UNTAG SMDUNTAG SMD
PROSIDING PARADE ILMIAH PSIKOLOGI UNTAG SAMARINDA (PAIS UNDA)PROSIDING PARADE ILMIAH PSIKOLOGI UNTAG SAMARINDA (PAIS UNDA)Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh Dukungan Sosial terhadap Motivasi Berprestasi pada Siswa Jurusan Akuntansi SMK Negeri 15 Samarinda. Motivasi berprestasi merupakan konsep personal yang merupakan faktor pendorong untuk meraih atau mencapai sesuatu yang diinginkan agar meraih kesuksesan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif, yaitu kegiatan pengumpulan data dalam rangka menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan yang menyangkut keadaan pada waktu penelitian berlangsung. Analisis data menggunakan analisis regresi. Subjek penelitian terdiri dari 50 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Dukungan Sosial (X) terhadap Motivasi Berprestasi (Y) memiliki nilai F = 25,295 dengan p = 0,000. Karena p < 0,01, maka terdapat pengaruh yang signifikan antara Dukungan Sosial terhadap Motivasi Berprestasi. Nilai R² sebesar 0,345 menunjukkan bahwa pengaruh variabel Dukungan Sosial terhadap Motivasi Berprestasi adalah sebesar 34,5%.
Besarnya pengaruh Dukungan Sosial terhadap Motivasi Berprestasi mencapai 34,5%, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai R² sebesar 0,345.Dengan demikian, dukungan sosial dari orang tua, guru, dan teman sebaya berperan penting dalam meningkatkan motivasi berprestasi siswa.
Pertama, perlu penelitian lanjutan yang menguji pengaruh jenis dukungan sosial tertentu—seperti dukungan emosional dari orang tua atau dukungan akademik dari guru—secara terpisah terhadap motivasi berprestasi, untuk mengetahui mana yang paling efektif. Kedua, disarankan penelitian yang membandingkan tingkat motivasi berprestasi antara siswa dari jurusan berbeda dalam satu sekolah, guna melihat apakah pengaruh dukungan sosial bervariasi menurut lingkungan akademik. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi peran persepsi siswa terhadap kualitas hubungan dengan guru sebagai variabel perantara antara dukungan sosial dan motivasi berprestasi, karena penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa hubungan guru-murid memengaruhi motivasi. Penelitian-penelitian ini dapat melengkapi temuan saat ini dengan memberikan gambaran lebih mendalam tentang mekanisme psikososial yang mendasari pencapaian akademik remaja.
| File size | 348.19 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
BUMIPUBLIKASINUSANTARABUMIPUBLIKASINUSANTARA Penelitian ini menguji hubungan antara status sosial ekonomi atlet dan upaya pencapaian. Seratus lima belas atlet dipilih secara acak dari berbagai sekolahPenelitian ini menguji hubungan antara status sosial ekonomi atlet dan upaya pencapaian. Seratus lima belas atlet dipilih secara acak dari berbagai sekolah
UNIPEMUNIPEM Namun, terdapat area yang perlu ditingkatkan, seperti efisiensi dan keamanan. Temuan ini memberikan wawasan berharga bagi pengembang untuk meningkatkanNamun, terdapat area yang perlu ditingkatkan, seperti efisiensi dan keamanan. Temuan ini memberikan wawasan berharga bagi pengembang untuk meningkatkan
JBASICJBASIC Berdasarkan hasil rekapitulasi pada siklus I pembelajaran I dapat dilihat nilai persentase keterampilan menulis siswa sebesar 55%, terjadi peningkatanBerdasarkan hasil rekapitulasi pada siklus I pembelajaran I dapat dilihat nilai persentase keterampilan menulis siswa sebesar 55%, terjadi peningkatan
JBASICJBASIC Rancangan penelitian ini meliputi (1) studi pendahuluan, penyusunan rencana tindakan, (2) kegiatan pelaksanaan penelitian yang terdiri dari tahap pelaksanaanRancangan penelitian ini meliputi (1) studi pendahuluan, penyusunan rencana tindakan, (2) kegiatan pelaksanaan penelitian yang terdiri dari tahap pelaksanaan
JBASICJBASIC Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan insentif terhadap prestasi guru di SMP Negeri 1 Payakumbuh. PenelitianPenelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan insentif terhadap prestasi guru di SMP Negeri 1 Payakumbuh. Penelitian
JBASICJBASIC Hal ini dibuktikan dengan peningkatan hasil observasi keterlaksanaan belajar dan aktivitas peserta didik dari siklus I ke siklus II, serta peningkatanHal ini dibuktikan dengan peningkatan hasil observasi keterlaksanaan belajar dan aktivitas peserta didik dari siklus I ke siklus II, serta peningkatan
JBASICJBASIC Ketercukupan materi ajar dari sumber ajar siswa SMP di Kota Pontianak berdasarkan KD kurikulum 2013 dalam kategori kurang baik untuk pelaksanaan pembelajaranKetercukupan materi ajar dari sumber ajar siswa SMP di Kota Pontianak berdasarkan KD kurikulum 2013 dalam kategori kurang baik untuk pelaksanaan pembelajaran
JBASICJBASIC Hasil uji F dapat disimpulkan secara bersama-sama variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru SD Gugus 1 Sidoharjo Kabupaten Sragen. HasilHasil uji F dapat disimpulkan secara bersama-sama variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru SD Gugus 1 Sidoharjo Kabupaten Sragen. Hasil
Useful /
JBASICJBASIC Berdasarkan data tersebut, model Cooperative Learning tipe Picture and Picture terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaranBerdasarkan data tersebut, model Cooperative Learning tipe Picture and Picture terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran
JBASICJBASIC Model kooperatif tipe Make A Match berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas V dalam pembelajaran IPS. Hal ini dibuktikan melalui hasil posttest yangModel kooperatif tipe Make A Match berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas V dalam pembelajaran IPS. Hal ini dibuktikan melalui hasil posttest yang
JBASICJBASIC Rendahnya hasil belajar siswa mengharuskan guru untuk meningkatkan proses pembelajaran, salah satu caranya adalah dengan menerapkan model pembelajaranRendahnya hasil belajar siswa mengharuskan guru untuk meningkatkan proses pembelajaran, salah satu caranya adalah dengan menerapkan model pembelajaran
JBASICJBASIC Siklus 1, pertemuan 1 dan 2 keaktifan belajar rendah 51,51% dan 59,46%. Peneliti melakukan perbaikan di siklus 2, pertemuan 1 mengalami peningkatan 68,17%,Siklus 1, pertemuan 1 dan 2 keaktifan belajar rendah 51,51% dan 59,46%. Peneliti melakukan perbaikan di siklus 2, pertemuan 1 mengalami peningkatan 68,17%,