UIN MALANGUIN MALANG

Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan IslamUlul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam

Program prakerin sangatlah dibutuhkan dalam upaya meningkatkan kompetensi lulusan di lembaga pendidikan menengah kejuruan. Kompetensi lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang berkualitas tidak akan tercapai kecuali melalui pelaksanaan program prakerin. Salah satu standar kompetensi kelulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) adalah dengan prakerin. Tujuan prakerin ialah memberikan lulusan bagi siswa sehingga mempunyai keterampilan serta karakter yang dimiliki dalam bekerja sesuai dengan tuntutan di suatu pekerjaan. Prakerin yang baik akan menghasilkan lulusan yang berkompeten sesuai dengan pengalaman pekerjaan yang pernah dialami oleh siswa. Lokasi dari penelitian ini yakni SMK S Mahardika Karangploso Kabupaten Malang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis program prakerin yang dilakukan oleh lembaga pendidikan menengah kejuruan untuk meningkatkan kompetensi kelulusan siswa di sekolah menengah kejuruan (SMK). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa SMK S Mahardika Karangploso Kabupaten Malang telah memiliki perencanaan program prakerin yang baik dan kemudian mengimplementasikan program-program yang telah ada ditetapkan sehingga memiliki dampat positif dan dapat diamati secara langsung mengenai peningkatan kelulusan siswa dengan memiliki kompetensi sesuai dengan bidangnya.

Lembaga pendidikan yang mengaplikasikan program prakerin merupakan lembaga pendidikan yang memiliki perencanaan manajemen dalam meningkatkan kompetensi kelulusan yang baik.Pertama, Perencanaan program prakerin di SMK S Mahardika Karangploso yaitu a).pemilahan Kompetensi dan Pemilahan Industri yaitu menganalisis Kompetensis Dasar (KD) dan pokok pembelajaran dalam kompetensi kejuruan, penetapan industri memberikan fungsi atau tujuan mendapatkan instuisi KD, sehingga memperoleh objek yang tepat untuk melakukan kerja sama.Penyusunan Program Prakerin yaitu SMK S Mahardika Karangploso menyusun program prakerin yang di dalamnya memuat sejumlah KD untuk memberikan apa saja yang akan diperoleh dan dipelajari siswa di industri.Perancangan program prakerin memerlukan perhatian dalam mempersipkan siswa untuk tepat sasaran.Pembekalan oleh sekolah di SMK S Mahardika Karangploso kepada siswa bertujuan untuk memberikan ilmu kepada siswa dalam pelaksanaan prakerin melalui pemahaman mengenai hal apa saja yang harus dikerjakan di lokasi industri.Selain itu, dibekali materi tentang karakter budaya kerja di perusahaan, aturan kerja, menyusun jurnal sesuai pedoman, membuat dokumen portopolio, dan penilaian prakerin.Pembekalaan peserta ini memiliki tujuan yaitu agar peserta diberikan pemahaman mengenai tindakan yang wajib dilaksanakan di objek prakerin.Kedua, Pelaksanaan program prakerin di SMK S Mahardika Karangploso diantaranya.jurnal kegiatan prakerin di SMK S Mahardika Karangploso, siswa diharuskan untuk menyusun jurnal dalam kegiatan prakerin.Dokumentasi portofolio disusun oleh siswa dengan berkonsultasi pembimbing institusi di industri.Peserta didik membuat dokumentasi portofilo yang dilaksanakan melalui kegiatan praktik di lapangan dengan mencatat semua kegiatan prakerin untuk penunjang dalam proses pembelajaran di tempat magang melalui jurnal kegiatan.Dokumentasi mempunyai tujuan yakni bahan untuk menilai dan mengevaluasi siswa.Ketiga, Evaluasi prakerin di SMK S Mahardika Karangploso diantaranya.penilaian peserta didik di SMK S Mahardika Karangploso yang melaksanakan prakerin maka penilaian dinilai langsung oleh pamong di lapangan dengan instrumen penilaian yang sudah disediakan pihak sekolah.Penilaian siswa dalam melaksanakan prakerin meliputi aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan.Pemberian sertifikat di SMK S Mahardika Karangploso oleh pihak industri kepada peserta prakerin sesuai dengan Peraturan Menteri Teenaga Kerja Nomor 36 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pemagangaan di Dalam Negeri Pasal 19.Dengan adanya evaluasi prakerin di SMK S Mahardika Karangploso memberikan manfaat yang baik bagi siswa, sekolah dan industri.Evaluasi prakerin memberikan kepastian mengenai keberhasilan kegiatan prakerin dan memberikan masukan antar kedua belah pihak, baik dari pihak sekolah dan industri terkait dengan pelaksanaan program prakerin.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengembangkan model perencanaan prakerin yang lebih terintegrasi antara sekolah dan industri, dengan mempertimbangkan kebutuhan dan sumber daya yang tersedia di kedua pihak. 2. Menganalisis dampak jangka panjang dari program prakerin terhadap kompetensi lulusan, termasuk bagaimana pengalaman prakerin mempengaruhi karier dan pengembangan profesional siswa setelah lulus. 3. Meneliti strategi-strategi inovatif untuk meningkatkan kualitas pembekalan prakerin, seperti pelatihan khusus atau modul pembelajaran yang dirancang untuk mempersiapkan siswa secara lebih efektif menghadapi tantangan di tempat industri. Dengan menggabungkan saran-saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi lebih lanjut dalam meningkatkan efektivitas program prakerin dan kompetensi lulusan di sekolah menengah kejuruan.

Read online
File size495.35 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test