UNIPEMUNIPEM

ipsikomipsikom

Badan Bank Tanah yang bergerak utamanya dalam bidang pertanahan membutuhkan teknologi yang dapat mengelola peta secara tersentralisasi, dan dapat digunakan secara internal maupun kolaborasi baik dengan penyedia eksternal melalui koneksi service untuk menunjang analisa serta monitoring asset HPL oleh para stakeholder terkait berdasarkan tingkatan level akses yang diberikan. Saat ini Badan Bank Tanah belum memiliki system GIS yang tersentralisasi, proses pembuatan shapefile dan polygon peta masih dilakukan oleh masing-masing staff. Hal ini mengakibatkan tidak terstandarnya informasi, tipe database, dan struktur data yang dibuat, serta mengakibatkannya database shapefile dan polygon peta tersimpan pada masing-masing alat kerja staff. Resiko yang dapat terjadi dari hal ini adalah hilang atau misinformasi yang dibutuhkan, sehingga apabila dibutuhkan membutuhkan waktu untuk mempersiapkan data. Solusi dari aplikasi yang dicari adalah software yang memiliki kapabilitas untuk dapat menyimpan data secara terstandar, terhubung dengan aplikasi GIS eksternal melalui metode service, dan tersentralisasi sehingga data tersebut dapat disimpan dalam environment yang aman.

Penggunaan ArcGIS di badan bank tanah terbukti efektif dalam mengelola data lahan dan menyediakan informasi spasial yang akurat.Teknologi ini mendukung efisiensi dalam pemetaan, analisis, dan pemantauan aset lahan negara.Disarankan untuk memperluas penerapan ArcGIS pada wilayah yang lebih luas, meningkatkan keterampilan teknis SDM di badan bank tanah, dan berkolaborasi dengan institusi lain untuk akses data spasial yang lebih komprehensif.

Penelitian lanjutan dapat memprioritaskan evaluasi implementasi GIS berbasis open-source untuk mengurangi ketergantungan pada lisensi mahal. Selain itu, perlu dilakukan studi komparatif antara ArcGIS dan platform GIS lain dalam skenario optimalisasi data pertanahan di lembaga negara skala menengah. Terakhir, penelitian tentang desain kurikulum pelatihan berbasis kompetensi untuk staf Badan Bank Tanah dalam pemanfaatan teknologi GIS perlu dikembangkan untuk memastikan keberlanjutan penggunaan sistem. Kajian terhadap integrasi data spasial multi-sumber untuk meningkatkan akurasi pemetaan juga menjadi arah penting berikutnya.

Read online
File size445.82 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test