UNSURUNSUR

Mamaos:Journal Physical Education, Sport and ArtMamaos:Journal Physical Education, Sport and Art

Pendidikan jasmani merupakan proses pembelajaran yang memanfaatkan aktivitas fisik sebagai media untuk mencapai tujuan pendidikan. Pendidikan jasmani tidak hanya memanfaatkan aktivitas fisik untuk mencapai tujuan pendidikan jasmani, tetapi juga aspek-aspek lain yang sama pentingnya, yaitu aspek psikologis dan sosial, untuk membangun karakter anak yang lebih baik. Untuk mencapai tujuan pembelajaran, siswa harus termotivasi dalam kegiatan pembelajaran. Karena hasil belajar akan optimal jika siswa termotivasi dari dalam diri (internal) dan dari luar (eksternal). Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti, hambatan yang mempengaruhi motivasi siswa dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Oleh karena itu, dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri, diharapkan siswa dapat meningkatkan motivasi mereka dalam pembelajaran yang dipengaruhi oleh model pembelajaran inkuiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pada pembelajaran pada siklus I dan Siklus II. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen berkelanjutan dan penelitian kuantitatif menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX-G SMPN 4 Tarogong Kidul, berjumlah 30 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan tes, observasi, tes kuesioner. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, dinyatakan bahwa terdapat perubahan pada siklus I dan II dari hasil kuesioner responden yang disebarkan dengan nilai persentase sebesar 80,0%.

Setelah rangkaian penelitian tindakan kelas (PTK) di kelas IX G SMPN 4 Tarogong Kidul selesai, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan motivasi siswa dalam pembelajaran bola basket menggunakan model pembelajaran inkuiri, sebagaimana terlihat dari hasil tabel observasi pelaksanaan pembelajaran dan kuesioner tanggapan siswa pada siklus I dan siklus II.Hasil tanggapan siswa pada pelaksanaan pembelajaran siklus I menunjukkan bahwa 66,3% menjawab “ya dan 33,7% menjawab “tidak, dengan selisih 32,7%.Pada Siklus II, 90,0% menjawab “ya dan 10,0% menjawab “tidak, dengan selisih 80,0%, yang mengindikasikan peningkatan pada tanggapan siswa terhadap kuesioner pembelajaran bola basket menggunakan model pembelajaran inkuiri.PTK terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi dan keterampilan siswa karena guru mampu mengidentifikasi masalah pembelajaran pada siklus I melalui refleksi, perbaikan metode pembelajaran diimplementasikan pada siklus II, dan bimbingan intensif membantu siswa menguasai keterampilan secara bertahap.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap motivasi belajar siswa pada cabang olahraga lain selain basket, seperti sepak bola atau voli, untuk mengetahui apakah hasil yang diperoleh serupa atau berbeda. Kedua, penelitian dapat dilakukan dengan melibatkan siswa dari berbagai tingkatan usia dan latar belakang sosial ekonomi untuk melihat apakah terdapat perbedaan pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap motivasi belajar siswa. Ketiga, penelitian dapat mengkaji lebih dalam mengenai faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi motivasi belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani, seperti peran guru, lingkungan sekolah, atau dukungan orang tua, sehingga dapat dirumuskan strategi yang lebih komprehensif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.

  1. Pengetahuan Guru Penjas Tentang Model Pembelajaran dengan Motivasi Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan... journal-fkip.unsika.ac.id/index.php/JLO/article/view/4041Pengetahuan Guru Penjas Tentang Model Pembelajaran dengan Motivasi Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan journal fkip unsika ac index php JLO article view 4041
Read online
File size269.21 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test