UMSUUMSU
Indonesian Journal of Education, Social Sciences and Research (IJESSR)Indonesian Journal of Education, Social Sciences and Research (IJESSR)Di era digital saat ini, permainan tradisional semakin terpinggirkan dan dianggap usang. Namun, dengan melihat lebih dekat, permainan tradisional memiliki fitur-fitur unik yang tidak hanya menarik, tetapi juga menawarkan manfaat pendidikan yang berharga. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi permainan tradisional dalam menumbuhkan kreativitas di kalangan siswa sekolah dasar. Tujuan utamanya adalah untuk menyelidiki bagaimana permainan yang berakar pada budaya dapat berkontribusi pada pengembangan kemampuan kreatif siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur sistematis, yang melibatkan identifikasi, seleksi, dan analisis sumber-sumber ilmiah yang relevan. Enam artikel peer-reviewed yang ditinjau berdasarkan kata kunci: kreativitas, permainan tradisional, dan pengembangan siswa. Temuan menunjukkan bahwa permainan tradisional dapat meningkatkan kreativitas siswa secara efektif melalui penggunaan pemikiran strategis, pemecahan masalah, dan manipulasi alat permainan untuk mencapai kesuksesan. Selain itu, ketika permainan tradisional disesuaikan atau dimodifikasi oleh pendidik, mereka menjadi lebih menarik dan berfungsi sebagai alat inovatif untuk belajar kreatif dalam konteks pendidikan dasar.
Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan efektif dalam menumbuhkan kreativitas, terutama dalam berpikir kreatif, dari taktik yang digunakan dalam permainan hingga strategi yang diterapkan untuk memenangkan permainan.Permainan tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga tempat alami untuk bereksperimen, mencoba, dan membayangkan.Anak-anak, ketika terlibat dalam permainan, menggunakan kemampuan kognitif mereka untuk merencanakan, mengambil keputusan, dan menyesuaikan diri dengan perubahan aturan secara fleksibel.Dalam konteks ini, permainan tradisional memainkan peran penting karena tidak hanya memungkinkan siswa mempelajari nilai-nilai budaya dan sejarah lokal, tetapi juga karena bahan, alat, dan aturan sederhana dalam permainan mendorong improvisasi dan inovasi.Bahan permainan tradisional sering kali berasal dari lingkungan sekitar yang akrab dengan kehidupan sehari-hari siswa, seperti biji-bijian, batu kecil, kayu, atau perca kain, yang membuka peluang bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas visual, taktik, dan naratif.Permainan tradisional juga cenderung terbuka, memungkinkan variasi aturan dan peran yang fleksibel, memberikan ruang bagi siswa untuk berkontribusi secara aktif dalam mengatur dinamika permainan.Situasi seperti ini ideal untuk merangsang keterampilan berpikir divergen, yaitu kemampuan untuk menghasilkan berbagai solusi untuk sebuah masalah, yang merupakan salah satu indikator utama kreativitas.Selain itu, ketika permainan dimainkan secara berkelompok, anak-anak belajar untuk bernegosiasi, menyelesaikan konflik, dan menggabungkan perspektif, yang secara tidak langsung mengembangkan empati sosial dan keterampilan komunikasi kreatif.Seluruh proses ini terkait erat dengan peran guru sebagai fondasi utama dalam merancang dan mengarahkan implementasi permainan tradisional di lingkungan sekolah.Guru bertindak bukan hanya sebagai pengamat, tetapi sebagai fasilitator aktif yang membimbing siswa dalam mengembangkan bentuk permainan tradisional yang disesuaikan dengan media pembelajaran, tujuan kurikulum, dan kebutuhan kontekstual siswa.Melalui modifikasi aturan, integrasi tema pembelajaran, dan adaptasi alat permainan dengan bahan yang mudah ditemukan, guru dapat mengubah permainan tradisional menjadi alat pendidikan yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga bermakna.Inovasi ini memungkinkan siswa mengalami proses pembelajaran holistik, menyentuh domain kognitif, afektif, dan psikomotor secara bersamaan.Dengan pemahaman yang jelas tentang pentingnya permainan tradisional dalam menumbuhkan kreativitas, guru dapat mengintegrasikan nilai-nilai budaya ke dalam kurikulum secara lebih komprehensif.Materi pembelajaran yang sebelumnya dianggap abstrak atau membosankan dapat disampaikan dengan cara yang lebih menarik, kontekstual, dan interaktif melalui permainan.Selain itu, siswa mendapatkan kesempatan untuk mengenali, menghargai, dan secara aktif melestarikan warisan budaya yang mulai tergusur oleh perkembangan teknologi dan budaya global.Melalui konten pendidikan yang disampaikan oleh guru dalam bentuk permainan tradisional yang dimodifikasi secara kreatif, siswa tidak hanya diundang untuk berpikir kritis dan kreatif, tetapi juga ditanamkan rasa kebanggaan terhadap identitas budaya mereka sendiri.Dengan demikian, permainan tradisional bukan hanya alat pembelajaran, tetapi juga jembatan penting antara kreativitas, pembelajaran aktif, dan pelestarian budaya lokal yang berkelanjutan.
1. Penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan metode pembelajaran yang mengintegrasikan permainan tradisional dengan kurikulum sekolah dasar, dengan tujuan meningkatkan kreativitas dan keterampilan sosial siswa. 2. Mempelajari dampak permainan tradisional yang dimodifikasi oleh pendidik terhadap peningkatan keterlibatan dan motivasi siswa dalam proses pembelajaran. 3. Menjelajahi cara-cara inovatif untuk menggabungkan permainan tradisional dengan teknologi digital, sehingga menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan interaktif bagi siswa.
- Escape the Traditional Classroom: Using Live-Action Games to Engage Students and Strengthen Concept Retention... journals.sagepub.com/doi/10.1177/2379298119837615Escape the Traditional Classroom Using Live Action Games to Engage Students and Strengthen Concept Retention journals sagepub doi 10 1177 2379298119837615
- Traditional Games on Character Building: Integrating Hide and Seek on Learning | Asrial | AL-ISHLAH:... journal.staihubbulwathan.id/index.php/alishlah/article/view/813Traditional Games on Character Building Integrating Hide and Seek on Learning Asrial AL ISHLAH journal staihubbulwathan index php alishlah article view 813
- APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/ACA0000547APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 ACA0000547
- APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/h0063487APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 h0063487
| File size | 483.54 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
UNWAHAUNWAHA Meningkatkan mutu pendidikan nasional, terutama dalam matematika, menjadi langkah strategis dalam membangun SDM yang kompetitif. Matematika memiliki peranMeningkatkan mutu pendidikan nasional, terutama dalam matematika, menjadi langkah strategis dalam membangun SDM yang kompetitif. Matematika memiliki peran
UNSURUNSUR Rata-rata tingkat motivasi siswa sebelum pengobatan adalah 25,00, yang meningkat menjadi 43,10 menjadi 68,10 setelah pengobatan yang melibatkan penggunaanRata-rata tingkat motivasi siswa sebelum pengobatan adalah 25,00, yang meningkat menjadi 43,10 menjadi 68,10 setelah pengobatan yang melibatkan penggunaan
KHATECKHATEC Sampel terdiri dari 31 siswa dari sekolah menengah atas negeri (SMAN 9 Yogyakarta) yang mengikuti kursus bahasa Inggris dan Prancis. Ditemukan korelasiSampel terdiri dari 31 siswa dari sekolah menengah atas negeri (SMAN 9 Yogyakarta) yang mengikuti kursus bahasa Inggris dan Prancis. Ditemukan korelasi
UNSURUNSUR Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pada pembelajaran pada siklus I dan Siklus II. Penelitian ini merupakan penelitianTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pada pembelajaran pada siklus I dan Siklus II. Penelitian ini merupakan penelitian
UMSUMS Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan media game quiz sebagai alat evaluasi pembelajaran seni batik digital di SMP Negeri 4 Nganjuk.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan media game quiz sebagai alat evaluasi pembelajaran seni batik digital di SMP Negeri 4 Nganjuk.
INDRAINSTITUTEINDRAINSTITUTE Metode pelaksanaan pengabdian kepada Masyarakat adalah dengan sosialisasi dan pendampingan kegiatan pada beberapa pilar. Untuk mengukur ketercapaian programMetode pelaksanaan pengabdian kepada Masyarakat adalah dengan sosialisasi dan pendampingan kegiatan pada beberapa pilar. Untuk mengukur ketercapaian program
INDRAINSTITUTEINDRAINSTITUTE Oleh sebab itu diadakan kegiatan pelatihan untuk mengetahui apakah teknik Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dapat meningkatkan pemahamanOleh sebab itu diadakan kegiatan pelatihan untuk mengetahui apakah teknik Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dapat meningkatkan pemahaman
UNPARUNPAR Data di dapat melalui wawancara dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru ekonomi dan siswa kelas XI. Berdasarkan hasil penelitian dan wawancaraData di dapat melalui wawancara dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru ekonomi dan siswa kelas XI. Berdasarkan hasil penelitian dan wawancara
Useful /
UNWAHAUNWAHA Dengan demikian, program pengabdian masyarakat ini tidak hanya berdampak pada peningkatan keterampilan digital siswa, tetapi juga memberikan kontribusiDengan demikian, program pengabdian masyarakat ini tidak hanya berdampak pada peningkatan keterampilan digital siswa, tetapi juga memberikan kontribusi
POLNAMPOLNAM Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah produksi dan pendapatan UMKM HM Mandiri mengalami fluktuasi setiap tahun. Analisis regresi menunjukkan hubunganHasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah produksi dan pendapatan UMKM HM Mandiri mengalami fluktuasi setiap tahun. Analisis regresi menunjukkan hubungan
UMSUUMSU Dari hasil rekapitulasi tersebut, disimpulkan bahwa alat peraga sederhana berbasis daur ulang dinyatakan sangat layak untuk digunakan pada siswa kelasDari hasil rekapitulasi tersebut, disimpulkan bahwa alat peraga sederhana berbasis daur ulang dinyatakan sangat layak untuk digunakan pada siswa kelas
UBTUBT Monitoring dan kendali kecepatan motor universal dengan PID sudah mampu bekerja menstabilkan kecepatan dimana, dari kendali 1500rpm sampai dengan kendaliMonitoring dan kendali kecepatan motor universal dengan PID sudah mampu bekerja menstabilkan kecepatan dimana, dari kendali 1500rpm sampai dengan kendali