dan ekstrak etanol daun kelor terhadap percepatan penyembuhan luka bakar derajat II pada tikus putih jantan secara makroskopis. Penelitian ini menggunakan desain True Eksperimental dengan memberikan madu dan ekstrak etanol daun kelor dalam sediaan gel untuk mempengaruhi percepatan penyembuhan luka bakar derajat II pada tikus secara makroskopis. Data penelitian dianalisis menggunakan uji Nonparametrik uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kelor memiliki nilai diameter penyusutan luka lebih kecil yaitu rata-rata 12.09 mm dibandingkan madu yang memiliki diameter penyusutan luka 14.54 mm. Berdasarkan nilai persentase reduksi luka, Ekstrak etanol daun kelor memiliki persentase reduksi luka sebesar 39,90% dibandingkan dengan madu yang memiliki nilai persentase reduksi luka 27,26%.

Ekstrak etanol daun kelor memiliki nilai diameter penyusutan luka lebih kecil yaitu rata-rata 12.09 mm dibandingkan madu yang memiliki diameter penyusutan luka 14.Berdasarkan nilai persentase reduksi luka, ekstrak etanol daun kelor memiliki persentase reduksi luka sebesar 39,90% dibandingkan dengan madu yang memiliki nilai persentase reduksi luka 27,26%.Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kelor lebih efektif dalam mempercepat penyembuhan luka bakar derajat II pada tikus dibandingkan dengan madu.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi senyawa aktif spesifik dalam ekstrak etanol daun kelor yang berperan dalam percepatan penyembuhan luka, serta mekanisme kerjanya secara lebih mendalam. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada optimasi formulasi gel ekstrak etanol daun kelor, misalnya dengan menambahkan bahan lain yang dapat meningkatkan penetrasi ekstrak ke dalam jaringan luka atau meningkatkan stabilitasnya. Ketiga, penelitian klinis pada manusia diperlukan untuk menguji efektivitas dan keamanan ekstrak etanol daun kelor sebagai terapi tambahan dalam penanganan luka bakar derajat II, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan pasien.

Read online
File size435.06 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test