INTELEKTUALINTELEKTUAL
EduLearnEduLearnPenelitian ini mengevaluasi hambatan dalam pemanfaatan e-learning oleh mahasiswa perguruan tinggi di Katsina State, Nigeria. Desain penelitian menggunakan survei deskriptif dengan 381 responden yang dipilih secara acak dari empat institusi pendidikan tinggi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan reliabilitas uji-ulang sebesar 0,88 dan dianalisis menggunakan frekuensi, persentase, rata-rata, dan uji-t. Hasil menunjukkan bahwa semua dari 15 faktor hambatan yang diteliti memengaruhi penggunaan e-learning dalam tingkat yang berbeda, dengan faktor utama berupa biaya pembelian sumber daya e-learning dan ketersediaan listrik yang terbatas. Tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam hambatan berdasarkan jenis kelamin (t=-0,796, df=397, p>0,05), tetapi ada perbedaan signifikan antara mahasiswa universitas dan politeknik (t=-2,969, p<0,05). Disarankan agar pemerintah menangani semua hambatan yang diidentifikasi untuk meningkatkan akses e-learning.
Mayoritas faktor yang diteliti (12 dari 15) menjadi hambatan signifikan dalam pemanfaatan e-learning oleh mahasiswa perguruan tinggi di Katsina State, Nigeria.Pemerintah dan pengelola institusi pendidikan perlu segera mengatasi masalah seperti biaya sumber daya e-learning, ketersediaan listrik, dan infrastruktur pendukung.Perlu kebijakan khusus untuk mengurangi kesenjangan antara universitas dan politeknik dalam mengakses e-learning.
Penelitian lanjutan dapat mengkaji perbedaan struktural antara universitas dan politeknik dalam mengakses e-learning melalui studi komparatif lintas institusi. Kedua, pengembangan model biaya efektif untuk infrastruktur e-learning yang sesuai dengan kondisi daerah terpencil di Nigeria. Ketiga, penelitian tentang dampak kebijakan pemerintah terhadap adopsi e-learning melalui analisis kebijakan sebelum dan sesudah intervensi. Studi-studi ini dapat memberikan rekomendasi spesifik untuk meningkatkan kesetaraan akses dan kualitas pendidikan berbasis teknologi.
| File size | 180.92 KB |
| Pages | 6 |
| Short Link | https://juris.id/p-MC |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
INTELEKTUALINTELEKTUAL Temuan penelitian ini umumnya mengungkapkan kemiskinan dan penderitaan Almajiris. Terlihat kurangnya perawatan orang tua dan bahaya yang mereka alami setiapTemuan penelitian ini umumnya mengungkapkan kemiskinan dan penderitaan Almajiris. Terlihat kurangnya perawatan orang tua dan bahaya yang mereka alami setiap
INTELEKTUALINTELEKTUAL Populasi penelitian ini adalah siswa kelas dua sekolah dasar di Kecamatan Candimulyo, yang melibatkan dua kelas sebagai kelas kontrol dan kelas eksperimen.Populasi penelitian ini adalah siswa kelas dua sekolah dasar di Kecamatan Candimulyo, yang melibatkan dua kelas sebagai kelas kontrol dan kelas eksperimen.
INTELEKTUALINTELEKTUAL Penggunaan berbagai sumber daya TIK, termasuk perangkat keras dan lunak, serta platform komunikasi harus ditingkatkan untuk menumbuhkan keterampilan siswa.Penggunaan berbagai sumber daya TIK, termasuk perangkat keras dan lunak, serta platform komunikasi harus ditingkatkan untuk menumbuhkan keterampilan siswa.
INTELEKTUALINTELEKTUAL Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan e-modul interaktifPenelitian ini menggunakan metode pre-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan e-modul interaktif
INTELEKTUALINTELEKTUAL Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui survei,Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui survei,
INTELEKTUALINTELEKTUAL Penelitian ini berfokus pada perubahan karakter siswa berkebutuhan khusus atau tidak menggunakan metode pendampingan sebaya yang dimodifikasi dengan berbagaiPenelitian ini berfokus pada perubahan karakter siswa berkebutuhan khusus atau tidak menggunakan metode pendampingan sebaya yang dimodifikasi dengan berbagai
INTELEKTUALINTELEKTUAL Tiga hipotesis dirumuskan dan diuji menggunakan analisis statistik inferensial Chi‑Square. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data dari responden.Tiga hipotesis dirumuskan dan diuji menggunakan analisis statistik inferensial Chi‑Square. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data dari responden.
INTELEKTUALINTELEKTUAL Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi adaptasi yang diterapkan oleh dua sekolah inklusi Muhammadiyah di Surabaya, yaitu Sekolah Peduli Anak HebatPenelitian ini bertujuan menganalisis strategi adaptasi yang diterapkan oleh dua sekolah inklusi Muhammadiyah di Surabaya, yaitu Sekolah Peduli Anak Hebat
Useful /
INTELEKTUALINTELEKTUAL Implementasi proyek akan memerlukan waktu dan upaya yang cukup besar dari guru, tetapi kerangka pedagogis yang kami ajukan dapat menjadi titik awal danImplementasi proyek akan memerlukan waktu dan upaya yang cukup besar dari guru, tetapi kerangka pedagogis yang kami ajukan dapat menjadi titik awal dan
INTELEKTUALINTELEKTUAL Jika kebijakan tersebut diterima secara positif, mahasiswa akan berusaha memenuhi standar, sedangkan penolakan dapat menyebabkan penurunan motivasi danJika kebijakan tersebut diterima secara positif, mahasiswa akan berusaha memenuhi standar, sedangkan penolakan dapat menyebabkan penurunan motivasi dan
INTELEKTUALINTELEKTUAL Penentuan jumlah sampel dilakukan dengan teknik sampling purposif. Instrumen ini dianalisis menggunakan analisis faktor. Dari 15 item yang akan digunakanPenentuan jumlah sampel dilakukan dengan teknik sampling purposif. Instrumen ini dianalisis menggunakan analisis faktor. Dari 15 item yang akan digunakan
INTELEKTUALINTELEKTUAL Tahap perkembangan moral individu akan menentukan perilaku seseorang. Kohlberg membagi perkembangan moral menjadi tiga tahap, yaitu pra-konvensional, konvensional,Tahap perkembangan moral individu akan menentukan perilaku seseorang. Kohlberg membagi perkembangan moral menjadi tiga tahap, yaitu pra-konvensional, konvensional,