PENERBITPENERBIT

Metta : Jurnal Ilmu MultidisiplinMetta : Jurnal Ilmu Multidisiplin

Dalam konteks pertahanan maritim, kesiapan unsur-unsur armada merupakan faktor yang sangat vital. Komando Armada II (Koarmada II), sebagai salah satu komando utama dalam struktur TNI Angkatan Laut, memiliki tanggung jawab krusial untuk memastikan bahwa seluruh unsur kapal perangnya selalu siap menjalankan berbagai operasi maritim. Kesiapan operasional ini tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisik kapal perang, tetapi juga sangat bergantung pada dua faktor utama: kompetensi personel (dalam hal ini personel KRI) dan kemampuan dock Fasharkan Surabaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kompetensi personel dan kemampuan dock Fasharkan terhadap kesiapan operasional unsur. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26, dengan kuesioner melalui Google Form dan Random sampling digunakan untuk pengumpulan data sampel. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi yang kuat antara Kompetensi Personel KRI PRX dan Kemampuan Dock Fasharkan Surabaya terhadap Kesiapan Unsur di lingkungan Koarmada II. Kompetensi Personel KRI PRX dan Kemampuan dock Fasharkan Surabaya secara parsial memiliki hubungan yang sangat kuat dan positif serta memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kesiapan unsur. Hal ini dapat diartikan bahwa semakin baiknya Kompetensi Personel KRI PRX dan Kemampuan dock Fasharkan, maka semakin tinggi kesiapan unsur Koarmada II.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa kompetensi personel KRI PRX dan kemampuan dock Fasharkan Surabaya secara signifikan mempengaruhi kesiapan unsur di Koarmada II.Kompetensi personel yang tinggi dan kemampuan dock yang optimal berkontribusi pada peningkatan kesiapan operasional kapal perang.Oleh karena itu, peningkatan kompetensi personel melalui pelatihan berkelanjutan dan pemeliharaan fasilitas dock secara berkala sangat penting untuk memastikan kesiapan armada laut Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan maritim.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan memperluas cakupan sampel, tidak hanya pada KRI PRX dan Fasharkan Surabaya, tetapi juga melibatkan lebih banyak unsur KRI dan fasilitas pemeliharaan di berbagai pangkalan TNI AL untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai pengaruh kompetensi personel dan kemampuan dock terhadap kesiapan operasional. Kedua, penelitian dapat menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi kompetensi personel, seperti metode pelatihan, program pengembangan karir, dan sistem evaluasi kinerja, serta bagaimana faktor-faktor tersebut dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan TNI AL. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran teknologi digital dan otomatisasi dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemeliharaan kapal di Fasharkan, termasuk penggunaan sistem pemantauan kondisi kapal secara real-time, penerapan teknologi virtual reality untuk pelatihan personel, dan penggunaan robotika untuk tugas-tugas perbaikan yang berbahaya atau berulang. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya peningkatan kesiapan operasional armada laut Indonesia dan mendukung pencapaian tujuan pertahanan negara.

Read online
File size303.91 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test