UMLUML

Psyche: Jurnal PsikologiPsyche: Jurnal Psikologi

Kehadiran anak dengan autism spectrum disorder (ASD) membawa tantangan tersendiri bagi saudara kandung disebabkan ASD sebagai gangguan yang menyebabkan terjadinya defisit pada interaksi sosial dan komunikasi. Karakteristik anak dengan ASD menyebabkan terjadinya beragam interaksi baik positif maupun negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana relasi saudara pada remaja yang memiliki saudara kandung dengan gangguan ASD. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review. Pencarian literature review melibatkan basis data Google Scholar serta SpringerLink dengan rentang tahun penerbitan mulai dari 2014-2024. Diperoleh 10 artikel terpilih yang tergambar melalui empat dimensi yaitu dimensi warmth atau closeness, relative status atau power, conflict, dan dimensi rivalry. Implikasi penelitian menunjukan adanya kebutuhan untuk mengidentifikasi faktor-faktor individual dan konteks sistem keluarga serta konteks lingkungan yang lebih luas untuk menemukan dinamika relasi saudara kandung dengan ASD. Selain itu, perlu adanya dorongan untuk meningkatkan keterlibatan orang tua dalam mengelola ketegangan dan konflik dalam relasi bersaudara dengan ASD.

Dalam tantangan membangun relasi saudara dengan anak dengan ASD, remaja mengalami berbagai perasaan dan pengalaman baru yang berbeda.Relasi yang terbangun secara positif dan negatif tergambar melalui empat tema yaitu kepedulian dan kehangatan, dominasi oleh saudara kandung, ketegangan antara saudara kandung, dan persaingan.Penelitian ini mendorong untuk mengidentifikasi faktor-faktor individual dan konteks sistem keluarga serta konteks lingkungan yang lebih luas untuk menemukan dinamika relasi saudara kandung dengan ASD, serta meningkatkan keterlibatan orang tua dalam mengelola ketegangan dan konflik dalam relasi bersaudara dengan ASD.

Berdasarkan hasil kajian literatur ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu menggali lebih dalam mengenai strategi coping yang efektif digunakan oleh remaja dalam menghadapi tantangan relasi dengan saudara kandung dengan ASD, termasuk peran dukungan sosial dari teman sebaya dan lingkungan sekolah. Kedua, penting untuk meneliti bagaimana perbedaan karakteristik individu, baik pada remaja maupun pada saudara dengan ASD, memengaruhi dinamika relasi mereka, seperti tingkat keparahan gejala ASD, gaya pengasuhan orang tua, dan kepribadian remaja. Ketiga, penelitian kualitatif yang mendalam dapat dilakukan untuk memahami perspektif dan pengalaman subjektif remaja dalam menjalani relasi dengan saudara kandung dengan ASD, termasuk bagaimana mereka memaknai peran mereka dalam keluarga dan bagaimana mereka mengatasi stigma atau diskriminasi yang mungkin mereka hadapi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kompleksitas relasi saudara dalam keluarga dengan ASD, serta memberikan dasar bagi pengembangan intervensi yang lebih efektif untuk meningkatkan kualitas hidup seluruh anggota keluarga.

  1. HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN TINGKAT STRES ORANG TUA DENGAN ANAK PENDERITA AUTISME | Hapsari... doi.org/10.36269/psyche.v1i2.101HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN TINGKAT STRES ORANG TUA DENGAN ANAK PENDERITA AUTISME Hapsari doi 10 36269 psyche v1i2 101
  2. “ENGKAU BERHARGA BAGIKU”: RELASI SAUDARA REMAJA YANG MEMILIKI SAUDARA... doi.org/10.36269/psyche.v7i1.2596yCeENGKAU BERHARGA BAGIKUyCAy RELASI SAUDARA REMAJA YANG MEMILIKI SAUDARA doi 10 36269 psyche v7i1 2596
Read online
File size521.29 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test