SERAMBI MEKKAHSERAMBI MEKKAH

jurnal serambi ilmujurnal serambi ilmu

Dalam penerapan PMRI di sekolah, siswa belajar secara mandiri atau berkelompok untuk menentukan strategi penyelesaian kontekstual. Strategi ini dikembangkan dan diciptakan sendiri oleh siswa (free production) dalam bentuk matematika informal (diagram, gambar, kode, simbol, dan lainnya) dan juga matematika formal seperti konsep dan algoritma yang telah mereka pelajari sebelumnya. Guru memfasilitasi pembentukan matematika informal menjadi matematika formal yang standar. Aktifitas belajar berlangsung secara maju melalui diskusi interaktif antara siswa dan guru. Pendekatan realistik merupakan pendekatan pembelajaran matematika yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat secara aktif dan mentalnya dalam mengkonstruksi pengetahuan yang dikaitkan dengan pengalaman kehidupan nyata siswa. Tulisan ini akan membahas contoh soal kontekstual dan alternatif jawaban siswa yang muncul pada proses pembelajaran yang bertujuan mengkonstruksi algoritma perkalian. Proses ini diperlukan untuk menjembatani siswa dalam melakukan perkalian yang hasilnya bilangan tiga angka. Perkalian yang hasilnya bilangan tiga angka merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dicapai siswa kelas III semester 1 berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Alternatif jawaban siswa didasarkan pada pengamatan yang dilakukan terhadap siswa SD Negeri 69 Banda Aceh, SDIT Nurul Ishlah Banda Aceh, dan SD Negeri 3 Banda Aceh.

Pengetahuan matematika harus dibangun sendiri oleh siswa melalui penemuan kembali konsep dan prosedur, bukan sekadar diajarkan.Dalam konteks ini, masalah kontekstual yang relevan dengan kehidupan siswa atau dapat dibayangkan sangat esensial untuk memfasilitasi proses matematisasi, terutama dalam mengkonstruksi algoritma perkalian bilangan tiga angka.Oleh karena itu, peran guru sangat mutlak dalam memfasilitasi transisi dari pemahaman matematika informal siswa ke bentuk formal yang standar melalui diskusi interaktif.

Penelitian ini memberikan wawasan berharga mengenai proses siswa mengkonstruksi algoritma perkalian melalui Pendekatan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). Namun, untuk memperkaya pemahaman kita, akan sangat bermanfaat jika ada studi lanjutan yang secara kuantitatif membandingkan efektivitas PMRI dalam meningkatkan pemahaman dan retensi konsep perkalian pada siswa sekolah dasar dibandingkan dengan metode pengajaran konvensional. Penelitian semacam itu dapat mengukur capaian belajar siswa dalam jangka pendek maupun panjang, serta kemampuan mereka mengaplikasikan konsep pada permasalahan yang lebih kompleks. Selain itu, mengingat potensi PMRI yang mendalam, sebuah arah penelitian menarik lainnya adalah mengeksplorasi bagaimana pendekatan ini dapat diterapkan dan diadaptasi untuk mengajarkan konsep-konsep matematika yang lebih abstrak atau di jenjang pendidikan yang lebih tinggi, misalnya dalam aljabar dasar atau geometri, untuk melihat apakah prinsip konstruksi pengetahuan melalui konteks juga efektif. Terakhir, karena peran guru sangat sentral dalam memfasilitasi proses ini, penelitian bisa fokus pada identifikasi tantangan yang dihadapi guru saat mengimplementasikan PMRI secara konsisten di kelas, serta pengembangan model pelatihan dan dukungan profesional yang efektif untuk memastikan transisi siswa dari pemahaman informal ke formal berjalan optimal. Studi-studi ini akan membantu memvalidasi dan memperluas jangkauan manfaat PMRI dalam ekosistem pendidikan.

Read online
File size60.22 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test