YPIDATHUYPIDATHU

Journal of Loomingulisus ja InnovatsioonJournal of Loomingulisus ja Innovatsioon

Penelitian ini membahas probabilitas terjadinya gempa megathrust di Indonesia, yang merupakan wilayah rawan gempa akibat posisinya di Cincin Api Pasifik. Latar belakang penelitian menekankan pentingnya penilaian bahaya seismik untuk memahami kemungkinan dan dampak peristiwa seismik tersebut. Metode yang digunakan adalah studi literatur, dengan menganalisis berbagai sumber informasi, termasuk jurnal ilmiah dan laporan pemerintah, untuk mengevaluasi strategi mitigasi yang telah diterapkan. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa meskipun Indonesia telah membuat kemajuan dalam sistem peringatan dini dan peta bahaya seismik, tantangan dalam komunikasi risiko serta kesadaran publik masih perlu ditangani. Kesimpulan studi menekankan perlunya peningkatan strategi mitigasi dan kesiapsiagaan bencana guna mengurangi risiko yang terkait dengan gempa besar dan tsunami di masa depan.

Kesimpulan studi ini menekankan pentingnya peningkatan kesiapsiagaan bencana dan strategi mitigasi di Indonesia, yang sangat rentan terhadap gempa megathrust karena posisinya di Cincin Api Pasifik.Penelitian menyoroti kebutuhan akan penilaian bahaya seismik untuk memahami kemungkinan serta dampak potensial peristiwa seismik, sekaligus mendorong peningkatan kesadaran publik dan penerapan sistem peringatan dini yang efektif.Dengan mempelajari praktik manajemen bencana yang sukses di Jepang, Indonesia dapat memperkuat ketahanan terhadap ancaman seismik di masa depan, sehingga mengurangi risiko gempa besar dan tsunami yang menyertainya.

Penelitian selanjutnya dapat memfokuskan pada (1) pengembangan model empiris yang memadukan data geodetik dan seismik untuk memetakan dan memprediksi celah seismik (seismic gaps) di zona megathrust Indonesia, sehingga dapat memberikan estimasi probabilitas yang lebih akurat; (2) evaluasi sistematis efektivitas metode penyebaran peringatan dini berbasis komunitas, termasuk penggunaan SMS, media sosial, dan radio lokal, dengan mengukur tingkat respons dan pemahaman masyarakat pada skenario gempa nyata; dan (3) pembangunan platform GIS terintegrasi yang menggabungkan data kerentanan demografis, infrastruktur kritis, serta peta bahaya seismik untuk menghasilkan peta risiko multi‑dimensi yang dapat mendukung perencanaan mitigasi berbasis bukti. Ketiga arah studi tersebut diharapkan dapat melengkapi temuan tinjauan literatur saat ini, mengurangi keterbatasan data lapangan, serta memberikan dasar ilmiah yang kuat bagi kebijakan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di Indonesia.

  1. Automatic Tsunami Early Warning System Based on Open Data of Indonesia Agency for Meteorological, Climatological,... iopscience.iop.org/article/10.1088/1742-6596/1413/1/012012Automatic Tsunami Early Warning System Based on Open Data of Indonesia Agency for Meteorological Climatological iopscience iop article 10 1088 1742 6596 1413 1 012012
  2. BANGUNAN TINGGI DI INDONESIA YANG DIRANCANG TAHAN GEMPA | Journal of Economic, Business and Engineering... doi.org/10.32500/jebe.v3i1.2053BANGUNAN TINGGI DI INDONESIA YANG DIRANCANG TAHAN GEMPA Journal of Economic Business and Engineering doi 10 32500 jebe v3i1 2053
Read online
File size644.39 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test