TAJDIDUKASITAJDIDUKASI
Tajdidukasi: Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan IslamTajdidukasi: Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan IslamPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Team Game Tournament dalam pembelajaran Prakarya dan Kewirausahaan untuk peningkatan minat berwirausaha siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan (action research) yang menggambarkan bagaimana suatu metode dan media diterapkan dalam pembelajaran dan mendeskripsikan capaian secara maksimal. Prosedur tindakan dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitiannya adalah rata-rata nilai siswa mengalami peningkatan dari siklus pertama sebesar 82,29, menjadi 85,52 pada siklus kedua. Peningkatan ini didukung dengan hasil angket bahwa pada siklus kedua terjadi peningkatan jumlah prosentase siswa yang menyatakan setuju dan sangat setuju terhadap pernyataan positif tentang minat berwirausaha.
Implementasi model pembelajaran Team Game Tournament (TGT) dapat meningkatkan minat berwirausaha siswa.Hasil belajar siswa mengalami peningkatan rata-rata nilai dari 82,29 menjadi 85,52.Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa peserta didik dapat belajar dengan aktif melalui interaksi, komunikasi, dan stimulus kompetitif yang ditawarkan oleh model TGT.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan membandingkan efektivitas model TGT dengan model pembelajaran kooperatif lainnya dalam meningkatkan minat berwirausaha siswa. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan instrumen pengukuran minat berwirausaha yang lebih valid dan reliabel, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih akurat tentang dampak pembelajaran terhadap minat siswa. Ketiga, penelitian dapat dilakukan dengan melibatkan lebih banyak sekolah dan siswa dari berbagai latar belakang sosial ekonomi untuk menguji generalisasi temuan penelitian ini. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan model pembelajaran kewirausahaan yang efektif dan relevan dengan kebutuhan siswa di era globalisasi.
| File size | 549.59 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
AFEKSIAFEKSI Penelitian ini menyimpulkan bahwa media pembelajaran Monopoli Kebuyalo layak dan efektif digunakan sebagai sarana pembelajaran IPAS pada materi keberagamanPenelitian ini menyimpulkan bahwa media pembelajaran Monopoli Kebuyalo layak dan efektif digunakan sebagai sarana pembelajaran IPAS pada materi keberagaman
AFEKSIAFEKSI Disimpulkan bahwa video animasi Youtube efektif menciptakan pembelajaran yang menarik dan interaktif, sehingga meningkatkan motivasi dan aktivitas belajarDisimpulkan bahwa video animasi Youtube efektif menciptakan pembelajaran yang menarik dan interaktif, sehingga meningkatkan motivasi dan aktivitas belajar
AFEKSIAFEKSI Tujuannya untuk menganalisis apakah terdapat perbedaan yang berarti dalam pencapaian hasil belajar siswa ketika membandingkan penerapan model jigsaw denganTujuannya untuk menganalisis apakah terdapat perbedaan yang berarti dalam pencapaian hasil belajar siswa ketika membandingkan penerapan model jigsaw dengan
AFEKSIAFEKSI Penerapan strategi ini mendorong partisipasi aktif dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan berbasisPenerapan strategi ini mendorong partisipasi aktif dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan berbasis
AFEKSIAFEKSI Rata-rata Posttest kelompok eksperimen naik dari 56,96 menjadi 75,56 (N-Gain 0,43 kategori sedang), sedangkan kelompok kontrol dari 59,52 menjadi 69,59Rata-rata Posttest kelompok eksperimen naik dari 56,96 menjadi 75,56 (N-Gain 0,43 kategori sedang), sedangkan kelompok kontrol dari 59,52 menjadi 69,59
AFEKSIAFEKSI Oleh karena itu, keterlibatan aktif siswa, dukungan guru, serta strategi pembelajaran yang mendorong kegiatan belajar mandiri sangat diperlukan guna mengoptimalkanOleh karena itu, keterlibatan aktif siswa, dukungan guru, serta strategi pembelajaran yang mendorong kegiatan belajar mandiri sangat diperlukan guna mengoptimalkan
UMPOUMPO Rata-rata nilai kelas meningkat dari 68,7 menjadi 82,8 pada siklus I, dan mencapai 91,3 pada siklus II. Dengan demikian, PBL dapat menjadi metode pembelajaranRata-rata nilai kelas meningkat dari 68,7 menjadi 82,8 pada siklus I, dan mencapai 91,3 pada siklus II. Dengan demikian, PBL dapat menjadi metode pembelajaran
TAJDIDUKASITAJDIDUKASI Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan kuesioner sebanyak 29 santri putra kelas 11 IPS. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaranTeknik pengumpulan data menggunakan observasi dan kuesioner sebanyak 29 santri putra kelas 11 IPS. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran
Useful /
AFEKSIAFEKSI Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas pembelajaran, peninjauan dokumen kurikulum, dan wawancara menyeluruh dengan kepala sekolah, guru, dan tenagaData dikumpulkan melalui observasi aktivitas pembelajaran, peninjauan dokumen kurikulum, dan wawancara menyeluruh dengan kepala sekolah, guru, dan tenaga
AFEKSIAFEKSI Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa di SDN 1 Tanjungsari Kota Blitar meliputi perencanaan dengan modul ajar yang terstruktur, pelaksanaanBerdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa di SDN 1 Tanjungsari Kota Blitar meliputi perencanaan dengan modul ajar yang terstruktur, pelaksanaan
TAJDIDUKASITAJDIDUKASI Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap: perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Metode pengumpulan data menggunakan tes dan observasi; tes untukMasing-masing siklus terdiri dari 4 tahap: perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Metode pengumpulan data menggunakan tes dan observasi; tes untuk
TAJDIDUKASITAJDIDUKASI Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). Subyek penelitian ini adalah guru SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta yang berjumlah 113 orang.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). Subyek penelitian ini adalah guru SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta yang berjumlah 113 orang.