USUUSU

LingPoet: Journal of Linguistics and Literary ResearchLingPoet: Journal of Linguistics and Literary Research

Penelitian ini mengeksplorasi efektivitas pembelajaran kolaboratif berbasis Kahoot! sebagai strategi instruksional untuk meningkatkan keterampilan membaca di kalangan pembelajar Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL). Penelitian dilakukan di Sekolah Menengah Atas di Medan dengan 22 siswa kelas sepuluh sebagai partisipan. Menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui metode kuantitatif (tes awal dan tes akhir) serta kualitatif (observasi aktivitas siswa dan dokumentasi). Hasil tes awal menunjukkan bahwa tidak ada siswa yang mencapai nilai ketuntasan minimal (KKM) 75, dengan rata-rata skor 47. Pada Siklus I, hanya 31,81% siswa yang melampaui batas tersebut, dengan rata-rata skor meningkat menjadi 70. Namun, pada Siklus II, terjadi peningkatan signifikan di mana 72,72% siswa memperoleh skor di atas KKM, meningkatkan rata-rata skor menjadi 80. Selain itu, temuan kualitatif menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam keterlibatan, partisipasi, dan antusiasme siswa, dengan tingkat aktivitas meningkat dari 55% pada Siklus I menjadi 87% pada Siklus II. Hasil ini menunjukkan bahwa integrasi aplikasi Kahoot! ke dalam lingkungan pembelajaran kolaboratif dapat secara signifikan meningkatkan hasil kognitif (pemahaman membaca) maupun faktor afektif (motivasi dan interaksi) di kelas EFL. Sifat interaktif dan berbasis permainan dari Kahoot! menciptakan atmosfer yang berpusat pada siswa, mendorong partisipasi aktif, dan memfasilitasi pemahaman mendalam terhadap materi bacaan. Penelitian menyimpulkan bahwa Kahoot! merupakan alat digital yang bernilai untuk mengubah instruksi membaca tradisional menjadi pengalaman yang dinamis, menarik, dan kolaboratif, sehingga berkontribusi pada peningkatan hasil literasi dalam konteks EFL.

Penelitian ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan membaca dan keterlibatan siswa melalui penerapan pembelajaran kolaboratif berbasis Kahoot.Strategi ini berhasil karena kombinasi antara elemen permainan, kerja sama siswa, dan fasilitasi adaptif oleh guru.Pendekatan ini terbukti efektif dalam mengatasi tantangan motivasi dan ketidakaktifan dalam pembelajaran membaca, terutama di lingkungan sekolah kejuruan.

Pertama, perlu diteliti bagaimana adaptasi Kahoot! dalam format kolaboratif dapat diterapkan pada keterampilan bahasa lain seperti menulis atau menyimak, untuk melihat apakah dampak positifnya konsisten di seluruh keterampilan berbahasa. Kedua, penelitian lanjutan bisa menguji efektivitas strategi serupa pada siswa dengan berbagai tingkat kemampuan atau di tingkat sekolah yang berbeda, misalnya antara siswa reguler dan kejuruan, guna mengeksplorasi faktor kontekstual yang memengaruhi keberhasilan intervensi. Ketiga, penting untuk mempelajari bagaimana dinamika kelompok selama sesi Kahoot! kolaboratif memengaruhi pembelajaran individu, termasuk peran siswa dengan kemampuan lebih tinggi dalam membimbing teman sebaya, sehingga dapat dirancang struktur kelompok yang optimal untuk mendukung pembelajaran inklusif. Dengan memahami ketiga aspek ini, pendidik dapat lebih baik merancang intervensi berbasis teknologi yang tidak hanya menarik, tetapi juga mendalam dan merata manfaatnya bagi semua siswa. Penelitian-penelitian ini akan memperkaya pemahaman tentang bagaimana elemen teknologi, interaksi sosial, dan desain instruksional saling berhubungan dalam pembelajaran bahasa. Selain itu, temuan dari studi semacam itu dapat membantu pengembangan pedagogi digital yang lebih responsif terhadap kebutuhan beragam siswa di kelas EFL. Melalui pendekatan penelitian yang sistematis dan berbasis bukti, pendidik dapat memastikan bahwa penggunaan alat seperti Kahoot! tidak hanya sekadar hiburan, tetapi menjadi bagian integral dari strategi pembelajaran yang bermakna. Studi lanjutan juga bisa mengeksplorasi durasi ideal siklus pembelajaran dan frekuensi penggunaan Kahoot! agar efek positifnya bertahan lama. Penting pula untuk mempertimbangkan bagaimana kondisi infrastruktur sekolah, seperti ketersediaan perangkat dan akses internet, memengaruhi kelayakan dan efektivitas penerapan strategi ini secara luas. Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, penelitian di masa depan dapat memberikan pedoman praktis bagi sekolah dan guru dalam mengintegrasikan teknologi secara efektif dan berkelanjutan.

  1. From game design elements to gamefulness | Proceedings of the 15th International Academic MindTrek Conference:... dl.acm.org/doi/10.1145/2181037.2181040From game design elements to gamefulness Proceedings of the 15th International Academic MindTrek Conference dl acm doi 10 1145 2181037 2181040
  2. Using Kahoot! in the Classroom to Create Engagement and Active Learning: A Game-Based Technology Solution... doi.org/10.1177/2379298116689783Using Kahoot in the Classroom to Create Engagement and Active Learning A Game Based Technology Solution doi 10 1177 2379298116689783
Read online
File size396.48 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test