ESDMESDM

JURNAL GEOLOGI KELAUTANJURNAL GEOLOGI KELAUTAN

Sub-cekungan di Cekungan Tomini dapat diidentifikasi dari penampang seismik pada lintasan 28, 30, 32 dan data anomali gaya berat. Dengan mengkorelasikan kedua data tersebut, batas sub-cekungan dapat diperlihatkan. Batas tepian cekungan berada pada anomali gaya berat antara 80 sampai -80 mgal. Berdasarkan data seismik, ketebalan sedimen di sub-cekungan ini relatif menebal ke arah barat, seiring dengan luas sub-cekungan yang meluas ke arah barat. Secara umum, ketebalan sedimen di sub-cekungan ini lebih tebal dibandingkan sub-cekungan di bagian utara.

Sub-cekungan Tomini dapat teridentifikasi secara jelas berdasarkan data anomali gaya berat dan penampang seismik dari lintasan 28, 30, dan 32.Batas sub-cekungan belum sepenuhnya diketahui, terutama di bagian selatan, timur, dan barat.Ketebalan sedimen di Sub-cekungan Tomini bagian selatan lebih besar dibandingkan dengan Sub-cekungan Tomini di bagian utara berdasarkan anomali gaya beratnya.

Penelitian lanjutan perlu difokuskan pada akuisisi data seismik yang lebih padat di bagian selatan, timur, dan barat Cekungan Tomini untuk memetakan batas sub-cekungan secara lebih akurat. Selain itu, studi geokimia dan petrologi sedimen dan batuan dasar di sub-cekungan ini dapat memberikan informasi penting mengenai asal-usul sedimen dan evolusi tektonik cekungan. Untuk memahami lebih lanjut potensi hidrokarbon di wilayah ini, diperlukan pemodelan basin yang komprehensif dengan mengintegrasikan data seismik, gaya berat, dan data sumur bor (jika tersedia), serta analisis stratigrafi dan fasies sedimen yang detail. Penelitian ini akan membantu mengidentifikasi zona-zona potensial reservoir dan memahami mekanisme pengendapan sedimen di Cekungan Tomini.

Read online
File size4.06 MB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test