UNISMUHUNISMUH

Equilibrium: Jurnal PendidikanEquilibrium: Jurnal Pendidikan

Laju perkembangan peradaban manusia yang semakin dinamis menciptakan ragam tantangan yang kompleks didalamnya. Salah satunya adanya fluktuasi perkembangan teknologi yang menuntut kapasitas sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan kondisi tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan kegiatan pendidikan yang terstruktur sehingga mampu menghasilkan sumber daya manusia yang cemerlang. Meski demikian, tantangan juga lahir secara kompleks dalam kegiatan pendidikan sehingga membutuhkan kemampuan adaptasi lebih tinggi oleh para siswa didalamnya. Penelitian ini melibatkan 130 santri di SMA IT Abu Bakar Boarding School Kulon Progo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peer academic support terhadap academic adjustment. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel non-probability sampling dengan metode accidental sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah skala peer academic support dikembangkan oleh Chen (2004) dan skala Student Adaptation to College (SACQ) dikembangkan oleh Baker dan Siryk ((1999). Dari hasil uji regresi linier sederhana yang dilakukan diperoleh nilai r= 0,599 dengan signifikansi 0,000 <0,05. Selanjutnya diperoleh nilai koefisien determinasi (R Square) = 0,359 atau 35,9% berada pada kategori sedang tapi pasti. Berdasarkan hasil uji pengaruh tersebut menunjukkan bahwa variabel peer academic support memberi sumbangan pengaruh sebesar 35,9% terhadap variabel academic adjustment, sementara 64,1% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.

Penelitian ini menyimpulkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara dukungan akademik teman sebaya (peer academic support) terhadap penyesuaian akademik (academic adjustment) siswa.Dukungan akademik teman sebaya memberikan kontribusi sebesar 35.9% terhadap penyesuaian akademik siswa, dengan sisanya 64.1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan akademik dari teman sebaya, semakin baik pula penyesuaian akademik siswa.

Penelitian yang telah dilakukan ini memberikan gambaran penting tentang peran dukungan teman sebaya terhadap kemampuan siswa untuk beradaptasi secara akademik. Namun, masih banyak ruang untuk eksplorasi lebih lanjut guna memahami fenomena ini secara lebih komprehensif. Sebagai contoh, studi selanjutnya dapat memperluas cakupan penelitian dengan tidak hanya melibatkan siswa di sekolah berasrama, tetapi juga siswa di sekolah umum atau di berbagai daerah di luar Pulau Jawa. Hal ini bertujuan untuk melihat apakah pengaruh dukungan teman sebaya tetap relevan di lingkungan pendidikan yang berbeda, atau justru ada dinamika unik yang spesifik hanya pada sekolah berasrama. Selain itu, mengingat penelitian ini menunjukkan bahwa lebih dari separuh faktor yang memengaruhi penyesuaian akademik belum teridentifikasi, akan sangat bermanfaat untuk mengkaji secara lebih mendalam peran dukungan sosial dari sumber lain, seperti orang tua dan guru. Bagaimana interaksi antara dukungan dari teman, keluarga, dan guru secara bersama-sama membentuk penyesuaian akademik siswa? Penelitian dapat menyelidiki jenis dukungan mana yang paling berpengaruh pada situasi tertentu atau bagi karakteristik siswa yang berbeda. Terakhir, aspek internal siswa, seperti kemampuan mengatur diri (self-regulation), kemandirian (self-determination), dan pengelolaan emosi (emotion-regulation), juga belum banyak disentuh. Penelitian di masa depan dapat mengeksplorasi bagaimana faktor-faktor internal ini berinteraksi dengan dukungan teman sebaya. Misalnya, apakah siswa dengan regulasi diri yang tinggi memanfaatkan dukungan teman sebaya secara lebih efektif? Dengan memahami mekanisme ini, kita dapat mengembangkan strategi intervensi yang lebih tepat untuk meningkatkan penyesuaian akademik siswa.

Read online
File size344.87 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test