USNSJUSNSJ

Journal of Biological Science and EducationJournal of Biological Science and Education

Pembelajaran di sekolah selalu mengikuti perubahan saluran yang terjadi, salah satunya adalah penggunaan evaluasi berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan. Kurikulum Belajar Mandiri merupakan kurikulum yang digunakan mulai tingkat sekolah dasar hingga pendidikan tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi Kurikulum Belajar Mandiri dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SDN 1 Tanggulangin, Lampung Tengah. Penelitian dilakukan pada tahun ajaran 2024/2025 semester ganjil. Data primer diperoleh dari proses observasi dan wawancara yang dilakukan bersama peserta didik dan guru. Didukung dengan data sekunder berupa dokumentasi kegiatan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum belajar mandiri dalam mata pelajaran ilmu pengetahuan alam di SDN 1 Tanggulangin, Lampung Tengah telah berjalan dengan baik dan optimal, sebagaimana dibuktikan dengan berbagai kegiatan pembelajaran yang telah melibatkan seluruh peserta didik. Selain itu, penggunaan metode pembelajaran yang digunakan dalam kurikulum belajar mandiri juga telah baik. Kegiatan pembelajaran dilakukan tidak hanya di kelas tetapi juga di luar kelas, kegiatan peserta didik menjadi target utama sehingga peserta didik menjadi lebih senang dan bersemangat mengikuti pembelajaran.

Kegiatan pembelajaran menggunakan kurikulum Merdeka Belajar di SDN 1 Tanggulangin, Lampung Tengah, telah dilaksanakan dengan baik dan optimal.Proses pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga di luar kelas, mengikuti proyek yang disiapkan oleh guru, sehingga membuat siswa lebih aktif dan antusias dalam mengikuti proses pembelajaran.Implementasi kurikulum Merdeka Belajar membutuhkan kerjasama dan upaya bersama dari berbagai pihak untuk mencapai tujuan pembelajaran.Penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan mengkaji efektivitas implementasi kurikulum Merdeka Belajar terhadap peningkatan hasil belajar siswa.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur secara objektif dampak implementasi kurikulum Merdeka Belajar terhadap hasil belajar siswa IPA di SDN 1 Tanggulangin. Hal ini dapat dilakukan dengan membandingkan nilai siswa sebelum dan sesudah implementasi kurikulum. Kedua, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut pengalaman guru dalam mengimplementasikan kurikulum Merdeka Belajar, termasuk tantangan dan strategi yang mereka gunakan. Penelitian ini dapat memberikan wawasan berharga bagi pengembangan pelatihan guru dan penyusunan panduan implementasi kurikulum. Ketiga, penelitian tindakan kelas (PTK) dapat dilakukan untuk menguji efektivitas berbagai model pembelajaran inovatif yang sesuai dengan kurikulum Merdeka Belajar, seperti pembelajaran berbasis proyek atau pembelajaran berbasis masalah. Hasil PTK ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan materi pembelajaran dan strategi pengajaran yang lebih efektif.

Read online
File size325.73 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test