UNISMUHUNISMUH

Equilibrium: Jurnal PendidikanEquilibrium: Jurnal Pendidikan

Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan yang memiliki peran dan fungsi strategis untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas tidak hanya di bidang keagamaan melainkan juga bidang kewirausahaan. Strategi pengembangan pendidikan kewirausahaan di Pondok Pesantren sangat perlu untuk dilakukan. Berdasarkan tujuan penelitian, strategi yang digunakan adalah dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Pada penelitian ini, pengelola Pondok Pesantren Hidayatullah Daik Lingga berperan sebagai informan. Hasilnya dari penerapan manajemen strategis yang baik dimulai dari persiapan, pembinaan, pengolahan, dan pengawasan telah memberikan hasil yang positif terhadap peningkatan dan pengembangan sektor kewirausahaan di Pondok Pesantren Hidayatullah Daik Lingga. Diantaranya pertama melalui strategi pengoptimalan Sumber Daya Manusia, kedua pengolahan lahan sektor pertanian dan peternakan, ketiga mengoptimalkan pelatihan di bidang menjahit, pengemasan, dan pemasaran. Namun penerapan strategi tersebut masih banyak mengalami kendala, seperti kekurangan tenaga ahli, keterbatasan lahan dan peralatan, serta manajemen waktu yang tidak maksimal.

Strategi pengembangan pendidikan kewirausahaan di Pondok Pesantren Hidayatullah Daik Lingga telah menerapkan manajemen strategis secara optimal sebagai langkah penting dalam memaksimalkan kegiatan yang dilaksanakan.Penerapan manajemen strategis ini mencakup empat tahapan utama, yaitu persiapan dan pengarahan, pemetaan dan pengolahan lahan, pembinaan dan pengembangan bakat santri, serta strategi pemasaran dan pengawasan.Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, kualitas hasil usaha di bidang pertanian dan perikanan, serta mendorong pertumbuhan sosial ekonomi di lingkungan pesantren.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh pembinaan kewirausahaan berbasis nilai keislaman terhadap minat berwirausaha santri setelah lulus, untuk mengetahui sejauh mana pendidikan karakter dan keterampilan teknis bersama-sama membentuk mental wirausaha yang mandiri dan beretika. Kedua, sebaiknya dikaji secara mendalam model pengoptimalan lahan pertanian dan peternakan di pesantren dengan keterbatasan sumber daya, termasuk strategi kemitraan dengan pemerintah daerah atau masyarakat sekitar, guna menciptakan sistem agribisnis berkelanjutan yang dapat direplikasi di pesantren lain. Ketiga, perlu dikembangkan studi tentang efektivitas Balai Latihan Kerja internal pesantren dalam meningkatkan kemampuan santri di bidang menjahit, kemasan, dan pemasaran digital, termasuk analisis kurikulum pelatihan dan dampaknya terhadap penciptaan unit usaha mandiri, agar dapat dirumuskan model pelatihan terpadu yang sesuai dengan konteks pendidikan pesantren modern.

Read online
File size370.19 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test