ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES

Acta Medica IndonesianaActa Medica Indonesiana

Myocardial infarction simultaneously involving two or more culprit lesions is extremely rare and usually has a poor clinical outcome including mortality. Management of this complicated condition is challenging and limited time. A 68-year-old woman presented with sudden onset of limited breath and chest discomfort since two hours prior to admission. On admission, she succumbed into cardiogenic shock and pulmonary oedema. ECG revealed ST elevation in V2-V5 and in aVR. By coronary angiography, there were occlusions at the LAD and LCX. Stent was applied at proximal LAD and LCX. Subsequently, patients condition improved.

Laporan ini mendokumentasikan kasus langka pasien STEMI dengan keterlibatan LAD dan LCX (dua penyebab) yang menunjukkan hasil yang dramatis dari angioplasti dan perbaikan klinis.Elektrokardiogram (EKG) menunjukkan infark anterior dengan elevasi ST pada lead aVR.Aspirasi trombus dilakukan segera pada LAD dan LCX, dan teknik V-stenting digunakan untuk mempersingkat waktu pemasangan stent.Kasus ini menyoroti pentingnya diagnosis dan intervensi cepat pada pasien dengan infark miokard multipel.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko spesifik yang memprediksi terjadinya infark miokard multipel, sehingga memungkinkan strategi pencegahan yang lebih tepat sasaran. Studi prospektif yang melibatkan populasi besar dapat membantu menentukan apakah pendekatan intervensi yang lebih agresif, seperti revaskularisasi lengkap selama presentasi awal, dapat meningkatkan hasil klinis pada pasien dengan kasus seperti ini. Selain itu, penelitian yang berfokus pada optimalisasi teknik V-stenting dan penggunaan stent generasi baru dengan profil rendah dapat mengurangi risiko komplikasi dan meningkatkan efektivitas prosedur pada lesi bifurkasi yang kompleks, yang sering ditemukan pada infark miokard multipel. Pengembangan algoritma berbasis EKG yang lebih akurat untuk mengidentifikasi pasien dengan kemungkinan keterlibatan multipel pembuluh darah juga dapat mempercepat diagnosis dan memulai intervensi yang tepat waktu, yang pada akhirnya dapat menyelamatkan nyawa dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Read online
File size784.57 KB
Pages3
DMCAReport

Related /

ads-block-test