UNISSULAUNISSULA

Jurnal Pendidikan Sultan AgungJurnal Pendidikan Sultan Agung

Pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan sebelum anak berusia 15 tahun. Pernikahan dini menjadi salah satu faktor penyebab anak putus sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pernikahan dini terhadap sistem pendidikan di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik studi pustaka atau kajian literatur yang diperoleh dari berbagai literatur dan dokumen yang dianalisis secara deksriptif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa pernikahan dini memiliki dampak yang sangat besar pada anak yang masih membutuhkan bimbingan dari orangtua, selain putus sekolah anak juga dihadapkan pada berbagai kondisi tekanan mental seperti kecemasan, kekerasan rumah tangga hingga trauma. Dampak lain yang ditimbulkan yaitu hilangnya kesempatan untuk memeperoleh pekerjaan yang lebih baik karena minimnya tingkat pendidikan, dari aspek sosial mereka memiliki keterbatasan dalam mengeksplor lingkungan serta tidak dapat bergaul dengan teman seusianya karena telah sibuk dengan persoalan rumah tangga.

Para ulama sepakat bahwa pernikahan sah bila sudah baligh dan mampu membina rumah tangga, sementara pemerintah menetapkan batas minimal usia 19 tahun.Pernikahan dini dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, pendidikan, ekonomi, dan individu, serta menyebabkan hilangnya kesempatan melanjutkan pendidikan, menimbulkan kecemasan, stres, dan trauma pada anak.Selain itu, anak yang menikah dini sering menghadapi masalah keuangan karena kondisi finansial yang tidak stabil.

Penelitian kuantitatif yang mengukur prevalensi pernikahan dini dan hubungannya dengan tingkat putus sekolah di berbagai provinsi Indonesia dapat memberikan data statistik yang lebih kuat. Selanjutnya, studi longitudinal yang mengikuti anak-anak yang menikah sebelum usia 15 tahun selama beberapa tahun akan membantu memahami dampak jangka panjang terhadap pencapaian pendidikan, kesehatan mental, dan kesejahteraan ekonomi. Selain itu, uji coba intervensi berbasis komunitas yang melibatkan program pendidikan seksualitas, peningkatan kesadaran hak anak, dan pemberdayaan ekonomi keluarga dapat dievaluasi efektivitasnya dalam menurunkan angka pernikahan dini. Ketiga pendekatan ini dapat melengkapi temuan kualitatif sebelumnya dan memberikan dasar kebijakan yang lebih terarah.

Read online
File size798.79 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test