JPTAMJPTAM

Jurnal Pendidikan TambusaiJurnal Pendidikan Tambusai

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis dan letak kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTS Terpadu Attaqwa 04. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes berupa soal tes uraian yang berbentuk soal cerita dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesalahan-kesalahan siswa dapat dilihat dari empat aspek kesalahan, yaitu 1) Kesalahan dalam memahami soal karena telah terjadi miskonsepsi pada diri siswa, sehingga siswa tidak dapat menuliskan yang di ketahui dan yang ditanyakan dari soal dan tidak paham apa yang dimaksud dari soal tersebut, 2) Kesalahan dalam menyusun rencana yaitu siswa banyak melakukan kesalahan dalam menuliskan pemisalan dan mengubah informasi yang diberikan kedalam bentuk matematika dikarenakan siswa tidak membaca soal dengan teliti, 3) Kesalahan dalam menyelesaikan rencana yaitu siswa tidak memahami materi SPLDV dengan baik, dan kurang teliti dalam melakukan perhitungan, 4) Kesalahan menuliskan kesimpulan yaitu siswa tidak terbiasa menuliskan kesimpulan dalam menyelesaikan soal cerita.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV dapat diidentifikasi dari empat aspek utama.Pertama, kesalahan dalam memahami soal disebabkan oleh miskonsepsi siswa, yang mengakibatkan kesulitan dalam mengidentifikasi informasi yang diketahui dan ditanyakan.Kedua, kesalahan dalam menyusun rencana muncul karena siswa kesulitan dalam membuat pemisalan dan mengubah informasi ke dalam bentuk matematika.Ketiga, kesalahan dalam menyelesaikan rencana disebabkan oleh kurangnya pemahaman materi SPLDV dan kurangnya ketelitian dalam perhitungan.Keempat, siswa seringkali tidak menuliskan kesimpulan karena kurangnya kebiasaan dalam menyelesaikan soal cerita dengan kesimpulan yang jelas.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengembangkan instrumen diagnostik yang lebih komprehensif untuk mengidentifikasi secara spesifik jenis-jenis miskonsepsi yang dialami siswa dalam memahami soal cerita SPLDV. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pembelajaran yang berorientasi pada pemecahan masalah (problem solving) dan menekankan pada proses berpikir siswa dalam menyelesaikan soal cerita, dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyusun rencana penyelesaian yang tepat. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi efektivitas penggunaan media pembelajaran interaktif atau aplikasi berbasis teknologi dalam membantu siswa memvisualisasikan konsep SPLDV dan meningkatkan pemahaman mereka terhadap soal cerita. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika dan mengatasi kesulitan belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV.

  1. ANALISIS KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN VERBAL PADA SISWA KELAS... ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/SJME/article/view/2213ANALISIS KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN VERBAL PADA SISWA KELAS ejournal uin suska ac index php SJME article view 2213
Read online
File size297.5 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test