UNISSULAUNISSULA

Jurnal Pendidikan Sultan AgungJurnal Pendidikan Sultan Agung

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis ditinjau dari kepercayaan diri siswa SMA pada pembelajaran tatap muka terbatas. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Kasiman kelas XI MIPA 3. Subjek penelitian ditentukan dari pengkategorian kepercayaan diri siswa dari hasil angket yang dikelompokkan menjadi 3, yaitu tinggi, sedang dan rendah. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah instrument tes kemampuan komunikasi matematis. Instrument pedoman wawancara digunakan untuk memperoleh data mengenai kemampuan komunikasi matematis agar data lebih jelas. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Siswa dengan kepercayaan diri tinggi, mampu memenuhi semua indikator komunikasi matematis yang terdiri dari tujuh indikator; (2) Siswa dengan kepercayaan diri sedang, belum mampu menggunakann simbol-simbol matematika dengan tepat, belum mampu menjelaskan hasil pekerjaan secara logis; (3) Siswa dengan kepercayaan diri rendah belum mampu menggunakann simbol-simbol matematika dengan tepat, belum mampu memahami istilah-istilah dalam bahasa matematika, belum mampu menggambarkan situasi masalah dan menyatakan solusi masalah dalam bentuk tulisan dan atau gambar dengan baik dan benar, belum mampu menjelaskan hasil pekerjaan secara logis.

Siswa dengan kepercayaan diri tinggi mampu memahami inti permasalahan dari soal yang diberikan, mampu menentukan ide matematis dalam mencari solusi soal yang telah diberikan, mampu menggunakann simbol-simbol matematika dengan tepat, mampu memahami istilah-istilah dalam bahasa matematika, mampu menggambarkan situasi masalah dan menyatakan solusi masalah dalam bentuk tulisan dan atau gambar dengan baik dan benar, mampu menjelaskan hasil pekerjaan secara logis, Mampu merefleksi hasil pekerjaannya setelah mendapatkan arahan dari peneliti.Siswa dengan kepercayaan diri sedang belum mampu menggunakann simbol-simbol matematika dengan tepat serta belum mampu menjelaskan hasil pekerjaan secara logis.Siswa dengan kepercayaan diri rendah belum mampu menggunakann simbol-simbol matematika dengan tepat, belum mampu memahami istilah-istilah dalam bahasa matematika, belum mampu menggambarkan situasi masalah dan menyatakan solusi masalah dalam bentuk tulisan dan atau gambar dengan baik dan benar serta belum mampu menjelaskan hasil pekerjaan secara logis.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat meneliti pengaruh model pembelajaran yang berbeda, seperti pembelajaran berbasis proyek atau problem-based learning, terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa dengan tingkat kepercayaan diri yang berbeda. Hal ini penting untuk mengetahui apakah terdapat model pembelajaran yang lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa dengan berbagai tingkat kepercayaan diri. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi kemampuan komunikasi matematis siswa selain kepercayaan diri, seperti gaya belajar, motivasi belajar, atau dukungan sosial dari keluarga dan teman sebaya. Dengan memahami faktor-faktor ini, guru dapat merancang pembelajaran yang lebih personal dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan instrumen penilaian kemampuan komunikasi matematis yang lebih valid dan reliabel, sehingga dapat memberikan informasi yang akurat tentang kemampuan siswa dan membantu guru dalam memberikan umpan balik yang konstruktif. Ketiga saran ini saling terkait dan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika dan membantu siswa mengembangkan kemampuan komunikasi matematis yang esensial untuk keberhasilan mereka di masa depan.

Read online
File size876.71 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test