ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES
Acta Medica IndonesianaActa Medica IndonesianaLatar belakang: sudah banyak penelitian mengenai interferon-gamma release assay (IGRA) dalam TB luar paru, namun hanya sedikit yang berasal dari negara-negara berkembang. Ini merupakan penelitian pertama tentang kegunaan IGRA dalam TB luar paru yang dilakukan di Indonesia sebagai negara berkembang dengan kasus TB terbanyak kedua di dunia. Studi ini bertujuan untuk mengetahui manfaat pemeriksaan IGRA dalam mendiagnosis TB ekstraparu. Metode: sebanyak 84 pasien dengan dugaan TB ekstraparu dilakukan pemeriksaan IGRA dan pemeriksaan baku emas secara tersamar. Pemeriksaan baku emas dilakukan pemeriksaan histopatologi dan pewarnaan BTA jaringan. Hasil: dari total 84 pasien didapatkan hasil baku emas positif pada 57 pasien, dimana 50 pasien diantaranya didapatkan hasil IGRA positif. Dari 27 pasien dengan baku emas negatif didapatkan hasil IGRA positif pada 10 pasien. Limfadenitis TB merupakan manifestasi TB ekstraparu yang paling banyak ditemukan. Hasil uji diagnostik IGRA untuk TB ekstraparu yang didapat adalah sebagai berikut: sensitifitas 87,71%, spesifisitas 63%, nilai duga positif 83,33%, dan nilai duga negatif 70,83%. Kesimpulan: pemeriksaan IGRA dapat digunakan sebagai salah satu sarana penunjang diagnosis TB ekstraparu, namun hasil yang negatif belum dapat menyingkirkan kemungkinan adanya infeksi TB tersebut.
Pemeriksaan IGRA dapat digunakan sebagai salah satu sarana penunjang diagnosis TB ekstraparu, namun hasil yang negatif belum dapat menyingkirkan kemungkinan adanya infeksi TB tersebut.IGRA dapat menjadi alat bantu dalam mendiagnosis TB ekstraparu, namun hasil negatif tidak serta merta menunjukkan tidak adanya infeksi TB.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan penggunaan IGRA dalam diagnosis TB ekstraparu, terutama di negara-negara berkembang.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi efektivitas IGRA dalam diagnosis TB ekstraparu pada berbagai manifestasi klinis, seperti TB tulang dan TB genitourinari, untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan sensitivitas dan spesifisitas IGRA pada masing-masing manifestasi. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan algoritma diagnostik yang menggabungkan IGRA dengan pemeriksaan penunjang lainnya, seperti pemeriksaan radiologi dan kultur, untuk meningkatkan akurasi diagnosis TB ekstraparu. Ketiga, penting untuk dilakukan penelitian prospektif untuk mengevaluasi nilai prediksi IGRA dalam memprediksi perkembangan penyakit dan respons terhadap terapi pada pasien dengan TB ekstraparu, sehingga dapat membantu dalam pengambilan keputusan klinis yang lebih tepat.
| File size | 401.43 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
UM SURABAYAUM SURABAYA Kejadian kematian mendadak didominasi kelompok usia 40-60 tahun (50%). Sebab kematian mendadak didominasi sebab kematian terkait sistem kardiovaskularKejadian kematian mendadak didominasi kelompok usia 40-60 tahun (50%). Sebab kematian mendadak didominasi sebab kematian terkait sistem kardiovaskular
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Kondisi ini, yang dikenal sebagai ikterus, terjadi karena hiperbilirubinemia. Meskipun ikterus relatif jarang pada orang dewasa, keberadaannya biasanyaKondisi ini, yang dikenal sebagai ikterus, terjadi karena hiperbilirubinemia. Meskipun ikterus relatif jarang pada orang dewasa, keberadaannya biasanya
UNJUNJ Hasil penelitian menunjukan bahwa media pembelajaran berbasis video animasi pada materi praktikum Operational Amplifier (Op-Amp), khususnya pada mata pelajaranHasil penelitian menunjukan bahwa media pembelajaran berbasis video animasi pada materi praktikum Operational Amplifier (Op-Amp), khususnya pada mata pelajaran
STIKESADVAITAMEDIKASTIKESADVAITAMEDIKA Salah satu elemen penting dalam penanganan kasus tuberkulosis yaitu dengan menggandeng Kader Kesehatan yang berada di masyarakat untuk turut serta menyelesaikanSalah satu elemen penting dalam penanganan kasus tuberkulosis yaitu dengan menggandeng Kader Kesehatan yang berada di masyarakat untuk turut serta menyelesaikan
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Pemahaman mengenai patofisiologi penyakit, strategi diagnosis dan terapi, serta pencegahan relaps penting diketahui oleh semua klinisi khususnya spesialisPemahaman mengenai patofisiologi penyakit, strategi diagnosis dan terapi, serta pencegahan relaps penting diketahui oleh semua klinisi khususnya spesialis
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Beberapa studi menyebutkan bahwa stunting juga meningkatkan risiko kejadian obesitas saat dewasa dan hal ini berkaitan dengan pengaruhnya pada efisiensiBeberapa studi menyebutkan bahwa stunting juga meningkatkan risiko kejadian obesitas saat dewasa dan hal ini berkaitan dengan pengaruhnya pada efisiensi
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Sistem skor NL proliferatif diperlukan untuk membantu diagnosis NL proliferatif terutama pada kondisi biopsi ginjal tidak dapat dilakukan. Tujuan penelitianSistem skor NL proliferatif diperlukan untuk membantu diagnosis NL proliferatif terutama pada kondisi biopsi ginjal tidak dapat dilakukan. Tujuan penelitian
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Hal ini menyebabkan adanya tantangan tersendiri dalam tatalaksana kedua penyakit tersebut. Dua orang laki-laki dengan LES dan psoriasis vulgaris dilaporkanHal ini menyebabkan adanya tantangan tersendiri dalam tatalaksana kedua penyakit tersebut. Dua orang laki-laki dengan LES dan psoriasis vulgaris dilaporkan
Useful /
UM SURABAYAUM SURABAYA Beras hitam diberikan dalam bentuk ekstrak etanol dengan dosis 75 mg/kgBB/hari selama enam minggu. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalahBeras hitam diberikan dalam bentuk ekstrak etanol dengan dosis 75 mg/kgBB/hari selama enam minggu. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah
UM SURABAYAUM SURABAYA Analisis data menggunakan Kruskal‑Wallis dilanjutkan dengan uji Post‑Hoc Bonferroni, yang menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan (p > 0,05)Analisis data menggunakan Kruskal‑Wallis dilanjutkan dengan uji Post‑Hoc Bonferroni, yang menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan (p > 0,05)
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES 4%, sedangkan ekspresi positif dari CD30 sebesar 89. 5%. Kesimpulan: studi ini menunjukkan bahwa hampir 90% pasien memberikan ekspresi positif CD30, sedangkan4%, sedangkan ekspresi positif dari CD30 sebesar 89. 5%. Kesimpulan: studi ini menunjukkan bahwa hampir 90% pasien memberikan ekspresi positif CD30, sedangkan
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES PML merupakan suatu manifestasi klinis yang biasanya berkaitan dengan infeksi virus John Cunningham (JC). PML juga berhubungan dengan kondisi keganasan,PML merupakan suatu manifestasi klinis yang biasanya berkaitan dengan infeksi virus John Cunningham (JC). PML juga berhubungan dengan kondisi keganasan,