KOMPETIFKOMPETIF

Jurnal Daya SaingJurnal Daya Saing

Studi ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan pelatih di Bandung Archery Club & School menggunakan analisis SWOT. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik sensus pada 9 pelatih, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil analisis IFAS menunjukkan skor 3,28, dengan kekuatan utama dalam kompetensi teknis dan disiplin pelatih, namun masih lemah dalam penggunaan teknologi pelatihan. Analisis EFAS menghasilkan skor 3,55, didorong oleh peluang sertifikasi profesional dan minat publik yang tinggi, meskipun ada ancaman persaingan ketat dan fasilitas yang terbatas. Disimpulkan bahwa organisasi berada di Kuadran I (Agresif), sehingga direkomendasikan untuk mengimplementasikan strategi pertumbuhan (SO). Langkah-langkah strategis utama meliputi digitalisasi analisis kinerja atlet dan standardisasi kompetensi melalui lisensi profesional untuk mengoptimalkan potensi pasar yang tersedia.

Berdasarkan analisis SWOT, dapat disimpulkan bahwa Bandung Archery Club & School memiliki basis kapabilitas internal yang sangat solid dengan skor IFAS sebesar 3,28.Capaian ini menegaskan bahwa tenaga kepelatihan telah menguasai kompetensi teknis yang mumpuni, didukung oleh kecakapan komunikasi yang produktif serta skema latihan yang sistematis guna menjamin efektivitas pembinaan atlet.Sejalan dengan itu, analisis terhadap lingkungan makro menghasilkan skor EFAS sebesar 3,55, yang menegaskan adanya peluang eksternal yang sangat luas untuk menunjang pelatih.Organisasi direkomendasikan untuk mengadopsi pola pertumbuhan agresif melalui skema SO (Kekuatan-Peluang).

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas program pelatihan berbasis teknologi analisis performa atlet dalam meningkatkan kemampuan pelatih dalam merancang program latihan yang lebih personal dan adaptif. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model evaluasi kinerja pelatih yang komprehensif, tidak hanya mengukur aspek teknis, tetapi juga kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan adaptasi terhadap perubahan kurikulum. Ketiga, penting untuk meneliti bagaimana strategi kolaborasi antar klub dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan memperluas jaringan profesional pelatih, dengan fokus pada pertukaran pengetahuan dan sumber daya.

Read online
File size303.92 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test