INTELEKTUALINTELEKTUAL
EduLearnEduLearnPenelitian ini bertujuan untuk menentukan konsep-konsep yang diungkapkan oleh siswa kelas empat sekolah dasar melalui peta pikiran terkait empat operasi (penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian) dan membandingkan skor peta pikiran dengan skor tes prestasi. Penelitian menggunakan metode campuran di mana data kuantitatif dan kualitatif dikumpulkan dan disajikan bersama. Studi dilakukan dengan total 14 siswa, terdiri dari delapan perempuan dan enam laki-laki, yang bersekolah di kelas empat sekolah dasar di distrik Menteşe, Muğla, pada semester musim semi tahun ajaran 2019-2020. Dalam penelitian ini, peta pikiran yang dibuat untuk empat operasi dan tes prestasi digunakan sebagai alat pengumpulan data. Proses pengumpulan data dilakukan secara bersamaan. Dalam analisis data, data kualitatif diubah menjadi analisis kuantitatif, dan analisis kuantitatif dilakukan. Konsep-konsep dalam peta pikiran yang dibuat untuk empat operasi mengalami analisis kualitatif dan foto ditambahkan sebagai bukti. Sebagai hasil penelitian, ditentukan bahwa mayoritas siswa mengadopsi konsep penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Selain itu, terungkap bahwa terdapat hubungan positif tingkat tinggi antara skor siswa yang diperoleh dari tes prestasi dan skor dari peta pikiran yang mereka buat. Evaluasi yang dilakukan menggunakan peta pikiran untuk siswa kelas empat sekolah dasar lebih menguntungkan daripada tes prestasi dalam hal menentukan pemahaman konseptual.
Siswa kelas empat sekolah dasar mampu mengungkapkan konsep-konsep terkait empat operasi melalui peta pikiran, seperti tanda tambah, operasi, menjumlahkan, dan memperbanyak untuk penjumlahan.Terdapat hubungan positif yang signifikan antara skor tes prestasi dan skor peta pikiran, menunjukkan bahwa peta pikiran memberikan keuntungan dalam mengevaluasi pemahaman konseptual.Penggunaan peta pikiran direkomendasikan untuk menentukan pembelajaran konseptual dalam proses evaluasi.
Penelitian lanjutan dapat mengembangkan penggunaan peta pikiran untuk mengevaluasi pemahaman konseptual pada topik matematika lainnya di tingkat sekolah dasar, seperti geometri atau pengukuran. Selain itu, perlu diteliti bagaimana peta pikiran dapat diintegrasikan dalam kurikulum matematika secara lebih luas untuk meningkatkan pembelajaran bermakna. Studi lebih lanjut juga dapat mengeksplorasi efektivitas peta pikiran dalam mengidentifikasi dan memperbaiki miskonsepsi yang spesifik pada operasi matematika, serta menguji penerapannya dalam konteks pembelajaran daring atau hybrid.
| File size | 578.61 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
INTELEKTUALINTELEKTUAL Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah pengalaman mengajar memoderasi dampak hubungan guru-siswa terhadap kesejahteraan subjektif guru. Hasil penelitianPenelitian ini bertujuan untuk menguji apakah pengalaman mengajar memoderasi dampak hubungan guru-siswa terhadap kesejahteraan subjektif guru. Hasil penelitian
INTELEKTUALINTELEKTUAL Diperlukan penyuluhan kepada masyarakat luas melalui berbagai agen sosialisasi untuk mengubah kepercayaan budaya negatif terhadap partisipasi perempuanDiperlukan penyuluhan kepada masyarakat luas melalui berbagai agen sosialisasi untuk mengubah kepercayaan budaya negatif terhadap partisipasi perempuan
INTELEKTUALINTELEKTUAL Dari 15 item yang akan digunakan untuk mengembangkan instrumen tes potensi akademik analogi verbal, terdapat 4 faktor analisis. Pembentukan 4 faktor iniDari 15 item yang akan digunakan untuk mengembangkan instrumen tes potensi akademik analogi verbal, terdapat 4 faktor analisis. Pembentukan 4 faktor ini
INTELEKTUALINTELEKTUAL Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan e-modul interaktifPenelitian ini menggunakan metode pre-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan e-modul interaktif
INTELEKTUALINTELEKTUAL Hasil pengujian menunjukkan nilai alpha test sebesar 99,36 % (31 responden) dan beta test sebesar 91,50 % (45 responden), sehingga dapat disimpulkanHasil pengujian menunjukkan nilai alpha test sebesar 99,36 % (31 responden) dan beta test sebesar 91,50 % (45 responden), sehingga dapat disimpulkan
INTELEKTUALINTELEKTUAL The ethical climate of the university is an informal learning space where students can be good members of the climate and gain concrete experiences, inThe ethical climate of the university is an informal learning space where students can be good members of the climate and gain concrete experiences, in
INTELEKTUALINTELEKTUAL Populasi penelitian ini adalah siswa kelas dua sekolah dasar di Kecamatan Candimulyo, yang melibatkan dua kelas sebagai kelas kontrol dan kelas eksperimen.Populasi penelitian ini adalah siswa kelas dua sekolah dasar di Kecamatan Candimulyo, yang melibatkan dua kelas sebagai kelas kontrol dan kelas eksperimen.
INTELEKTUALINTELEKTUAL Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan karakter siswa berkebutuhan khusus dan tidak dengan metode pendampingan sebaya. Dengan demikian, pendampinganHasil penelitian menunjukkan adanya perubahan karakter siswa berkebutuhan khusus dan tidak dengan metode pendampingan sebaya. Dengan demikian, pendampingan
Useful /
INTELEKTUALINTELEKTUAL Penelitian ini juga mengeksplorasi kerangka kerja untuk mengimplementasikan TIK di sekolah dengan mengatasi hambatan tersebut. Secara khusus, penelitianPenelitian ini juga mengeksplorasi kerangka kerja untuk mengimplementasikan TIK di sekolah dengan mengatasi hambatan tersebut. Secara khusus, penelitian
INTELEKTUALINTELEKTUAL Di akhir, peluang dan tantangan diberikan untuk implementasi masa depan proyek EFL kolaboratif online. Proyek lintas budaya dalam kelas EFL dapat dilaksanakanDi akhir, peluang dan tantangan diberikan untuk implementasi masa depan proyek EFL kolaboratif online. Proyek lintas budaya dalam kelas EFL dapat dilaksanakan
INTELEKTUALINTELEKTUAL Tahap perkembangan moral individu akan menentukan perilaku seseorang. Kohlberg membagi perkembangan moral menjadi tiga tahap, yaitu pra-konvensional, konvensional,Tahap perkembangan moral individu akan menentukan perilaku seseorang. Kohlberg membagi perkembangan moral menjadi tiga tahap, yaitu pra-konvensional, konvensional,
INTELEKTUALINTELEKTUAL Data diperoleh dari 646 siswa kelas 8 di Turki dengan menggunakan Skala Empati, Skala Kebajikan, Skala Persahabatan, dan Skala Tanggung Jawab yang dikembangkanData diperoleh dari 646 siswa kelas 8 di Turki dengan menggunakan Skala Empati, Skala Kebajikan, Skala Persahabatan, dan Skala Tanggung Jawab yang dikembangkan