UPSUPS

Engineering : Jurnal Bidang TeknikEngineering : Jurnal Bidang Teknik

Pada awal tahun 2020, tercatat 6 kali terjadi peristiwa banjir di Sungai Babakan, Kabupaten Brebes, dengan yang terparah terjadi saat limpas tanggul di Desa Kemurang Wetan, Kemurang Kulon, dan Pejagan. Banjir disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi dan kapasitas penampang sungai yang tidak memadai. Analisis hujan rencana menunjukkan curah hujan rata-rata di Daerah Aliran Sungai Babakan adalah 81,63 mm. Lokasi penelitian berada di tiga titik, yaitu Desa Kubangwungu (750 meter), Desa Sutamaja (300 meter), dan Desa Kemurang Wetan (1000 meter). Debit banjir tercatat 91,56 m3/dt, dan debit harian rata-rata 1,45 m3/dt. Berdasarkan simulasi dengan software HEC-RAS 5.0.7, penampang sungai saat ini mampu menampung debit banjir 91,56 m3/dt. Dimensi penampang ideal adalah lebar 30 meter, tinggi 5,2 meter, dan lebar tanggul jagaan 4 meter, dengan asumsi debit rencana Q50 721,33 m3/dt, dan bentuk penampang menyesuaikan kondisi lapangan.

Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah.Curah hujan rata-rata di Daerah Aliran Sungai Babakan adalah 81,63 mm, dengan curah hujan tertinggi terjadi pada 4 Desember 2016 sebesar 116,88 mm.Debit banjir pada lokasi penelitian adalah 91,56 m3/dt, dengan ketinggian muka air banjir ± 2 meter, berlokasi di Desa Kubangwungu.7, penampang sungai saat ini mampu menampung debit banjir.Konsep perencanaan meliputi perhitungan debit banjir rencana dan dimensi penampang, serta pelebaran penampang, perbaikan alur sungai, dasar saluran, dan pengerukan sedimen.Kriteria detail penampang ideal adalah lebar 30 meter, tinggi 5,2 meter, lebar tanggul 4 meter, dengan bentuk penampang V dan koefisien manning 0,025, serta adanya bantaran di beberapa titik.

1. Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengukuran dan analisis sedimen sungai, terutama di titik-titik kritis seperti Desa Kubangwungu, untuk menentukan strategi pengerukan yang efektif dan memastikan pertahanan yang memadai untuk bagian hilir sungai. 2. Pemkab Brebes perlu menerapkan regulasi yang tegas terkait tata guna lahan, dengan sanksi yang jelas bagi pelanggaran, untuk menjaga ketersediaan air dan mencegah banjir. 3. Membangun organisasi masyarakat setempat yang terlibat dalam pemeliharaan sungai, termasuk membersihkan sampah, merawat sempadan, dan menanam pohon di hulu, dapat menjadi solusi jangka panjang untuk menjaga kesehatan dan kelestarian sungai.

Read online
File size877.3 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test