YPIDATHUYPIDATHU
Journal of Loomingulisus ja InnovatsioonJournal of Loomingulisus ja InnovatsioonPengembangan kreativitas dalam pendidikan Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika (STEM) tetap menjadi tantangan kritis, karena pedagogi tradisional sering mengutamakan pemikiran konvergen daripada pemecahan masalah inovatif. Penelitian ini menyelidiki dampak integrasi metodologi design thinking ke dalam kelas STEM untuk meningkatkan kreativitas siswa. Tujuan utama adalah mengukur secara kuantitatif perubahan kemampuan kreatif siswa serta mengeksplorasi secara kualitatif pengalaman dan persepsi mereka terhadap proses design thinking. Penelitian ini menggunakan desain campuran penjelasan berurutan. Pada fase pertama, 120 siswa sekolah menengah berpartisipasi dalam studi kuasi‑eksperimental, menyelesaikan tes Torrance Tests of Creative Thinking (TTCT) sebelum dan sesudah intervensi. Selanjutnya, wawancara semi‑terstruktur dilakukan dengan sampel purposif sebanyak 20 siswa untuk memberikan wawasan lebih mendalam terhadap hasil kuantitatif. Temuan menunjukkan peningkatan signifikan secara statistik pada skor TTCT siswa, khususnya pada dimensi kelancaran (fluency) dan orisinalitas. Kesimpulannya, integrasi design thinking menyediakan kerangka pedagogis yang kuat untuk secara sistematis menumbuhkan kreativitas dalam disiplin STEM, serta membekali siswa dengan keterampilan esensial untuk inovasi masa depan.
Penelitian ini secara empiris membuktikan bahwa intervensi design thinking terstruktur dapat meningkatkan secara signifikan keterampilan berpikir divergen siswa STEM, khususnya pada orisinalitas dan kelancaran, dengan dukungan data kualitatif yang menunjukkan bahwa proses iteratif dan empatik menciptakan lingkungan psikologis yang aman untuk eksperimen.Kontribusi utama terletak pada metodologi desain campuran penjelasan berurutan yang menyediakan kerangka kerja replikabel untuk menilai dampak intervensi pedagogis kompleks.Meskipun hasilnya menjanjikan, keterbatasan berupa ukuran sampel kecil, konteks satu distrik sekolah, dan durasi satu semester menuntut penelitian lanjutan yang longitudinal, dengan sampel lebih besar dan desain percobaan terkontrol secara acak.
Penelitian selanjutnya sebaiknya melakukan studi longitudinal yang melacak retensi dan transfer kemampuan kreatif siswa setelah intervensi design thinking, serta mengamati apakah peningkatan tersebut berlanjut di mata pelajaran lain selama beberapa tahun. Selanjutnya, penting untuk mengevaluasi dampak pelatihan guru khusus pada kemampuan mereka mengimplementasikan design thinking dengan fidelity tinggi, dengan membandingkan kelas yang dipandu oleh guru terlatih versus yang tidak dalam desain eksperimental terkontrol. Akhirnya, diperlukan pengembangan dan validasi instrumen penilaian berbasis kinerja yang tidak hanya mengukur aspek divergen seperti fluency dan originality, tetapi juga mencakup empati, kolaborasi, dan ketahanan, sehingga memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang efek pedagogi design thinking pada siswa.
| File size | 327.39 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIMAUNIMA Tidak ada siswa yang tergolong kurang mampu, yang menunjukkan bahwa seluruh siswa memahami materi dan mampu mengaplikasikannya dengan baik. Secara umum,Tidak ada siswa yang tergolong kurang mampu, yang menunjukkan bahwa seluruh siswa memahami materi dan mampu mengaplikasikannya dengan baik. Secara umum,
PENELITIPENELITI Dengan tingkat kesulitan yang memadai dan kegiatan belajar yang dinamis, siswa harus dapat mengembangkan pikiran mereka untuk memahami materi yang sedangDengan tingkat kesulitan yang memadai dan kegiatan belajar yang dinamis, siswa harus dapat mengembangkan pikiran mereka untuk memahami materi yang sedang
LLDIKTI10LLDIKTI10 Hasil analisis tematik menunjukkan bahwa peserta terlibat secara aktif dalam menulis flash fiction secara kolaboratif. Mereka termotivasi untuk menyelesaikanHasil analisis tematik menunjukkan bahwa peserta terlibat secara aktif dalam menulis flash fiction secara kolaboratif. Mereka termotivasi untuk menyelesaikan
STKIPPGRIBLSTKIPPGRIBL Sampel berjumlah 30 siswa dari jumlah keseluruhan populasi. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik proportional random sampling.Sampel berjumlah 30 siswa dari jumlah keseluruhan populasi. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik proportional random sampling.
SYEKH NURJATISYEKH NURJATI Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran dengan model eksplanatori sekuensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalahPenelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran dengan model eksplanatori sekuensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah
UNMUHAUNMUHA Peningkatan tersebut menunjukkan adanya peningkatan profil pelajar Pancasila khususnya pada dimensi berpikir kreatif setelah penerapan media video. OlehPeningkatan tersebut menunjukkan adanya peningkatan profil pelajar Pancasila khususnya pada dimensi berpikir kreatif setelah penerapan media video. Oleh
REDWHITEPRESSREDWHITEPRESS rata‑rata nilai validitas mencapai 0,86 dan praktikalitas 93 %. Selain itu, nilai kompetensi pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa meningkat padarata‑rata nilai validitas mencapai 0,86 dan praktikalitas 93 %. Selain itu, nilai kompetensi pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa meningkat pada
PPS IBRAHIMYPPS IBRAHIMY Kemampuan siswa masih relatif rendah ditunjukkan dari soal-soal yang masih level 1, 2, dan 3, sedangkan soal HOT berada pada ranah kognitif C4, C5, danKemampuan siswa masih relatif rendah ditunjukkan dari soal-soal yang masih level 1, 2, dan 3, sedangkan soal HOT berada pada ranah kognitif C4, C5, dan
Useful /
RCF INDONESIARCF INDONESIA Namun, digitalisasi juga membawa risiko serius berupa bias algoritmik, reproduksi ketimpangan gender, tekanan kerja digital, masalah privasi dan keamananNamun, digitalisasi juga membawa risiko serius berupa bias algoritmik, reproduksi ketimpangan gender, tekanan kerja digital, masalah privasi dan keamanan
YPIDATHUYPIDATHU This study aims to explore how digital storytelling can be employed as an inclusive practice to promote voice, agency, and connection among marginalizedThis study aims to explore how digital storytelling can be employed as an inclusive practice to promote voice, agency, and connection among marginalized
YPIDATHUYPIDATHU Penelitian ini menyimpulkan bahwa menciptakan pola interaksi inklusif dan terdistribusi adalah kunci untuk meningkatkan kreativitas di lingkungan virtual.Penelitian ini menyimpulkan bahwa menciptakan pola interaksi inklusif dan terdistribusi adalah kunci untuk meningkatkan kreativitas di lingkungan virtual.
PPS IBRAHIMYPPS IBRAHIMY Pada era reformasi, keterbukaan, dan globalisasi, untuk mempertahankan kualitas lulusan pesantren, sangatlah penting agar kepemimpinan pesantren diprioritaskanPada era reformasi, keterbukaan, dan globalisasi, untuk mempertahankan kualitas lulusan pesantren, sangatlah penting agar kepemimpinan pesantren diprioritaskan