IAIN CURUPIAIN CURUP

AJIS: Academic Journal of Islamic StudiesAJIS: Academic Journal of Islamic Studies

Pro dan kontra poligami di Indonesia masih menjadi perbincangan menarik. Perbincangan ini semakin memanas ketika fakta di sekitar kita memaparkan poligamis yang menggunakan ajaran agama sebagai alasan untuk poligami. Padahal poligami adalah pilihan pribadi karena esensi ajaran Islam menganut sistem perkawinan monogami. Oleh karena itu Prof. Dr. Siti Musdah Mulia melalui bukunya Islam Menggugat Poligami mengembalikan pemahaman ini ke perspektif yang benar, dengan menganalisis 114 ayat Al-Quran tentang perkawinan yang menyimpulkan bahwa poligami ditolak bahkan dilarang. Pertanyaan yang muncul dalam penelitian ini adalah: Apa relevansi pemikiran Musdah Mulia terhadap Undang-Undang Perkawinan di Indonesia?.

Menurut Musdah, prinsip dasar perkawinan Islam adalah monogami, bukan poligami, dengan mengundang kita untuk memahami poligami dalam kerangka besar perkawinan yang mengandung prinsip-prinsip perkawinan dalam Islam, yaitu.monogami, kesetaraan, cinta yang saling mengasihi, saling mendukung dan membantu, kesatuan dan kebebasan memilih pasangan.Dan marilah kita tidak melihat Al-Quran, Surah Annisa sebagai ayat yang berdiri sendiri, tetapi sebagai unit dengan ayat-ayat Al-Quran lainnya tentang perkawinan dan muamalah.Jadi, Musdah menyimpulkan bahwa ia menolak bahkan melarang poligami.Untuk Musdah, sudah saatnya Indonesia melarang poligami karena berbagai alasan yang dikemukakannya, baik psikologis, sosial, ekonomi, dan kesehatan.Selain itu, poligami dianggap tidak konsisten dengan beberapa undang-undang yang berlaku di Indonesia yang telah muncul sejak itu.

Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Menganalisis dampak sosial dan psikologis poligami terhadap perempuan dan anak-anak, serta implikasinya terhadap masyarakat. 2. Meneliti dan membandingkan praktik poligami di berbagai negara dengan fokus pada aspek hukum dan kebijakan, serta dampak sosialnya. 3. Mengkaji ulang Undang-Undang Perkawinan di Indonesia dari perspektif hak asasi manusia dan kesetaraan gender, serta merekomendasikan perubahan-perubahan yang diperlukan untuk melindungi hak-hak perempuan dan anak-anak.

  1. Polygamy in Musdah Mulia's View and Its Relevance to Marriage Law in Indonesia | AJIS: Academic... journal.iaincurup.ac.id/index.php/AJIS/article/view/8447Polygamy in Musdah Mulias View and Its Relevance to Marriage Law in Indonesia AJIS Academic journal iaincurup ac index php AJIS article view 8447
Read online
File size362.12 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test