UM SURABAYAUM SURABAYA

Maqasid: Jurnal Studi Hukum IslamMaqasid: Jurnal Studi Hukum Islam

Praktik pengangkatan anak di banyak komunitas Muslim menimbulkan persoalan hukum terkait pola pemberian harta warisan, karena anak angkat tidak memperoleh hak waris berdasarkan nasab. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola pemberian harta warisan bagi anak angkat di Desa Sei Rampah, mengidentifikasi faktor penghambat penerapan mekanisme hukum seperti wasiat wajibah, dan mengevaluasi implikasinya terhadap tujuan maqāṣid al‑sharīʿah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus; data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara semi‑terstruktur dengan informan purposif (empat anak angkat, orang tua angkat, dan tokoh masyarakat), sementara data sekunder berasal dari kajian hukum dan literatur relevan. Kebaruan penelitian terletak pada pemadanan analisis normatif‑empiris dengan perspektif maqāṣid untuk menilai kesesuaian antara norma formal dan praktik lokal. Hasil menunjukkan bahwa pembagian harta lebih sering dilakukan melalui hibah atau musyawarah keluarga daripada mekanisme formal wasiat wajibah; hambatan utama adalah rendahnya literasi hukum dan dominasi tradisi lokal. Penelitian memberikan bukti empiris untuk rekomendasi kebijakan literasi hukum keluarga Islam dan menekankan peran tokoh agama dalam mensosialisasikan mekanisme perlindungan ekonomi bagi anak angkat.

Penelitian menunjukkan bahwa penerapan wasiat wajibah bagi anak angkat di Desa Sei Rampah belum optimal, praktik masih didominasi pembagian harta berdasarkan nasab dan musyawarah keluarga sehingga anak angkat sering tidak mendapatkan perlindungan ekonomi.Meskipun secara normatif hukum Islam menyediakan mekanisme wasiat wajibah untuk melindungi hak anak angkat, rendahnya literasi hukum dan dominasi tradisi menghambat realisasi tujuan maqāṣid al‑sharīʿah, khususnya ḥifẓ al‑māl dan ḥifẓ al‑nasl.Penelitian berkontribusi pada literatur dengan menggabungkan analisis normatif‑empiris menggunakan kerangka maqāṣid serta memberikan rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan literasi hukum, pedoman wasiat/hibah, dan peran tokoh agama dalam mensosialisasikan perlindungan ekonomi bagi anak angkat.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti bagaimana peningkatan literasi hukum melalui program pendidikan agama di desa-desa dengan karakteristik sosial ekonomi berbeda memengaruhi pemahaman dan penerapan wasiat wajibah bagi anak angkat (misalnya, apakah program pelatihan berbasis modul sederhana dapat meningkatkan kepatuhan terhadap mekanisme hukum). Selanjutnya, dapat dilakukan studi komparatif antara wilayah yang mengadopsi wasiat wajibah secara formal dengan wilayah yang masih mengandalkan musyawarah keluarga, untuk mengidentifikasi faktor-faktor struktural yang mempercepat atau menghambat transisi ke praktik hukum formal (misalnya, peran lembaga keagamaan, akses layanan notaris, atau keberadaan tokoh adat). Terakhir, penelitian dapat mengembangkan model evaluasi efektivitas kebijakan hukum yang mengintegrasikan analisis maqāṣid al‑sharīʿah dengan data empiris, guna mengukur sejauh mana perlindungan harta (ḥifẓ al‑māl) dan kelangsungan hidup anak angkat (ḥifẓ al‑nasl) tercapai setelah intervensi kebijakan, sehingga memberikan dasar ilmiah untuk perbaikan regulasi di tingkat nasional.

  1. 0. 0 jurnal.umk.ac.id/index.php/simet/article/view/15740 0 jurnal umk ac index php simet article view 1574
  2. WASIAT WAJIBAH BAGI ANAK ANGKAT DALAM HARTA WARIS MELALUI PUTUSAN NOTARIS | Al-Majaalis : Jurnal Dirasat... ejournal.stdiis.ac.id/index.php/Al-Majalis/article/view/176WASIAT WAJIBAH BAGI ANAK ANGKAT DALAM HARTA WARIS MELALUI PUTUSAN NOTARIS Al Majaalis Jurnal Dirasat ejournal stdiis ac index php Al Majalis article view 176
Read online
File size432.38 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test