ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES

Acta Medica IndonesianaActa Medica Indonesiana

Latar belakang: Penyakit kardiovaskular meningkatkan risiko mortalitas pada pasien penyakit Graves (GD). Fibrilasi atrium (AF) adalah salah satu penyakit kardiovaskular yang paling umum pada GD. Hipertiroidisme yang terjadi pada GD dapat meningkatkan kadar asam urat, sedangkan kadar asam urat juga dapat meningkatkan risiko AF pada populasi umum. Studi ini dirancang untuk mengamati korelasi antara free T4 (FT4) dan asam urat, serta membandingkan kadar asam urat pada subjek dengan dan tanpa AF pada GD. Metode: Studi cross-sectional dilakukan, termasuk pasien GD yang memenuhi kriteria penelitian di Dr. Cipto Mangunkusumo Hospital selama tahun 2024. Kami melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, dan elektrokardiogram untuk setiap subjek. Data dianalisis menggunakan korelasi Pearson atau Spearman, dan analisis bivariat untuk mengevaluasi perbandingan asam urat pada subjek dengan dan tanpa AF. Hasil: Kami memasukkan 74 subjek, dengan rata-rata usia 41 tahun, kebanyakan perempuan (86,5%), dan 62,2% memiliki tingkat FT4 normal. AF terjadi hanya pada 4,1% subjek. Rata-rata asam urat adalah 4,71 ± 1,2 mg/dl, yang masih dalam rentang normal. Tidak ditemukan korelasi antara FT4 dan asam urat (r = 0,076; p = 0,520), termasuk setelah penyesuaian dengan analisis subkelompok berdasarkan status tiroid, jenis kelamin, dan diabetes mellitus. Rata-rata asam urat tidak berbeda secara statistik antara subjek dengan dan tanpa AF (4,9 ± 1,01 mg/dl vs 4,7 ± 1,2 mg/dl; p = 0,785). Kesimpulan: Tidak ditemukan korelasi yang signifikan antara FT4 dan asam urat. Rata-rata asam urat tidak berbeda secara statistik antara subjek dengan dan tanpa AF.

Tidak ditemukan korelasi yang signifikan antara FT4 dan asam urat.Rata-rata asam urat tidak berbeda secara statistik antara subjek dengan dan tanpa AF.

Berdasarkan hasil penelitian ini, kami merekomendasikan penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi faktor-faktor risiko nontradisional yang dapat dimodifikasi, seperti asam urat, untuk mencegah AF pada pasien GD. Selain itu, studi longitudinal yang lebih besar diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini dan menyelidiki hubungan antara FT4 dan asam urat pada subjek dengan tingkat FT4 tinggi. Studi kasus kontrol, nested case control, atau kohort multi-pusat juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi perbandingan asam urat pada subjek dengan dan tanpa AF pada pasien GD.

Read online
File size658.24 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test