UINMYBATUSANGKARUINMYBATUSANGKAR

Al Ushuliy: Jurnal Mahasiswa Syariah dan HukumAl Ushuliy: Jurnal Mahasiswa Syariah dan Hukum

Penelitian ini membahas persoalan pelayanan kesehatan reproduksi dalam konteks Pasal 103 Ayat (4) Huruf e Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024, yang mengatur mengenai penyediaan alat kontrasepsi bagi anak usia sekolah dan remaja. Fokus utama kajian ini adalah menganalisis latar belakang lahirnya pasal tersebut serta meninjau ketentuan tersebut dari perspektif fiqh siyasah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahirnya ketentuan dalam Pasal 103 Ayat (4) Huruf e dilatarbelakangi oleh meningkatnya pergaulan bebas di kalangan remaja, tingginya angka aborsi pada usia 15–19 tahun, banyaknya dispensasi pernikahan akibat hubungan pranikah, serta upaya pemerintah untuk menekan risiko penyebaran penyakit menular seksual (PMS) termasuk HIV/AIDS. Dalam perspektif fiqh siyasah, penyediaan alat kontrasepsi bagi remaja dipandang bergantung pada status pernikahan mereka. Jika remaja telah menikah, penggunaan alat kontrasepsi dinilai mubah (diperbolehkan). Namun, apabila belum menikah, maka hukumnya haram karena dikhawatirkan menjadi sarana untuk melakukan perbuatan zina, yang bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum Islam.

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penerbitan Pasal 103 Ayat (4) Huruf e PP No.28 Tahun 2024 dilatarbelakangi oleh beberapa faktor.Pertama, fenomena hubungan seksual pranikah di kalangan remaja.Kedua, tingginya angka aborsi di kalangan remaja usia 15–19 tahun.Ketiga, peningkatan dispensasi perkawinan sebagai dampak dari hubungan pranikah.Dari perspektif fiqh siyasah, penggunaan kontrasepsi bagi remaja diizinkan jika sudah menikah karena hukumnya mubah, namun haram bagi yang belum menikah karena berpotensi memfasilitasi perbuatan zina.

Penelitian lanjutan disarankan untuk mengkaji efektivitas pendidikan seksual di sekolah dalam mengurangi pergaulan bebas di kalangan remaja, serta mengembangkan model kebijakan yang lebih jelas untuk pemberian kontrasepsi kepada remaja menikah tanpa menimbulkan penyalahgunaan. Selain itu, perlu diteliti lebih lanjut pengaruh program KB terhadap tingkat pernikahan dini dan tren aborsi di Indonesia, khususnya di wilayah dengan angka kasus tinggi. Studi komparatif antara pendekatan hukum Islam dan kebijakan kesehatan reproduksi negara-negara non-muslim dapat memberikan wawasan untuk penyempurnaan regulasi.

  1. Student Buy-In to Active Learning in a College Science Course | CBE—Life Sciences Education. student... doi.org/10.1187/cbe.16-07-0212Student Buy In to Active Learning in a College Science Course CBEAiLife Sciences Education student doi 10 1187 cbe 16 07 0212
  2. Active‐Constructive‐Interactive: A Conceptual Framework for Differentiating Learning... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1756-8765.2008.01005.xActiveyAAAaConstructiveyAAAaInteractive A Conceptual Framework for Differentiating Learning onlinelibrary wiley doi 10 1111 j 1756 8765 2008 01005 x
  1. #kesehatan reproduksi remaja#kesehatan reproduksi remaja
  2. #remaja usia#remaja usia
Read online
File size369.33 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-34U
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test