ESDMESDM
JURNAL GEOLOGI KELAUTANJURNAL GEOLOGI KELAUTANMorfologi Tanjung Gondol terdiri atas perbukitan yang cukup kontras terhadap morfologi di sekitarnya berupa pedataran. Batuan penyusun Tanjung Gondol terdiri atas batuan volkanik berupa lava, dan breksi vulkanik, yang mempunyai resistensi cukup tinggi terhadap energi gelombang laut. Daerah pedataran disusun oleh endapan aluvium yang sebagian besar berupa endapan pasir yang sangat mudah tergerus oleh energi gelombang. Tanjung Gondol adalah sebuah pulau dekat pantai yang dipisahkan dari Pulau Bali oleh sebuah selat yang sempit dengan lautnya yang dangkal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses pembentukan tombolo Tanjung Gondol berdasarkan analisis data geologi dan oseanografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tanjung Gondol sebelumnya berupa sebuah pulau kecil yang terpisah dari Pulau Bali, dan dibatasi oleh laut dangkal. Karena proses pendangkalan pada laut tersebut akibat arus sejajar pantai, maka pulau kecil ini secara berangsur bersatu dengan Pulau Bali membentuk Tombolo Tanjung Gondol.
Karena batuan penyusun Tanjung Gondol memiliki kekuatan fisik tinggi, mereka berfungsi sebagai penghalang terhadap energi gelombang sehingga proses sedimentasi dapat berlangsung tanpa gangguan arus tegak lurus pantai.Analisis energi flux gelombang dan arah arus litoral menunjukkan pergerakan arus yang menyebabkan penumpukan sedimen di antara Tanjung Gondol dan daratan utama, yang mengindikasikan terbentuknya tombolo.Penemuan koral mati pada dasar sumur uji menegaskan bahwa area tersebut dulunya perairan dangkal yang kini telah menjadi daratan akibat proses tombolo.
Penelitian lanjutan dapat mengkaji variasi temporal energi flux dan transportasi sedimen dengan memanfaatkan data gelombang modern dari buoy serta citra satelit resolusi tinggi untuk menilai perubahan dinamis tombolo Tanjung Gondol. Selanjutnya, diperlukan pemodelan numerik yang mempertimbangkan skenario kenaikan muka laut dan intensitas badai yang meningkat guna memprediksi stabilitas dan evolusi tombolo di masa depan. Terakhir, studi ekologi yang memetakan komunitas koral dan bentik di wilayah tombolo yang baru terbentuk akan memberikan wawasan tentang dampak biologis dari proses sedimentasi dan perubahan lingkungan pesisir.
| File size | 748.39 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UIN SUKAUIN SUKA Makalah ini mengeksplorasi praktik sehari-hari komunikasi Islam informal di kalangan mahasiswa Muslim di Andhra University, sebuah universitas publik diMakalah ini mengeksplorasi praktik sehari-hari komunikasi Islam informal di kalangan mahasiswa Muslim di Andhra University, sebuah universitas publik di
UM SURABAYAUM SURABAYA Waduk Sepaku Semoi yang direncanakan memiliki usia guna 50 tahun dengan tampungan mati 1,06 juta m3 tentu tidak lepas dari permasalahan sedimentasi. PenelitianWaduk Sepaku Semoi yang direncanakan memiliki usia guna 50 tahun dengan tampungan mati 1,06 juta m3 tentu tidak lepas dari permasalahan sedimentasi. Penelitian
UNJUNJ Berdasarkan temuan tersebut direkomendasikan pembangunan jalur evakuasi, peningkatan literasi kebencanaan, dan penguatan infrastruktur serta ekosistemBerdasarkan temuan tersebut direkomendasikan pembangunan jalur evakuasi, peningkatan literasi kebencanaan, dan penguatan infrastruktur serta ekosistem
ITENASITENAS Semakin besar diameter dan kemiringan tube settler semakin rendah efisiensi penyisihan TSS dan kekeruhan. Efisiensi penyisihan TSS yang paling tinggi yaituSemakin besar diameter dan kemiringan tube settler semakin rendah efisiensi penyisihan TSS dan kekeruhan. Efisiensi penyisihan TSS yang paling tinggi yaitu
LENTERADUALENTERADUA Mangrove jenis ini berada pada lingkungan sedimen berukuran pasir sedang. Rhizopora sp hanya berkembang di lokasi yang lebih jauh dari muara sungai, denganMangrove jenis ini berada pada lingkungan sedimen berukuran pasir sedang. Rhizopora sp hanya berkembang di lokasi yang lebih jauh dari muara sungai, dengan
ESDMESDM Sedangkan tipe pantai berpasir yang membentuk bentang alam landai ditempati pasir serta kerikil volkanik dengan terkadang ditemui tumbuhan bakau. SebaranSedangkan tipe pantai berpasir yang membentuk bentang alam landai ditempati pasir serta kerikil volkanik dengan terkadang ditemui tumbuhan bakau. Sebaran
ESDMESDM Sub-cekungan di Cekungan Tomini dapat diidentifikasi dari penampang seismik pada lintasan 28, 30, 32 dan data anomali gaya berat. Dengan mengkorelasikanSub-cekungan di Cekungan Tomini dapat diidentifikasi dari penampang seismik pada lintasan 28, 30, 32 dan data anomali gaya berat. Dengan mengkorelasikan
ESDMESDM Hasil analisis kualitatif anomali Bouguer dan anomali sisa menunjukkan bahwa anomali rendah terkonsentrasi di wilayah Cibarusa bagian selatan subcekunganHasil analisis kualitatif anomali Bouguer dan anomali sisa menunjukkan bahwa anomali rendah terkonsentrasi di wilayah Cibarusa bagian selatan subcekungan
Useful /
MKRIMKRI Perubahan konstitusi yang dahulunya dipahami sebagai instrumen negara-negara demokratis untuk menjunjung tinggi perlindungan hak asasi manusia, kini digunakanPerubahan konstitusi yang dahulunya dipahami sebagai instrumen negara-negara demokratis untuk menjunjung tinggi perlindungan hak asasi manusia, kini digunakan
LENTERADUALENTERADUA Berdasarkan estimasi sumberdaya nikel laterit menggunakan metode IDW, estimasi sumber daya nikel laterit ini dilakukan pada zona saprolit dengan Cut ofBerdasarkan estimasi sumberdaya nikel laterit menggunakan metode IDW, estimasi sumber daya nikel laterit ini dilakukan pada zona saprolit dengan Cut of
ESDMESDM Kontak antara Kelompok Aifam dan Formasi Tipuma Trias- Jura Awal dipisahkan oleh batas bentang regional. Formasi ini terdiri alas lapisan merah yang mengisiKontak antara Kelompok Aifam dan Formasi Tipuma Trias- Jura Awal dipisahkan oleh batas bentang regional. Formasi ini terdiri alas lapisan merah yang mengisi
ESDMESDM Proses diagenesis yang terawetkan dan teramati pada pengujian petrografis meliputi penyemenan, penggantian, pendolomitan, pemampatan, peretakan, dan pelarutan.Proses diagenesis yang terawetkan dan teramati pada pengujian petrografis meliputi penyemenan, penggantian, pendolomitan, pemampatan, peretakan, dan pelarutan.