UINSAIDUINSAID

Academic Journal of Da'wa and CommunicationAcademic Journal of Da'wa and Communication

The 2024 Jakarta Regional Election (Pilkada) was marked by intense competition. One gubernatorial candidate pair, supported by only two political parties, emerged victorious over a rival pair backed by 16 parties. Another candidate pair also contested the election independently. The candidates competed fiercely to build strong political branding—not only through traditional campaigns but also by utilizing social media platforms such as Instagram and YouTube. This descriptive research explores how the candidate pairs developed their political branding and why it contributed to electoral success. Findings reveal that each pair shaped their brand based on personality, competencies, values, and the public image they intended to project. The winning pair, Pramono Anung and Rano Karno, owed their success to effective branding strategies involving self-identification, political product development, and strategic positioning. Their strong and consistent branding approach helped them connect with voters and ultimately secure victory in the 2024 Jakarta Pilkada.

Pramono Anung dan Rano Karno berhasil memenangkan Pilkada Jakarta 2024 karena strategi political branding mereka yang kuat dan menyeluruh.Mereka membangun citra sebagai pemimpin yang dekat dengan masyarakat, berorientasi pada kebersamaan, dan memahami tantangan perkotaan.Keunggulan ini memungkinkan mereka merangkul berbagai kelompok strategis dan mengungguli pasangan calon lainnya dalam membangun koneksi emosional dengan pemilih.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan mengkaji lebih dalam pengaruh media sosial terhadap pembentukan citra politik kandidat, khususnya dalam konteks Pilkada Jakarta. Selain itu, penting untuk meneliti bagaimana strategi political branding dapat diadaptasi untuk menjangkau kelompok pemilih yang kurang terjangkau, seperti pemilih muda atau kelompok minoritas. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada analisis komparatif strategi political branding yang digunakan oleh pasangan calon yang berbeda, untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan pelajaran yang dapat diambil untuk kampanye di masa depan. Penelitian ini perlu mempertimbangkan dinamika lokal dan karakteristik unik pemilih Jakarta, serta dampak isu-isu spesifik seperti kemacetan, banjir, dan kesenjangan sosial terhadap preferensi pemilih. Dengan demikian, hasil penelitian dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang efektivitas political branding dalam konteks Pilkada Jakarta dan memberikan rekomendasi yang relevan bagi para kandidat dan pemangku kepentingan politik.

  1. Optimalisasi Strategi Idarah: Studi Kasus Pengelolaan Masjid Agung Kauman di Kota Semarang | Academic... ejournal.uinsaid.ac.id/index.php/ajdc/article/view/7316Optimalisasi Strategi Idarah Studi Kasus Pengelolaan Masjid Agung Kauman di Kota Semarang Academic ejournal uinsaid ac index php ajdc article view 7316
Read online
File size1 MB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test