UMMUBAUMMUBA

Jurnal Muara PendidikanJurnal Muara Pendidikan

Tingkat pengangguran terbuka lulusan SMK masih menjadi persoalan serius meskipun sekolah kejuruan dirancang untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja. Fenomena ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan dunia kerja dan kompetensi lulusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan kerja siswa kelas XI Kompetensi Keahlian Akuntansi Keuangan Lembaga di SMKN 1 Gemarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis ex post facto, melibatkan 49 siswa sebagai responden, dan data dikumpulkan melalui angket berbasis skala Likert. Analisis dilakukan melalui uji instrumen (validitas dan reliabilitas), uji asumsi klasik (normalitas, linearitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas), serta uji statistik inferensial (uji t parsial dan koefisien determinasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan kerja terbukti dipengaruhi secara signifikan oleh Praktik Kerja Lapangan (PKL). Sedangkan lingkungan kelurga, kompetensi akuntansi, efikasi diri dan motivasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja. Temuan ini menegaskan pentingnya optimalisasi program PKL sebagai sarana peningkatan kesiapan siswa untuk memasuki dunia kerja.

Praktik kerja lapangan (PKL) berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja siswa, yang menunjukkan bahwa pengalaman langsung di dunia industri menjadi faktor dominan.Meskipun faktor seperti lingkungan keluarga dan kompetensi akuntansi tidak berpengaruh secara parsial, mereka berperan sebagai pendukung ketika diintegrasikan dengan pengalaman PKL.Secara keseluruhan, kesiapan kerja siswa lebih efektif terbentuk melalui kombinasi antara pengalaman praktik dengan penguatan faktor internal dan lingkungan.

Penelitian lanjutan dapat dikembangkan untuk menyelidiki mengapa faktor seperti lingkungan keluarga dan efikasi diri tidak berpengaruh langsung dengan mengeksplorasi peran mediator atau moderator seperti dukungan industri dan pelatihan soft skills. Selanjutnya, studi longitudinal dapat dilakukan untuk melacak perkembangan kesiapan kerja siswa setelah PKL dan menilai dampak jangka panjang terhadap pekerjaan nyata. Penelitian lain dapat fokus pada peran keterampilan digital dan teknologi dalam peningkatan kesiapan kerja, mengingat era digital saat ini dan kebutuhan adaptasi terhadap perubahan industri. Disarankan juga untuk mengintegrasikan pendekatan kualitatif untuk memahami lebih dalam pengalaman siswa selama PKL dan tantangan yang dihadapi. Untuk meningkatkan generalisasi, penelitian perlu memperluas sampel ke berbagai SMK dengan karakteristik berbeda. Dengan demikian, intervensi yang lebih efektif dapat dirancang untuk meningkatkan kesiapan kerja lulusan SMK akuntansi dan mengurangi angka pengangguran di kalangan lulusan.

  1. The Role of Self-Efficacy, Work Motivation and Work Interest on Student Work Readiness: Peran Efikasi... doi.org/10.21070/ups.2377The Role of Self Efficacy Work Motivation and Work Interest on Student Work Readiness Peran Efikasi doi 10 21070 ups 2377
  2. Vol 9, No 4 (2021). vol psikoborneo jurnal ilmiah psikologi doi http dx v9i4 table contents articles... e-journals.unmul.ac.id/index.php/psikoneo/issue/view/419Vol 9 No 4 2021 vol psikoborneo jurnal ilmiah psikologi doi http dx v9i4 table contents articles e journals unmul ac index php psikoneo issue view 419
  3. Pengaruh praktik kerja industri dan peran guru pembimbing konseling terhadap kesiapan kerja siswa SMK... doi.org/10.20961/jikap.v7i5.65048Pengaruh praktik kerja industri dan peran guru pembimbing konseling terhadap kesiapan kerja siswa SMK doi 10 20961 jikap v7i5 65048
  1. #peran guru#peran guru
  2. #siswa kelas xi#siswa kelas xi
Read online
File size615.98 KB
Pages14
Short Linkhttps://juris.id/p-31h
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test