UNSADAUNSADA

Jurnal Sosial HumanioraJurnal Sosial Humaniora

Konstitusi Jepang adalah pasifisme sejak tahun 1950, yaitu konsentrasi diplomasi militer yang mengalami perubahan akibat kekalahan Jepang terhadap sekutu, terutama Amerika Serikat. Pasifisme secara khusus diperkenalkan oleh Supreme Commander of Alliance Power (SCAP) sebagai upaya mengubah citra negara dan wajah feodal Jepang. Dalam perkembangannya, Jepang membentuk Japan Defense Agency (JDA) sebagai lembaga pertahanan keamanan. Amerika Serikat dan Jepang memperkuat hubungan untuk menjaga keamanan negara baik dalam kepentingan domestik maupun bilateral. Tulisan ini menjelaskan hubungan konstitusi pasifisme Jepang menggunakan Japan Maritime Self Defence Force (JMSDF) sebagai alat diplomasi maritim dengan Amerika Serikat.

Bentuk konstitusi pasifisme setelah penyerahan tanpa syarat kepada sekutu membuat konsep-konsep Barat mulai diperkenalkan.Artikel 9 membuat Jepang tidak dapat memiliki dan mengatur lembaga keamanan negara.Self Defence Force (SDF) sendiri pada awalnya terbentuk sebagai upaya untuk pertahanan diri Jepang namun nyatanya tetap memiliki anggaran militer untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.Kerjasama pertahanan keamanan dengan Amerika Serikat telah diberlakukan sejak tahun 1952 hingga saat ini sebagai penjaga perdamaian untuk Jepang dan kawasan Asia Pasifik serta mencegah timbulnya ancaman regional.Diplomasi dalam bentuk kerjasama pelatihan dilakukan oleh JMSDF bersama negara lainnya seperti Korea, Cina, Rusia, dan negara-negara di kawasan Asia Timur, namun hubungan dekat dengan Amerika Serikat adalah dengan membentuk The Japan-U.Menghadapi kekuatan ancaman nuklir Korea Utara, Jepang berpikir untuk merevisi artikel 9 yang merupakan dasar dari konstitusi pasifis.Hal tersebut menjadi perdebatan di domestik dan juga negara lainnya.Hingga saat ini kerjasama antara JMSDF dengan negara lain adalah berkontribusi untuk keamanan internasional.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide, seperti: . . 1. Menganalisis lebih dalam tentang bagaimana Jepang dapat mempertahankan kebijakan pasifisme di tengah tekanan dan tantangan keamanan regional, terutama dengan adanya ancaman nuklir dari Korea Utara. . . 2. Meneliti lebih lanjut tentang strategi diplomasi maritim Jepang dan bagaimana hal ini mempengaruhi hubungan Jepang dengan negara-negara lain di kawasan Asia Pasifik, serta bagaimana strategi ini dapat dikembangkan untuk meningkatkan keamanan regional. . . 3. Mempertimbangkan dampak revisi Artikel 9 terhadap hubungan Jepang dengan Amerika Serikat dan negara-negara lain, serta bagaimana hal ini dapat mempengaruhi kebijakan pertahanan dan keamanan Jepang di masa depan.

Read online
File size323.01 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test